Connect with us

Sosial Budaya

Fenomena! Robot seks dan realitas virtual Sudah Hadir di Tengah kita

Published

on

Seks seperti yang kita tahu akan segera berubah. Fenomena Robot seks dan realitas virtual sudah menjadi topik yang banyak dibahas belakangan ini. Ini tentang bagaimana tehnologi mampu mempengaruhi orientasi psikologis manusia.

Kita sudah hidup melalui revolusi seksual baru, berkat teknologi yang telah mengubah cara kita berhubungan satu sama lain dalam hubungan intim kita.

Tetapi kami percaya bahwa, gelombang kedua teknologi seksual sekarang mulai muncul, dan bahwa ini mengubah cara beberapa orang melihat identitas seksual mereka.

Orang-orang yang kita sebut sebagai “digital” beralih ke teknologi canggih, seperti robot seks, lingkungan virtual reality (VR) dan perangkat umpan balik yang dikenal sebagai teledildonics, untuk menggantikan partner manusia.

Demikian menurut pandangan, Neil McArthur, University of Manitoba dan Markie Twist, University of Wisconsin Colleges dan University of Wisconsin-Extension.

Neil McArthur adalah co-editor Robot Sex: Sosial dan Implikasi Etis, yang diterbitkan pada 2017 oleh MIT Press.

Menentukan kualitas digital

Kata Neil McArthur, “Dalam penelitian kami, kami menggunakan istilah digital dalam dua pengertian. Yang pertama, pengertian yang lebih luas adalah untuk menggambarkan penggunaan teknologi canggih dalam seks dan hubungan. Orang-orang sudah terbiasa dengan apa yang kita sebut teknologi seksual gelombang pertama, yang merupakan banyak hal yang kita gunakan untuk menghubungkan kita dengan mitra kita saat ini atau calon. Kami saling mengirim sms, kami menggunakan Snapchat dan Skype, dan kami membuka aplikasi sosial seperti Tinder dan Bumble untuk bertemu orang-orang baru.”

Teknologi ini telah diadopsi secara luas, sangat cepat, sehingga mudah untuk melewatkan efek mendalam yang mereka miliki pada kehidupan intim manusia.

Sangat menarik untuk mempelajari bagaimana orang menggunakan teknologi dalam hubungan mereka. Tidak mengherankan, dalam penelitian nya, dijelaskan bahwa, mereka sudah dapat melihat orang-orang menampilkan gaya lampiran yang berbeda dalam penggunaan teknologi mereka.

Seperti halnya hubungan manusia mereka, orang berhubungan dengan teknologi mereka dengan cara-cara yang mungkin aman, gelisah, menghindar atau kombinasi (sering tidak terorganisir) dari ketiganya.

“Ada pengertian kedua, yang lebih sempit, di mana kita menggunakan istilah digital untuk orang-orang yang identitas seksualnya dibentuk oleh apa yang kita sebut teknologi seksual gelombang kedua,” ujar Neil McArthur.

Teknologi ini ditentukan oleh kemampuan mereka untuk menawarkan pengalaman seksual yang intens, mendalam dan tidak bergantung pada pasangan manusia.

Robot seks adalah teknologi gelombang kedua yang paling dikenal orang. Mereka belum ada, tidak benar-benar, tetapi mereka telah banyak dibahas di media dan sering muncul di film dan di televisi.

Beberapa perusahaan telah ‘mempratinjau’ prototipe robot seks, tetapi ini tidak mendekati apa yang kebanyakan orang anggap sebagai sexbot yang tepat. Mereka juga sangat menyeramkan.

Memperbaiki sexbots

Ada beberapa perusahaan, seperti perusahaan Real Doll, yang berupaya mengembangkan sexbots realistis. Tetapi ada beberapa kendala teknis yang belum mereka atasi. Inteligensi buatan yang benar-benar interaktif sedang berkembang lambat, misalnya, dan terbukti sulit untuk mengajarkan robot untuk berjalan. Lebih menarik, beberapa penemu telah mulai bereksperimen dengan desain inovatif, non-antropomorfik untuk sexbots.

Sementara itu, VR berkembang pesat. Dan di industri seks, VR sudah digunakan dengan cara yang melampaui pornografi pasif. Dunia virtual imersif dan lingkungan multi-player, sering kali digabungkan dengan perangkat haptic feedback, telah diciptakan yang menawarkan pengalaman seksual yang intens kepada orang-orang yang mungkin tidak pernah bisa dilakukan oleh dunia nyata.

Jurnalis investigasi Emily Witt telah menulis tentang pengalamannya dengan beberapa teknologi ini dalam bukunya 2016, Future Sex: A New Kind of Free Love.

Sherry Turkle mengeksplorasi artefak relasional dalam sebuah kuliah tahun 1999 di University of Washington.

Ada bukti kuat bahwa, teknologi gelombang kedua memiliki efek pada otak kita yang secara kualitatif berbeda dari apa yang datang sebelumnya.

Profesor MIT Sherry Turkle dan yang lainnya, telah melakukan penelitian tentang intensitas ikatan yang cenderung terbentuk dengan apa yang disebutnya “artefak relasional” seperti robot.

Turkle mendefinisikan artefak relasional sebagai “objek tidak hidup yang, atau setidaknya tampak, cukup responsive, sehingga orang secara alami menganggap diri mereka berada dalam hubungan timbal balik dengan mereka.”

Pengalaman VR Immersive juga menawarkan tingkat intensitas yang berbeda secara kualitatif dari jenis media lain.

Pengalaman yang mendalam

Ketika teknologi seperti virtual reality berkembang, lebih banyak orang akan menggunakannya untuk pengalaman seksual. Shutterstock

Dalam ceramah di Virtual Futures Forum pada tahun 2016, peneliti VR Sylvia Xueni Pan menjelaskan sifat mendalam teknologi VR. Ini menciptakan apa yang dia gambarkan sebagai penempatan ilusi yang masuk akal di dalam otak manusia.

Sebagai hasil dari penentuan posisi waktu-nyata, tampilan stereo 3D dan bidang pandang totalnya, otak pengguna menjadi yakin bahwa, pengguna benar-benar hadir.

Seperti yang dia katakan: “Jika situasi dan peristiwa yang terjadi di VR benar-benar berkorelasi dengan tindakan Anda dan berhubungan secara pribadi dengan Anda, maka Anda bereaksi terhadap peristiwa ini seolah-olah itu nyata.”

Ketika teknologi ini berkembang, mereka akan memungkinkan pengalaman seksual yang menurut banyak orang sama memuaskannya dengan yang dimiliki oleh pasangan manusia, atau dalam beberapa kasus lebih dari itu.

Kami percaya bahwa dalam beberapa dekade mendatang, ketika teknologi ini menjadi lebih canggih dan lebih luas, akan ada semakin banyak orang yang akan memilih untuk menemukan seks dan kemitraan sepenuhnya dari ‘agen’ buatan atau dalam lingkungan virtual. Munculnya identitas seksual baru ini yang kita sebut digitalitas.

Seksualitas dan stigma

Seorang digitalis adalah seseorang yang melihat teknologi mendalam seperti robot seks dan pornografi realitas virtual sebagai bagian integral dari pengalaman seksual mereka, dan yang merasa tidak perlu mencari keintiman fisik dengan pasangan manusia.

Identitas seksual marjinal, hampir selalu menghadapi stigma, dan sudah jelas bahwa, kaum pria tidak terkecuali. Gagasan digitalitas sebagai identitas telah menerima reaksi negatif yang kuat dari banyak komentator di media dan online.

Kita harus belajar dari kesalahan masa lalu. Masyarakat telah melakukan stigmatisasi terhadap kaum gay dan lesbian, biseksual, panseksual, aseksual, orang-orang non-mongam yang konsensual dan praktisi ikatan / dominasi-disiplin / pengajuan-sadomasokisme atau bondange/discipline-dominance/submission-sadomasochism (BDSM).

