Wisata Ikan Dewa Cibulan Cirebon

Saat air kolam dikuras, ikan-ikan yang tadinya berada di dalam kolam akan hilang entah kemana

0
2298
Wisata Ikan Dewa Cibulan (6)
Benner-Himbauan-BPKAD
Benner-Himbauan-BPKAD

Selain di kenal sebagai Kota Udang, Cirebon juga memiliki segudang tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Daerah yang berada di pesisir laut Jawa ini juga dijuluki sebagai Kota Wali. Namun kali ini, kita berbicara tentang pesona lain dari Kota Cirebon. Yakni, tentang daya tarik Wisata Ikan Dewa Cibulan.

Berada di lokasi Pemandian Air Dingin Cibulan yang merupakan salah satu objek wisata tertua di daerah Kuningan, Ikan Dewa, menjadi daya tarik menarik untuk para wisatawan. Moment mandi di tengah seribu ekor ikan yang dipercaya sebagai jelmaan prajurit-prajurit yang membangkang pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi, menjadi hal unik dan seni tersendiri.

Objek wisata Cibulan terletak di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Cirebon, Jawa Barat. Objek wisata ini diresmikan pada 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan saat itu, yaitu R. A. A. Mohamand Achmad. sehingga layak bila lokasi wisata ini menjadi salah satu yang tertua di daerahnya. Perkembangannya, pada tahun 1960, Cibulan secara permanen dibangun menjadi kolam renang yang dibuka untuk umum.

Wisata Ikan Dewa Cibulan (3)

Objek Wisata Ikan Dewa Cibulan terletak sekitar 7 km dari Kuningan atau kurang lebih 28 km ke arah Selatan Cirebon.

Kolam pemandian ini berdiri di atas lahan seluas 5 ha memiliki dua buah kolam besar berbentuk persegi panjang. Kolam pertama berukuran 35 x 15 meter persegi dengan kedalaman sekitar 2 m, sedangkan kolam kedua berukuran 45 x 15 meter persegi yang dibagi menjadi dua bagian, masing-masing dengan kedalaman 60 cm dan 120 cm.

Kedua kolam tersebut dihuni oleh puluhan Ikan Kancra Bodas (Labeobarbus Dournesis), atau yang lebih sering disebut sebagai Ikan Dewa oleh masyarakat setempat. Istimewanya dari kolam pemandian ini adalah pengunjung dapat berenang bersama ikan-ikan yang tergolong jinak tersebut. Selain itu, jika Anda tidak berenang dan hanya ingin menyentuh ikan ini saja, dapat menggunakan jasa pawang yang memang bertugas di lokasi tersebut.

Setiap 1 sampai 2 minggu sekali, bergantung pada tingkat kebersihan airnya, kolam tersebut dikuras untuk dibersihkan. Nah, uniknya pada saat air kolam dikuras, ikan-ikan yang tadinya berada di dalam kolam akan hilang entah kemana dan ketika kolam kembali diisi airnya, ikan-ikan tadi akan muncul kembali dengan jumlah yang disebutkan sama seperti sebelum kolam dikuras airnya.

Masyarakat setempat percaya, ketika air kolam dikuras, ikan-ikan di tempat Wisata Ikan Dewa Cibulan berpindah ke Kolam Cigugur, Kecamatan Cigugur yang juga merupakan objek wisata serupa di Cirebon.

Menurut cerita dari masyarakat setempat, ikan-ikan tersebut dahulu kala merupakan para prajurit kerjaan yang membangkang pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi sehingga mereka dikutuk. Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu sampai sekarang tidak pernah bertambah ataupun berkurang jumlahnya. Yakni seribu ekor. Terlepas dari benar atau tidaknya legenda itu, sampai dengan saat ini tidak ada yang berani mengambil ikan ini karena dipercaya bahwa barang siapa yang berani mengganggu niscaya akan mendapat kemalangan.

Selain kolam dengan ikan dewanya, objek wisata Cibulan juga terkenal  dengan 7 sumber mata air keramat yang bernama Tujuh Sumur. Ketujuh sumber mata air ini terletak di sudut Barat pemandian, membentuk kolam-kolam kecil yang masing-masing memiliki nama, yaitu Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur Pengabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur Kemudahan, dan Sumur Keselamatan. Konon, terdapat kepiting emas di dalam salah satu kolam tersebut. Bila sedang mujur, pengunjung yang bisa melihat kepiting itu dipercaya permohonannya akan terkabulkan.

Letak ketujuh mata air tersebut mengelilingi sebuah petilasan yang konon merupakan petilasan tempat Prabu Siliwangi beristirahat sekembalinya dari Perang Bubat. Petilasan itu berupa susunan batu seperti menhir dan dua patung harimau loreng, lambang kebesaran Raja Agung Padjadjaran. Tujuh Sumur dan Petilasan Prabu Siliwangi ini akan ramai dikunjungi orang untuk berziarah pada malam Jumat Kliwon atau selama bulan Maulud dalam penanggalan Hijriah. Masyarakat percaya bahwa air dari Tujuh Sumur membawa berkah dan dapat mengabulkan permohonan mereka.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here