Kemudian, seiring berjalannya waktu, kita secara bertahap belajar untuk lebih menerima semua identitas seksual yang beragam ini. Kita harus membawa keterbukaan yang sama kepada para wanita.

Ketika teknologi seksual mendalam semakin meluas, kita harus mendekati mereka, dan penggunanya, dengan pikiran terbuka.

Kami tidak tahu ke mana arah teknologi, dan pasti ada kekhawatiran yang perlu didiskusikan – seperti  cara interaksi kami dengan teknologi dapat membentuk sikap kami terhadap persetujuan dengan mitra manusia kami, ujarnya.

Penelitian kami, lanjutnya, membahas satu bagian khusus dari teka-teki: pertanyaan tentang bagaimana teknologi memengaruhi pembentukan identitas seksual, dan bagaimana orang dengan identitas seksual berbasis teknologi dapat menghadapi stigma dan prasangka.

“Ya, ada bahaya. Tapi cambuk dan dayung juga bisa menyakitkan.”

CHIPS PANAS Robot seks AI ‘identik dengan manusia’ ditampilkan di pameran ‘dewasa’ terbesar di dunia

Sementara itu, The Sun, pada 23 Jan 2020 lalu, memberitakan tentang fenomena robot seks yang seolah sudah diterima masyarakat luas.

Dalam berita tersebut dikabarkan, Robot seks FUTURISTIC yang hampir “identik” dengan manusia, telah diluncurkan di AVN Adult Entertainment Expo di Las Vegas.

Teknologi robot seks terbaru, sedang ditampilkan di acara hiburan dewasa terkenal di dunia, termasuk penawaran baru dari RealDoll.

Perusahaan mainan seks RealDoll tidak mengadakan acara tersebut, selama beberapa tahun, dan kemudian memamerkan apa yang sedang dikerjakannya saat ini.

Perusahaan itu men-twit: “Setelah beberapa tahun lagi, Realdoll akan kembali ke @AEexpo minggu depan (!!!) di Las Vegas! Sampai jumpa di sana!”.

Ini juga menjanjikan hadiah dan demonstrasi robot.

Harmony adalah robot seks RealDoll yang paling terkenal. Dan, telah dikirim ke ratusan pelanggan.

Love-droid dengan sumber daya AI – yang memiliki aksen Skotlandia dan cantik. Telah dikembangkan selama bertahun-tahun, hingga akhirnya siap untuk bertemu dengan pemilik yang ‘nakal’ tahun lalu.

Bot seks dibangun oleh sebuah perusahaan teknologi bernama Realbotix, yang merupakan subdivisi dari RealDoll, sebuah perusahaan California yang membuat boneka cinta.

Pendiri RealDoll, Matt McMullen, sebelumnya mengklaim bahwa, bot seksnya hampir identik dengan manusia.

Harmony adalah kepala robot, seperti manusia hidup yang menempel pada tubuh silikon, dan dapat berbicara dengan Anda, melakukan lelucon, dan bahkan mengingat fakta dari percakapan sebelumnya.

Harmony pertama menjadi berita utama pada tahun 2016, memicu gelombang pre-order dari penggemar bot seks tertarik.

Adult Entertainment Expo diadakan di Hard Rock Hotel di Vegas dari 22 hingga 25 Januari 2020.

Ini dihadiri oleh perusahaan besar di industri mainan seks, penggemar dan bintang film dewasa.

Apa itu robot seks?

Robot sudah menjadi bagian dari peralatan kita, membersihkan rumah dan membuat makanan – tetapi, sekarang mereka akan mengubah cara kita mendapatkan kesenangan.

Robot seks pada dasarnya adalah boneka realistis yang memiliki gerakan canggih dan “area” yang mirip dengan manusia. Sehingga, mereka dapat melakukan banyak hal.

Prof Noel Sharkey, selaku ketua Yayasan untuk Robotika, mengatakan, ‘threesome‘ bebas rasa bersalah, merupakan salah satu fungsi potensial untuk robot seks.

Bot bot akan menjadi hiper-realistis dengan fitur seperti pemanas ‘built-in’ untuk menciptakan perasaan kehangatan tubuh. Mereka juga akan memiliki sensor untuk bereaksi terhadap sentuhan Anda.

Satu perusahaan bahkan mengembangkan kepala yang dapat berbicara, tersenyum dan bernyanyi pada boneka seks robotnya. Boneka seks Harmony diklaim sebagai yang pertama menawarkan “hubungan emosional”.

Para ahli mengatakan, robot khusus ini akan mulai muncul di rumah dalam dekade mendatang.

Blogger dan SEO Expert di Garuda Website. Sebuah perusahaan Web Developer di Jakarta Indonesia

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Daerah

Anggaran 1,9 Milyar Disinyalir Harga Rumah Adat Hanya 400 Juta, Jika Benar Kemana Sisanya?

Published

on

KEPAHIANG BB – Pembangunan Rumah Adat Milik Kabupaten Kepahiang yang hampir menelan angka nyaris 2 milyar tersebut diduga hanya seharga 400 juta. Hal ini didapat dari pengakuan pekerja pada rumah adat tersebut. GM yang beralamat di Ogan Ilir Sumatera Selatan selaku tukang dalam pekerjaan mengaku pihaknya saat itu hanya mengambil jasa tukang saja dimana untuk permeternya 1,2 juta.
” Kalau untuk pembuatan Rumah Adat Kepahiang itu berukuran 8 x 12 meter dan kami saat itu hanya mengambil upah tukang saja sekitar 120 jutaan lah, karena kayunya sudah di siapkan oleh pak YM, dan kayu yang digunakan adalah kayu jati dan juga kayu lain, dicampur,” jelasnya.

Sementara itu menurut GM jika memesan bangunan serupa dari mereka hanya seharga 300 juta untuk kayu jenis kulim dimana kayu kulim kualitas dan harganya nyaris sama dengan kayu jati.
” kalau untuk kayu kulim dan jati itu mungkin sama harganya, untuk ukuran sebesar Rumah Adat kepahiang dengan bangunan sama persis sekitar 300 juta terima kunci,” jelas GM.
Melihat keterangan tukang tersebut kemana kelebihan anggaran yang mencapai 1 Milyar lebih tersebut?

Sementara itu Kadis PUPR Rudi sihaloho mengatakan terkait kerusakan yang terjadi pada rumah adat tersebut akan menjadi tanggung jawab bersama untuk memperbaikinya.
” Kalau soal kerusakan yang terjadi sekarang itu nanti akan kita cek dan perbaiki,” ujar Rudi.

Saat ditanya apakah rumah adat tersebut sudah di serah terimakan Rudi menegaskan bahwah bangunan tersebut sudah diserah terimakan ke Dikbud, namun anehnya tidak ada aktifitas apapun hingga hari ini.

Hal yang sama sebenarnya pernah diberitakan pada tahun 2018 tak lama setelah rumah adat tersebut selesai dibangun, kala itu bangunan rumah adat sudah mengalami kerusakan di beberapa tempat, dan Kadis PUPR saat itu juga memberikan Statemen yang sama bahwa akan di cek dan diperbaiki. Tapi kenyataannya hingga diberitakan kembali pada tahun 2020 ini kerusakan belum sama sekali diperbaiki malah bertambah parah.

Di saat yang sama waktu itu Anggota DPRD Kepahiang Hariyanto S.Kom juga pernah mengatakan bangunan Rumah adat dan juga bangunan TIC tersebut saat di bangun seperti sangat tergesa gesa dengan lahan tempat membangun hanya berstatus pinjam pakai.
“aneh dari awal, dibangun dengan dana besar, dengan kesan terburu buru, di tanah bukan milik daerah dan kemudian dibiarkan begitu saja, bangunan permanen di bangun di tanah pinjaman,” ujar Hariyanto.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/18/telan-dana-hampir-2-milyar-terindikasi-3-tahun-rumah-adat-terbengkalai/

Lanjut Hariyanto apapun alasan Dinas Dikbud dan PUPR, hal ini tidak bisa di benarkan, ini bisa merugikan negara, bangunan tersebut mulai rusak, lokasi sudah di penuhi semak belukar. Belum lagi karena gelap bangunan tersebut sudah di jadikan tempat anak anak muda mojok dan bermesraan.
“Selain itu anak anak muda juga mulai mabuk mabukan menghisap lem di dalam bangunan, benar pintu terkunci, tapi jendela terbuka, belum lagi bangunan dan lingkungan sekitar dalam kondisi gelap, jadi sangat menunjang menjadi tempat maksiat nantinya,” sesal Hariyanto.

Hariyanto meminta dinas terkait segera memanfaatkan bangunan bangunan tersebut.
“saya berharap kawan kawan Parpora segera manfaatkan Rumah Adat dan Gedung TIC tersebut, kalau cuma alasan belum serah terima itu alasan tidak masuk akal. Memangnya sesulit apa proses serah terima antar OPD tersebut yang sama sama anak buah Bupati. Itukan cuma administrasi atau pun kalau masih hak Dinas PUPR ya tolong dimanfaatkanlah jangan sampai berlarut larut dan salah manfaat seperti sekarang ini,” katanya saat itu (2018). Tapi faktanya hingga hari ini belum ada pergerakan sama sekali.(bcp)

Continue Reading

Sosial Budaya

Jaringan Sosial Pemain Togel dalam Kultur Kemiskinan

Published

on

jaringan sosial togel

Beberapa jenis judi yang disediakan oleh bandar judi atau bandar slot, termasuk togel di banyak negara sudah dilarang. Permainan taruhan ini dinilai memberikan efek negatif bagi pemainnya. Sedangkan bagi masyarakat miskin sendiri, relasi antar pemain togel membuat kultur perjudian semakin langgeng. Jaringan sosial togel menjadi kuat lantaran beberapa faktor.

Togel sudah banyak dikenal sejak lama. Permainan judi dengan cara bertaruh angka ini sangat mudah dimainkan. Sehingga banyak orang yang mencoba peruntungan di dalamnya. Padahal tak menutup kemungkinan bahwa pemain togel akan semakin rugi.

Sudah banyak ditemukan kasus yang menyatakan bahwa togel membuat orang menjadi bangkrut. Beberapa kasus terbaru juga ditemukan bahwa pemain togel ini justru menyelewengkan dana sosial untuk taruhan.

Motif yang negatif ini memperlihatkan bagaimana togel memberikan dampak yang buruk bagi pelakunya. Maka tak mengherankan jika banyak pemain togel yang menggunakan segala cara untuk mendapatkan uang taruhan.

Sebagai masyarakat yang hidup berdampingan dengan orang lain, togel di beberapa tempat menjadi bagian di dalamnya. Togel bisa tumbuh dan berkembang pada masyarakat yang mendukungnya secara tidak langsung.

Bagaimana hal ini kemudian bisa terjadi? Padahal di berbagai daerah kegiatan togel menjadi barang terlarang.

Masyarakat Miskin sebagai Pembentuk Relasi Jaringan Sosial Togel

Permainan judi togel pada awalnya muncul di tengah masyarakat menengah ke bawah. Ini terjadi karena judi jenis ini sangat sederhana dan tidak perlu media seperti di kasino. Masyarakat miskin yang terhimpit masalah ekonomi memiliki keinginan untuk memperoleh uang dengan cepat.

Sehingga ketika bandar togel masuk ke dalam lingkungannya, mereka akan bersuka cita dengan harapan bisa menang. Beberapa kebijakan negara di masa pemerintahan orde baru pernah melegalkan togel. Togel saat itu berbentuk SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah).

Pelegalan togel ini disambut baik oleh banyak orang, khususnya kalangan menengah ke bawah. Togel saat itu menjadi barang taruhan yang menarik sekaligus dianggap menguntungkan. Padahal keuntungan terbesarnya dipegang oleh bandar togel.

Ketika kebijakan ini dihilangkan, masyarakat masih diam-diam melakukan togel. Ini karena ada efek kecanduan yang membuat seolah-olah togel sangatlah menguntungkan. Efek psikologis ini kemudian menjamur di masyarakat hingga sekarang.

Perkembangan togel di masyarakat ini kemudian membentuk jaringan sosial. Jaringan sosial ini merupakan koneksi nonformal yang tidak langsung terbentuk. Biasanya ini disebabkan hubungan pertemanan atau kekerabatan.

Relasi yang kemudian muncul dapat disebut sebagai hubungan patron-klien. Bandar judi bisa disebut sebagai kelompok patron, atau yang menyediakan togel. Sementara pemainnya menjadi klien dalam keterlibatan togel.

Hubungan tersebut merupakan hubungan horizontal. Artinya hubungan pemain togel dengan bandar adalah memiliki kedudukan yang setara.

Sedangkan untuk hubungan vertikal biasanya menggunakan kekuatan atau power. Kekuatan yang dimaksud adalah penyedia jaringan keamanan dalam bermain togel. Dalam perjudian, seperti togel, tidak asing jika melibatkan pihak ketiga.

Pihak ketiga yang dimaksud adalah orang yang memiliki kuasa. Misalnya oknum militer yang menjadi backing dalam bisnis togel ini.

Kekuatan ini lah yang kemudian menjadi budaya togel, khususnya di lingkungan miskin. Pengaruh kuat dari dalam dan luar semakin menguatkan kebiasaan bermain togel pada masyakarat. Sehingga togel sulit untuk dihapuskan.

Fenomena Jaringan Togel dalam Kacamata Teori Sosial

Togel menjadi barang yang sudah tidak asing lagi. Meski banyak ditolak oleh banyak orang, beberapa kelompok masih hidup bersama togel. Banyaknya penolakan terhadap togel ini kemudian menjadikannya sebagai masalah sosial.

Lalu bagaimana masyarakat kemudian memandang hal yang menyimpang ini? Bagi lingkungan yang mayoritas menolak togel, tentu saja memandangnya sebagai hal negatif. Tetapi, bagi lingkungan yang dihidupi dengan judi dan togel ini menjadi persoalan berbeda.

Dalam kacamata teori sosial, salah satunya adalah fenomenologi, memandang bahwa togel terjadi karena ada motif di baliknya. Togel di masyarakat yang kemudian membentuk suatu jaringan sosial memperlihatkan dua sisi.

Fenomenologi memandang bahwa apa yang terjadi memiliki arti ganda. Dapat berupa arti objektif empiris serta subjektif. Sehingga jika melihat fenomena togel, bisa dilihat mengapa jaringan sosial pada togel bisa terbentuk.

Dalam beberapa motif yang mendorong masyarakat bermain togel, salah satunya adalah kemiskinan. Pemaknaan kemiskinan dalam togel juga memiliki dua sisi yang berbeda.

Baca juga: Representasi Togel dalam Kemiskinan Masyarakat

Bagi kelompok yang putus asa, bermain togel dianggap mampu menyelamatkan perekonomian. Sedangkan faktanya, dengan bermain togel, justru kemiskinan akan semakin parah.

Jaringan Sosial Togel pada Lingkup Masyarakat Miskin

Keberadaan togel yang menyasar kelompok menengah ke bawah membuat sedikit khawatir. Pasalnya, kelompok ini merupakan kelompok yang rentan secara finansial. Harapan mereka dengan bermain togel adalah menjadi kaya. Sedangkan yang terjadi justru sebaliknya.

Lingkaran kemiskinan akan terus menjangkiti kelompok yang bergabung pada togel. Sehingga jaringan sosial yang ada dalam ranah togel semakin besar. Semakin besar jaringan yang terbentuk, maka semakin sulit pula togel diberantas.

Masyarakat miskin ini membutuhkan jalan untuk keluar, meski tak menutup kemungkinan dari kelompok atas juga terlibat togel. Semakin banyak masyarakat yang menggantungkan diri pada togel, maka semakin dalam juga mereka terperosok dalam kemiskinan.

Continue Reading

Sosial Budaya

Togel sebagai Masalah Sosial Kompleks di Masyarakat

Published

on

Togel masalah sosial

Permainan togel merupakan salah satu jenis judi yang banyak dikenal. Togel menjadi barang yang menyimpan kontroversi bagi masyarakat. mayoritas orang menganggap bahwa togel adalah bentuk masalah sosial.

Masalah sosial terjadi ketika sesuatu hal terjadi karena tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Ini juga berlaku pada togel. Bagi masyarakat, togel tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Togel melanggar norma sosial dan agama karena di dalamnya mengandung unsur taruhan.

Meski demikian, masih banyak kalangan yang bermain togel. Bahkan mereka memiliki koneksi togel yang cukup besar. Banyak motif yang melatarbelakangi pemain judi ini masih memainkan togel.

Motif yang paling utama tentu saja ekonomi. Faktor ekonomi menjadi pendorong bagi pemain togel untuk bermain. Mereka memiliki harapan dapat mendapatkan uang secara cepat setelah memenangkan togel.

Salah kaprah pengertian ini yang membuat banyak orang memiliki anggapan bahwa togel bisa membuat menjadi kaya. Padahal yang terjadi justru sebaliknya, yaitu kebangkrutan. Jika ini terus dibiarkan, maka togel akan semakin meluas.

Permainan togel yang terus meluas tentu membuatnya menjadi masalah baru di masyarakat. Mengapa bisa dikatakan sebagai masalah sosial? Yuk simak ulasan berikut!

Masalah Sosial yang Kompleks pada Pemain Togel

Masyarakat memiliki aturan dan norma dalam hidupnya yang disepakati bersama. Ketentuan hidup ini yang kemudian mengatur orang tentang bagaimana hidup bersama orang lain. Sedangkan bagi yang melanggar maka ia akan menyebabkan masalah sosial.

Salah satu contohnya adalah permainan togel. Togel dianggap sebagai permainan yang negatif karena merupakan salah satu permainan judi. Judi sendiri tidak diperbolehkan di banyak tempat.

Melihat situasi seperti ini, nyatanya togel masih banyak dimainkan. Beberapa kelompok memainkan togel secara sembunyi. Sedangkan ada juga yang berani bermain togel secara terbuka lewat situs online.

Jika melihatnya sebagai kasus masalah sosial, maka togel masuk ke dalamnya. Dari perspektif fungsionalis, togel merupakan kegiatan yang tidak sesuai dengan kaidah masyarakat.

Teori fungsionalis memandang bahwa unsur-unsur di dalam masyarakat memiliki fungsinya masing-masing. Dari semua unsur ini, akan terhubung dan tercipta kerja sama. Ketika satu unsur tidak melakukan tugasnya sebagai mana mestinya, ini akan memunculkan ketidakteraturan sosial.

Dari ketidak beraturan ini munculah dua masalah sosial. Dua masalah ini adalah patologi sosial dan disorganisasi sosial. Patologi sosial berarti penyakit sosial, sedangkan disorganisasi sosial adalah ketidak sesuaian fungsi.

Melihat kasus togel dengan analisis ini, bisa dikategorikan bahwa togel masuk ke dalam ranah patologi sosial. Togel menjadi penyakit masyarakat atau biasa disebut PEKAT. Selain karena merupakan penyakit sosial, togel akan menimbulkan masalah yang lain.

baca juga: Representasi Togel dalam Kemiskinan Masyarakat

Permasalahan ini merupakan kelanjutan dari adanya kecanduan togel. Sehingga sangat benar jika togel dikatakan sebagai masalah sosial yang kompleks di masyarakat.

Togel Memunculkan Masalah Sosial Baru

Jika dikatakan bahwa togel merupakan masalah sosial yang kompleks, maka benar adanya. Togel akan menimbulkan masalah baru yang ada di masyarakat. Bagaimana ini bisa terjadi?

Permainan togel adalah jenis permainan judi yang menggunakan taruhan di dalamnya. Taruhan yang digunakan adalah uang. Bagi pemain togel, uang adalah alat penting agar bisa bermain sekaligus menang.

Jika seorang pemain togel kehabisan uang, ia akan menggunakan segala cara agar bisa mendapat uang. Maka hal kriminal lain seperti pencurian dan perampokan tak bisa dihindarkan. Terlebih bagi pecandu togel yang tidak bisa mengendalikan diri.

Masalah lain yang muncul adalah tekanan diri yang berujung pada stres dan depresi. Jika ini dibiarkan saja, maka pecandu togel bisa mengalami gangguan jiwa. Dengan berbagai masalah yang ada, togel menjadi salah satu penyakit masyarakat yg kompleks.

Dengan adanya togel yang marak, memperlihatkan bahwa hubungan sebab akibat. Besar kemungkinan togel juga lahir dari adanya masalah sosial sebelumnya, yaitu kemiskinan. Salah satu lainnya adalah rusaknya moral.

Togel Online sebagai Masalah Sosial Baru Digital

Jika permainan togel konvensional mengharuskan adanya tatap muka, maka berbeda dengan togel online. Togel online merupakan permainan togel yang dilakukan di internet. Lewat situs penyedia togel, pemain togel tidak perlu datang ke bandar togel.

Cara ini cukup efisien sehingga banyak peminatnya. Bahkan pemain dari judi online ini berasal dari kalangan remaja. Hal ini menunjukkan adanya masalah sosial baru yang lebih rumit.

Togel online menjadi masalah sosial baru di ranah digital. Selain tidak sesuai dengan norma masyarakat, togel online akan menciptakan beberapa permasalahan lain.

Beberapa masalah baru ini antara lain kejahatan cyber atau kejahatan lewat dunia maya. Salah satu yang paling populer adalah penipuan dan scam. Dengan situs yang tidak terpercaya, pemain togel bisa ditipu dan kehilangan banyak uang.

Akses yang mudah juga membuat anak-anak bisa membukanya. Tentu ini membuat masalah baru yang lebih kompleks. Sehingga bagaimanapun, togel adalah masalah sosial yang harus diatasi.

Continue Reading

Sosial Budaya

Togel dalam Pandangan Hukum dan Kultur Masyarakat

Published

on

togel dalam pandangan hukum

Judi togel menjadi salah satu permainan judi yang dilarang di banyak negara, termasuk Indonesia. Hukum perundang-undangan mengatur togel sebagai hal yang dilarang. Togel bahkan masuk ke dalam ranah pidana. Masyarakat pun melarang adanya togel. Bagaimana pandangan hukum togel ini?

Permainan togel banyak digemari masyarakat karena permainannya yang mudah. Selain itu iming-iming hadiah yang diberikan juga menarik. Sehingga tak sedikit masyarakat akan berbondong-bondong mencobanya.

Ketika seseorang mulai mencoba judi, yang dikhawatirkan adalah kecanduan. Sulit bagi seseorang yang mengalami kecanduan togel. Sama halnya dengan kecanduan narkoba atau minuman keras. Pemain togel akan merasa butuh untuk terus memasang taruhan.

Bagi sebagian orang, jaringan togel sangat mudah dibentuk dan dikembangkan. Apalagi sekarang zaman sudah serba canggih. Hanya dengan modal ponsel saja mampu menemukan bandar togel.

Meski demikian, legalitas togel di Indonesia sendiri tidak ada. Negara sangat melarang segala jenis judi. Sehingga orang-orang yang nekat bermain togel tentu saja melanggar aturan dan bisa dikenakan sanksi.

Peraturan dan Pandangan Hukum yang Mengatur Togel di Indonesia

Pemerintah sebagai pemegang otoritas kekuasaan tertinggi di Indonesia berhak mengatur warganya. Termasuk di dalamnya adalah judi dan togel. Togel dilarang di Indonesia. Hal ini diatur dalam undang-undang resmi.

Togel dilarang melalui Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 1947 t entang Penertiban Perjudian. Salah satu pasal, yaitu pasal 1 menyebutkan bahwa “semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan”. Sehingga bagi siapa saja terlibat dalam kegiatan ini dapat dikatakan sebagai pelaku kejahatan.

Sedangkan di pasal 2 ayat 1 disebutkan bahwa “hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun atau denda sebanyak-banyaknya dua puluh lima juta rupiah”. Denda ini diberlakukan bagi pemain maupun bandar togel.

Di pasal 2 ayat 2 juga disebutkan bahwa “hukuman penjara selama-lamanya empat tahun atau denda sebanyak-banyaknya sepuluh juta rupiah”. Peraturan ini merupakan revisi dari Pasal 542 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Dengan adanya kekuatan hukum yang mengaturnya, membuat togel tidak bisa dimainkan di Indonesia. Hukuman yang diberikan tentu saja untuk semua orang yang terlibat, misalnya pemain judi dan bandar togel.

Otoritas dan Pandangan Hukum dalam Mengatur Togel Online

Perkembangan togel kini sudah merambah ke dalam bentuk online. Togel online sangat mudah diakses dan ditemukan di berbagai situs. Penyedia layanan togel ini menyediakan berbagai jenis di dalamnya.

Akses resmi untuk menuju situs togel di Indonesia sudah diblokir. Artinya pemain tidak bisa menggunakan server Indonesia untuk membukanya. Akan tetapi di zaman yang serba modern ini tentu serba bisa.

Pemain togel online akan menggunakan akalnya untuk berganti server. Pengguna biasanya akan menggunakan VPN agar bisa mengakses dan tidak terdeteksi oleh keamanan Indonesia.

Lalu bagaimana peraturan mengenai togel online ini? Akses yang sangat tersembunyi dan sulit untuk dideteksi membuat petugas sedikit sulit untuk merazia. Hal ini terjadi karena penyedia togel online bisa mengubah IP address dengan cepat dan berkala.

Jadi, meskipun sudah diblokir dan di-take down, situs togel di internet masih banyak berkeliaran. Melihat fenomena ini, tentunya akan sulit jika menggunakan UU yang sama dengan togel biasa.

Kemudian pemerintah menerapkan UU ITE dalam melakukan penertibab togel online. UU ITE dianggap memperkuat karena memang ranahnya yang mengatur tentang dunia teknologi.

Melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) togel diatur. Sebagaimana disebutkan bahwa “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian”.

Orang yang sesuai dengan UU tersebut akan dikenakan penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sehingga selain dengan UU perjudian, togel online juga akan dikenakan UU ITE. Maka, mau bagaimana pun bentuk togel tetap saja dilarang dan tidak dilegalkan di Indonesia.

Kultur Masyarakat Menyikapi Togel di Ranah Hukum

Togel bagi banyak orang tidak bisa diterima. Hal ini karena tidak sesuai dengan keyakinan yang berlaku di masyarakat. Meski demikian, banyak sekali orang yang melanggar dan tetap melanggengkan togel.

Negara melalui hukum yang berlaku juga sudah mengatur pelarangan judi dan togel. Sehingga pemain dan bandar yang terlibat harus diberi sanksi.

Akan tetapi kultur masyarakat yang sulit untuk diberi hukuman tidak membuat jera. Kultur yang terbentuk di masyarakat sudah sulit untuk diubah. Mereka seakan-akan kebal akan hukum dan tidak menghiraukan peraturan yang ada.

Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang bermain togel. Beberapa kali razia juga dilakukan oleh pihak yang berwajib. Tetapi efek jera tetap saja tidak dirasakan bagi pecandu togel.

Game Tembak Ikan Joker124

Baca juga: Representasi Togel dalam Kemiskinan Masyarakat

Kebiasaan ini seolah-olah menjadi budaya laten yang hidup di masyarakat. Padahal judi dan togel adalah budaya buruk yang harus dihilangan. Bagaimanapun edukasi mengenai pelarangan togel harus dilakukan sejak dini agar tidak ada pelanggaran.

Continue Reading

Sosial Budaya

Mengapa Togel Masih Banyak Digemari oleh Masyarakat Miskin?

Published

on

togel digemari masyarakat miskin

Togel menjadi jenis perjudian yang sudah lama dikenal. Togel banyak digemari masyarakat miskin yang menginginkan hasil instan. Meski demikian, banyak juga kalangan menengah ke atas yang ikut bermain togel.

Togel atau toto gelap merupakan salah satu jenis judi yang cukup tua. Permainan ini dilakukan dengan menebak angka. Angka yang benar akan dinyatakan sebagai pemenang dan mendapat hadiah.

Sebelum memasang angka togel, pemain harus membeli kupon pada bandar togel. Harganya pun bervariasi tergantung dengan hadiah yang ditawarkan. Meski peluang menang tidak bisa diprediksi, togel memiliki banyak peminat.

Dalam banyak kasus, togel memberikan dampak buruk berupa kebangkrutan. Tak jarang pemain togel dan judi jenis apapun mengalami kekalahan yang lebih banyak. Jika dibuat presentase kemenangan dan jumlah total kalah, tentu jumlah menang sangat sedikit.

Fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa togel lebih banyak memberikan pengaruh buruk. Tetapi, masih banyak pemain judi yang bermain di dalamnya. Apa saja motif yang melatarbelakangi masyarakat tetap bermain togel, khususnya kelompok miskin?

Motif Bermain Togel pada Orang Miskin

Uang saat ini menjadi barang pokok bagi semua orang. Berbagai cara dilakukan agar mendapatkan uang untuk membeli kebutuhannya. Bagi banyak orang, berusaha dengan bekerja adalah salah satu upaya mendapatkan uang.

Tetapi, bagi sebagian lagi ingin mendapatkan uang dengan cepat dan mudah. Maka munculah usaha negatif agar mendapat uang dengan instan, salah satunya dengan togel.

Togel memberikan iming-iming hadiah besar dan berlipat dari uang taruhan. Maka pemain togel yang putus asa dan ingin mendapat banyak uang akan memilih cara ini. Keinginan ini didorong dengan harapan bahwa jika ia menang, akan mendapat banyak uang.

Sedangkan hasil togel tidak menunjukkan demikian. Kemenangan yang diperoleh sangatlah terbatas dan kecil. Ketika pemain tersebut kalah, maka ia akan kehilangan semua uangnya. Setelah itu, ia akan kembali bermain dengan harapan mengembalikan modal. Padahal cara ini sangat keliru.

Perjudian jenis apapun, termasuk togel, memiliki citra buruk di masyarakat. Pemain togel digambarkan sebagai orang yang pemalas dan tidak mau berusaha.

Mereka hanya mau hasil instan, yaitu dengan ikut bermain togel. Hal inilah yang menjadi lingkaran setan kemiskinan di masyarakat.

Togel hidup dan berkembang di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Pemikiran kelompok ini masih terlalu pragmatis dan sederhana. Mereka menganggap dengan berhasil menebak angka, akan mendapat uang, tetapi mereka tidak memikirkan kemungkinan kalah.

Hal ini hanya didasari pada spekulasi atau perkiraan semata. Mereka juga menganggap togel sebagai peruntungan yang bisa memberikan uang. Pemikiran panjang mengenai kerugian seringkali tidak dipikirkan lebih matang.

Lingkungan Masyarakat Miskin sebagai Pembentuk Budaya Togel

Kehadiran togel di tengah masyarakat sudah dikenal sejak lama. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam permainan ini tak menghilangkan keasliannya, yaitu taruhan. Jenis taruhan yang paling banyak digunakan tentu saja uang.

Bagi sekelompok masyarakat, togel menjadi sebuah cara untuk memperoleh uang. Cara ini tentu saja melanggar norma dan aturan masyarakat. Masyarakat menengah ke bawah menjadi sasaran togel.

Keinginan mereka untuk memperoleh hasil instan tentu saja karena tuntutan ekonomi. Ketika salah seorang mulai bermain togel, maka ia akan memberikan pengaruh pada lingkungannya.

Cara sederhananya adalah ia akan mengajak temannya untuk ikut bermain. Sehingga akan muncul pemain-pemain togel yang lain. Kumpulan orang ini kemudian secara tidak langsung akan membentuk komunitas semu.

Komunitas inilah yang kemudian melanggengkan kegiatan togel. Ditambah lagi dengan kehadiran bandar togel di dalamnya, akan semakin memperkuat budaya togel.

Adanya rasa senasib sepenanggungan bagi sesama orang miskin ini yang menumbuhkan rasa untuk berani bermain togel. Lingkungan dengan budaya togel yang kuat akan membentuk masyarakat miskin penuh penyimpangan.

Togel bukan Alternatif Menyelesaikan Kemiskinan

Bandar togel biasanya mengincar pemain togel yang kurang terdidik. Alasannya tentu saja agar mudah untuk dipengaruhi dan mau untuk memasang taruhan. Kalangan terpengaruh ini biasanya berasal dari kelompok menengah ke bawah.

Dengan iming-iming hadiah, mereka akan tertarik. Harapannya adalah mendapat keuntungan dan bisa mendapat uang. Sedangkan keuntungan terbesarnya berada di pihak bandar togel.

Roda kemiskinan kemudian hanya akan berputar dengan siklus yang sama dengan budaya togel ini. Masyarakat tidak akan pernah kaya dengan hasil togel. Karena selama mereka kecanduan, maka akan terus bermain sekalipun itu menang.

Kerugian demi kerugian akan banyak dialami sehingga tidak membantu perekonomian menjadi lebih baik. Sebaliknya, dengan ikut togel online akan semakin melanggengkan kemiskinan.

Perlu sekali memberikan edukasi kepada kelompok menengah ke bawah yang terhimpit masalah ekonomi. Tujuannya tentu saja agar mereka tidak terlibat di dalam togel dan terjebak di dalamnya.

Baca juga: Representasi Togel dalam Kemiskinan Masyarakat

Sehingga bagaimanapun, togel bukan menjadi alternatif dalam mengentaskan kemiskinan. Semakin terjebak seseorang dalam permainan togel, maka semakin miskin juga ia dibuatnya. Hasil instan yang ditawarkan bukanlah sebuah jaminan, tetapi menjadi perangkap dalam menciptakan kemiskinan lebih parah lagi.

Continue Reading

Sosial Budaya

Melihat Togel dalam Penyimpangan Sosial Destruktif

Published

on

penyimpangan sosial togel

Penyimpangan sosial adalah ketika sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku di masyarakat. Penyimpangan sosial memiliki konotasi negatif, atau destruktif. Contoh penyimpangan sosial di masyarakat adalah togel dan judi.

Togel dikategorikan sebagai penyimpangan sosial karena tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pelanggaran norma yang dilakukan adalah aspek sosial dan agama. Dalam keyakinan yang dipegang masyarakat, judi dan sejenisnya bisa merusak moral.

Sehingga ketika seseorang bermain togel atau judi lainnya, dapat dikatakan bahwa orang tersebut menyimpang. Penyimpangan sosial sendiri memiliki beberapa jenis.

Bentuk Penyimpangan Sosial pada Togel

Penyimpangan sosial terjadi karena banyak hal, salah satunya adalah perbedaan perspektif antar individu atau kelompok. Penyimpangan terjadi karena ada ketidaksesuaian kaidah yang berlaku pada mayoritas kelompok.

Banyak teori yang membedah penyimpangan sosial ini. Berikut ini teori penyimpangan sosial yang banyak terjadi di masyarakat:

  • Teori Differentian Assosiation

Teori ini merupakan teori yang dicetuskan oleh Edwin H. Sutherland. Penyimpangan sosial yang terjadi menurut teori ini adalah karena disebabkan pergaulan yang berbeda.

Jika melihat kasus togel, seseorang dianggap menyimpang karena memiliki pergaulan yang berbeda. Masyarakat umumnya melarang togel, ketika ada seorang pemain togel tinggal dalam kelompok tersebut maka dianggap sebagai penyimpangan sosial.

  • Teori Labelling

Teori ini dicetuskan oleh Edwin M Lemett. Teori ini memiliki pemikiran bahwa seseorang yang mendapat label atau julukan tertentu, dianggap sebagai penyimpang. Contohnya adalah si A adalah orang yang suka bermain togel, kemudian masyarakat memberi julukan padanya si pecandu togel.

  • Teori Struktur Sosial

Menurut Robert K. Merton, teori ini memperlihatkan bahwa penyimpangan sosial muncul karena adanya aturan sosial.

  • Teori Fungsi

Teori yang dicetuskan oleh Emile Durkheim ini menyebutkan bahwa penyimpangan sosial terjadi karena adanya perbedaan. Perbedaan sosial ini bisa meliputi keturunan, lingkungan, fisik, dan lainnya.

  • Teori Konflik

Teori konflik yang dicetuskan oleh Karl Marx memandang bahwa penyimpangan terjadi karena struktur. Struktur yang dimaksud adalah perbedaan kepentingan antar kelas.

Ada banyak jenis teori penyimpangan sosial. Semuanya dilihat dari bagaimana dan sumber yang menyebabkan penyimpangan itu terjadi. Sedangkan togel bisa diklasifikasikan sebagai penyimpangan labelling ataupun differentian assosiation.

Togel Menjadi Penyimpangan Sosial Masyarakat

Togel di berbagai lapisan masyarakat dianggap sebagai hal negatif. Togel dan judi lainnya hingga kini tidak bisa diterima karena unsur taruhannya. Melihat dari kondisi masyarakat saat ini, togel masih banyak dilakukan.

Banyak kelompok yang bermain togel, baik sembunyi maupun terang-terangan. Bandar togel juga bahkan melakukan promosi lewat SMS yang bisa dikirimkan kepada siapa saja. Lalu di saat semuanya serba internet, togel juga makin marak dengan adanya togel online.

Keberadaannya tentu saja membuat khawatir banyak orang. Masalahnya adalah togel menjadi masalah sosial yang cukup berbahaya. Dikatakan demikian karena bisa menimbulkan masalah yang lain.

Baca juga: Fenomena Togel sebagai Representasi Kemiskinan Masyarakat

Sebelum jauh ke sana, togel sendiri merupakan bentuk penyimpangan sosial di masyarakat. Jika melihat definisi penyimpangan, maka segala yang terjadi tidak sesuai dengan tatanan masyarakat disebut menyimpang.

Dalam bermasyarakat, tindakan individu dan kelompok diatur dalam aturan. Sehingga tidak bisa bertingkah bebas tanpa norma. Penyimpangan terhadap norma ini disebut juga deviasi.

Ketika norma agama dan norma sosial melarang adanya togel, tentu disebabkan oleh aturan di dalamnya. Togel dan judi lainnya tidak memiliki manfaat dan banyak merugikan, sehingga kegiatan ini dilarang. Maka ketika seseorang bermain togel, maka ia tidak sesuai dengan tatanan masyarakat.

Faktor Pendorong Penyimpangan Sosial dan Bermain Togel

Penyebab seseorang melakukan penyimpangan ada berbagai jenis. Faktor-faktor ini disebabkan oleh dua hal, yaitu faktor internal dan eksternal. Jika melihat pada kasus togel, apa saja yang mendorong seseorang terlibat dan dikatakan sebagai penyimpangan sosial.

  1. Faktor Internal

Faktor internal merupakan dorongan yang disebabkan oleh diri sendiri. Seseorang akan melakukan kegiatan menyimpang karena keinginan diri. Keinginan ini didasarkan oleh tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin, dan lainnya.

Jika melihat dalam konteks togel, seseorang yang mendapat dorongan secara internal ini misalnya daya pikir yang rendah. Atau memenuhi rasa penasaran dari dirinya.

  • Faktor Eksternal

Faktor eksternal dalam melakukan kegiatan menyimpang ini dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Selain lingkungan, faktor lain seperti teman, keluarga, dan masyarakat juga bisa menyebabkan perilaku menyimpang.

Seseorang yang bermain togel karena pengaruh orang lain dapat dikatakan sebagai perilaku menyimpang karena faktor eksternal. Yang paling kuat mempengaruhi seseorang bermain togel adalah teman dan lingkungan.

Ketika seseorang sudah kecanduan togel, maka harus segera dihentikan. Kegiatan yang menyimpang seperti ini jika dibiarkan akan melahirkan masalah sosial yang lebih banyak. Salah satunya adalah tindak kriminal.

Maka bagi siapa saja, hendaklah menghindari jenis togel dan judi apapun agar tidak menyalahi aturan masyarakat. Aturan disusun untuk memudahkan kehidupan manusia, jadi ketika norma tersebut dilanggar akan menimbulkan masalah baru lho.

Continue Reading

Sosial Budaya

Kebijakan Memberantas Judi Togel di Berbagai Negara

Published

on

kebijakan memberantas togel

Togel merupakan perjudian yang banyak dikenal oleh masyarakat. Hampir semua lapisan masyarakat mengenalnya. Meski demikian, judi jenis ini dilarang di berbagai negara. Sehingga muncul kebijakan memberantas judi togel ini.

Kebijakan ini tentunya disusun untuk mengatur perjudian agar tidak makin marak. Efek dari togel sendiri sangatlah buruk. Sehingga negara berupaya untuk memberantasnya.

Sedangkan di beberapa negara lainnya, togel atau judi diperbolehkan. Meski demikian, negara tetap memiliki wewenang untuk mengawasi. Judi yang legal di beberapa negara ini menjadi pajak pendapatan bagi APBN.

Penghasilan dari pajak judi di beberapa tempat seperti Singapura dan Makau, bisa menunjang pembangunan negara. Uang yang didapat ini terbilang cukup besar. Sehingga tak mengherankan jika mereka masih melegalkan judi. Termasuk jenis judi online.

Untuk negara yang tidak memperbolehkan judi jenis apapun tentu memiliki aturan sendiri. Selain menyalahi kaidah, togel dan judi jenis lainnya justru akan menambah masalah pada suatu negara.

Sehingga banyak negara yang hingga kini tetap melarang judi dan togel. Apa saja upaya yang dilakukan agar togel ini tidak semakin marak?

Kebijakan Memberantas dengan Undang-Undang Judi dan Togel

Togel bagi masyarakat merupakan sebuah penyakit yang harus dibersihkan. Pemain togel biasanya mendapat cap buruk dari lingkungannya. Sedangkan bagi negara, togel adalah sebuah masalah sosial.

Di Indonesia, perjudian diatur melalui undang- undang Nomor 7 Tahun 1947 Tentang Penertiban Perjudian. Undang- undang ini mengatur bagi siapa saja yang terlibat dalam judi. Pemain dan bandar togel, serta orang yang menyebarluaskannya akan mendapat hukuman.

Dalam satuan kepolisian, juga dibentuk tim pemberantasan togel dan judi. Satuan tugas ini juga ada di berbagai daerah. Sehingga dalam proses pemberantasannya akan lebih terdesentralisasi.

Razia togel dan judi kerap kali dilakukan. Banyak kasus togel yang ditemukan saat menjelang hari raya. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat meningkat dan mereka butuh uang.

Beberapa kasus terakhir di Tasikmalaya juga ditemukan togel dengan menggunkan dana sosial. Dana bantuan yang harusnya menjadi uang kebutuhan sehari-hari justru digunakan untuk togel.

Sebuah organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) juga dibentuk. Gerakan ini tentu saja turut serta untuk menertibkan pelaku togel.

Hukuman bagi seorang pemain judi dan togel adalah hukuman penjara maksimal enam tahun. Atau bisa juga berupa uang sejumlah maksimal Rp 1 miliar. Dengan hukuman yang berat, diharapkan masyarakat akan jera dan tidak terlibat dalam togel.

Untuk kasus togel dan judi online, kebijakan pemberantasannya juga tentu dilakukan. Salah satu upayanya adalah dengan menutup akses situs terkait. Penutupan situs dan blokir akses dengan server Indonesia ini sayangnya kurang efektif.

Hal ini disebabkan karena penyedia layanan judi dapat mengubah IP address-nya dengan cepat. Sehingga akan sulit sekali dilacak. Selain itu, pengguna bisa menggunakan server dari luar negeri dan tidak bisa dideteksi oleh negara.

Kebijakan Ketat di Korea Utara dalam Memberantas Judi Togel

Korea Utara merupakan negara dengan aturan yang sangat ketat. Beberapa kebijakannya juga cukup kontroversial. Pemimpinnya yang dikenal keras juga mendukung peraturan yang ketat ini.

Tak terkecuali pada hal togel dan perjudian. Di Korea Utara, segala jenis judi dilarang. Bagi masyarakat Korea Utara yang ketahuan bermain judi, akan dikenakan denda cukup besar. Dendanya sekitar 1000 US dollar.

Baca juga: Fenomena Togel sebagai Representasi Kemiskinan Masyarakat

Selain denda uang, ada juga hukuman berupa hukuman penjara hingga 2 tahun. Bahkan juga ada pemain judi yang dihukum hingga 3 generasi. Tentu sangat memberatkan sekali bukan?

Akan tetapi di tahun 2017, kondisi ekonomi yang buruk kemudian membuat presiden Kim Jong Un melegalkan judi pacuan kuda. Judi ini disasarkan pada kelompok kaya agar menambah pajak. Pajak ini nantinya akan menjadi penghasilan negara di tengah himpitan ekonomi yang memburuk.

Kebijakan Uni Emirat Arab dalam Memberantas Judi Togel

Togel dan judi adalah permainan yang kontroversial bagi masyarakat. Kehadirannya banyak ditolak. Meski demikian, masih banyak orang yang diam-diam dan sembunyi memainkannya.

Selain di Indonesia, togel dan judi jenis apapun dilarang di berbagai negara. Ini karena judi dan togel lebih banyak menyimpan potensi masalah dan tidak memberikan keuntungan. Justru dengan bermain togel, yang paling terdampak adalah kelompok miskin atau menengah ke bawah.

Salah satu negara yang melarang adanya togel dan judi adalah Uni Emirat Arab. Negara yang berada di kawasan Asia Timur ini sangat mengecam adanya tindak perjudian. Negara yang menganut dasar Islam ini mengacu pada nilai-nilai agama sehingga judi dianggap melenceng dari kaidah Islam.

Hukum syariah yang ditetapkan di sana membuat judi dan togel tidak diperbolehkan. Denda yang dikenakan bagi orang yang tertangkap judi sungguh besar. Denda ini berkisar pada 20.000 dirham atau kurang lebih 5400 US dollar.

Wah sangat ketat sekali ya aturan di berbagai negara ini. Dengan demikian, maka togel dan judi jenis lainnya akan sulit berkembang dan bisa diberantas.

Continue Reading

Sosial Budaya

Dampak Negatif Togel pada Masyarakat Miskin

Published

on

dampak negatif togel

Togel sudah memiliki stereotip yang buruk di mata masyarakat. Bahkan, dengan berbagai pembuktian di lapangan menunjukkan bahwa dampak negatif dari togel sangat merugikan. Berbagai kalangan, khususnya masyarakat miskin, pun tidak merasakan manfaat darinya.

Apa itu Togel?

Togel adalah singkatan dari Toto Gelap. Toto merupakan aktivitas permainan semacam lotere di Singapura. Dan, memiliki nama istilah masing-masing di beberapa wilayah. Singapore Pools merupakan operator toto resmi di Singapura. Mulai berdiri sejak 23 Mei 1968.

Togel atau toto gelap adalah jenis judi yang dilakukan dengan menebak angka secara tersembunyi. Tersembunyi yang dimaksud adalah tidak ada petunjuk dan benar-benar murni menebak.

Keluaran angka yang nantinya muncul pada hasil togel menjadi penentu siapa pemenangnya. Mudahnya cara bermain judi jenis ini membuat banyak orang tertarik. Tak menutup kemungkinan pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Kelompok masyarakat miskin menganggap dengan ikut togel bisa mendapat uang dengan cepat. Dengan jumlah taruhan tertentu, tawaran hadiah menawarkan hingga berkali-kali lipat. Iming-iming seperti ini yang membuat orang ingin bertaruh.

Pada masyarakat miskin, togel tumbuh dengan subur. Hal ini juga dipengaruhi dengan togel juga terbentuk dari kelompok masyarakat menengah ke bawah. Bandar togel pun kadang memberikan slot taruhan yang murah agar mereka mau ikut bermain togel.

Banyak kasus ditemukan bahwa pemain togel ini adalah orang yang terhimpit masalah ekonomi. Harapannya adalah hadiahnya bisa mengatasi permasalahan ini. Padahal ini akan membuat masalah semakin berlanjut. Dampak apa saja yang bisa timbul?

Dampak Togel: Masyarakat Miskin Semakin Terjebak Masalah Ekonomi

Bahaya Bermain Togel Online

Bermain togel bukanlah sebuah solusi dari masalah ekonomi. Dengan bermain togel, maka orang akan semakin banyak kehilangan uang. Jumlah kemenangan dengan kekalahan akan berbanding terbalik.

Bagi pihak bandar togel pun pasti sudah menggunaka strategi agar pemenang togel bisa diatur. Sehingga kemungkinan menang menjadi kecil. Maka jangan pernah berharap untuk meraih keuntungan dengan bermain togel.

Kemiskinan yang dihadapi oleh banyak orang membuat mereka ingin mendapat uang dengan cepat. Ketika mereka terlibat judi, uang yang didapat justru cepat habis. Banyak orang yang sudah bangkrut gara-gara permainan togel ini.

Tindak Kriminal Meningkat pada Masyarakat Miskin Akibat Togel

Ketika seseorang yang mengalami kesulitan finansial bermain togel, maka ia seolah-olah masuk ke kandang buaya. Ia berharap mendapat keuntungan dari togel, akan tetapi justru permasalahan ekonomi lainnya akan muncul.

Pemain togel yang sudah mengalami kecanduan akan melakukan togel terus menerus. Bahkan ketika ia bangkrut, keinginan bermain togel tetap ada. Sehingga ia akan melakukan banyak cara agar mendapat uang.

Kasus yang paling banyak dari tindak kriminal akibat togel ini adalah pencurian. Pencurian dilakukan oleh pemain togel yang kehabisan uang. Ketika ia ingin bermain dan tidak punya uang, maka ia akan mengambil uang milik orang lain.

Sementara laporan lain juga menyebutkan, tindakan kriminal ini bisa mengarah pada kekerasan. Misalnya adalah dengan melakukan begal atau pencopetan. Beberapa kasus begal dilandasi karena butuh uang bermain togel.

Kasus di Cina, seorang perempuan menjadi pengemis dengan memaksa untuk mendapat uang sebagai taruhan. Ia kecanduan bermain judi dan kehabisan uang sehingga memaksa orang untuk memberikan uang padanya.

Sehingga hal seperti ini lah yang meresahkan masyarakat. Angka kriminalitas akan semakin meningkat seiring naiknya angka pemain togel, khususnya pada masyarakat miskin. Maka dampak negatif ini juga akan berimbas kepada orang lain.

Membuat Masyarakat Miskin Terlilit Utang

Kebangkrutan dalam bermain togel tentu tidak dapat dihindari. Itu sudah menjadi salah satu dampak negatif togel yang paling nyata. Meskipun dengan nominal sedikit, kerugian tetap saja bernilai bagi pemainnya. Ketika mereka sudah bangkrut, hal lain yang muncul adalah melakukan pinjaman atau utang.

Mereka meminjam uang hanya untuk memenuhi keinginannya bermain togel. Atau yang banyak terjadi adalah untuk menutupi kebangkrutan yang dialami. Sehingga ini justru semakin menambah masalah.

Bagi masyarakat miskin, masalah finansial menjadi sangat penting jika tidak hati-hati. Maka ketika mereka terlibat togel, lalu bangkrut, maka akan semakin terperosok ke dalam jurang kemiskinan yang lebih parah.

Apalagi jika utang yang diambil berasal dari rentenir dengan bunga tinggi. Biasanya keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Maka jangan pernah untuk coba-coba bermain togel dan judi jenis apapun.

Dikucilkan oleh Masyarakat

Pemain togel akan mendapat sebutan yang tidak menyenangkan di lingkungan tempat tinggalnya. Hukum sosial sering kali cukup keras pada pencandu judi. Dan ini bagian dampak negatif togel yang juga sering terjadi. Ini karena tidak sesuai dengan norma masyarakat yang berlaku. Masyarakat menganggap orang yang kecanduan togel adalah penyakit masyarakat.

Akibatnya adalah masyarakat akan mengucilkan pecandu togel. Jika hidup di lingkungan yang mengucilkan pecandu togel, tentu akan menjadi tidak nyaman.

Pun jika seorang pecandu togel tinggal di lingkungan penjudi, lingkungan tersebut tidak akan baik bagi kehidupannya. Apalagi jika orang tersebut memiliki keluarga dan anak di bawah umur. Maka akan memiliki risiko terpengaruh lebih besar.

Hal lain yang mungkin muncul adalah KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga. Orang yang kecaduan togel, apalagi dari kalangan miskin dan finansial tidak stabil memiliki risiko KDRT lebih besar.

Ketika seseorang kalah bermain maka akan meluapkan emosinya di rumah. Sehingga akan berdampak dengan keluarganya.

Baca juga: Fenomena Togel sebagai Representasi Kemiskinan Masyarakat

Fenomena Judi Online

Seiring dengan perkembangan teknologi, judi togel pun bertransformasi menjadi online. Ini memudahkan para pecandu untuk melakukan aksinya. Mereka dapat bermain togel dimana saja kapan saja. Asal ada akses internet. Mereka dapat memasang togel setiap pasaran, hanya melalui handphone.

Sebenarnya, selain togel, ada begitu banyak jenis judi lain yang saat ini merambah dunia online. Seperti situs judi bola, judi poker, Live Casino, hingga agen SBObet. Menjamur. Semua dapat dengan mudah diakses melalui smartphone.

Dalam hal, kita semua sebaiknya memiliki kontrol lebih. Agar, tidak tergoda dengan iming-iming kemenangan dari berbagai jenis judi online.

Continue Reading
Advertisement

Trending