Connect with us

Opini

Umat Islam Diambang Kehancuran?

Published

on

umat islam dan kehancuran islam

Belakangan ini konflik atas nama agama sering kali mencuat. Baik di dunia maupun di Indonesia. Islam menjadi salah satu agama yang paling banyak mendapat sorotan dan pembicaran publik. Baik dari kalangan umat Islam sendiri, maupun umat non muslim.

Islam dinilai sebagai agama radikal yang dianggap sering memicu pertikaian.

Apa yang sebenarnya terjadi? Ada banyak faktor penyebab. Baik dari sisi internal Islam sendiri maupun dari sisi eksternal atau non muslim.

Dalam tulisan ini, penulis ingin mengedepankan persoalan dari faktor internal Islam. Karena sebelum berbicara keluar, adalah lebih baik melakukan koreksi kedalam.

Sebagai umat Islam, jelas kita akan marah jika dituding sebagai ‘biang kerok’ pertikaian. Namun kita tidak bisa sepenuhnya membabi-buta menyalahkan umat lain. Pasti ada alasan yang cukup mendasar bagi ‘mereka’ memandang seperti itu.

Setidaknya, beberapa fakta menyebutkan 10 Jaringan Teroris Paling Berbahaya Di Dunia  semuanya bernuansa Islam. Sebut saja seperti; ISIS (Negara Islam di Suriah dan Irak), Al-Qaeda, Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Taliban, Taliban – Pakistan, Al-Nusra Front, Boko Haram, Jemaah Islamiyah (JI) dan kelompok sempalan, Abu Sayyaf, dan  Lashkar-e-Taiba.

Kita bisa saja berkilah bahwa itu bukan umat Islam. Dan beberapa menyebutkan bahwa teroris tersebut adalah bentukan orang-orang kafir non Islam yang ingin merusak nama baik Islam.

Tapi kita juga tidak bisa mengelak, berapa banyak orang-orang Islam yang terlibat ‘jihat’ melalui gerakan teroris tersebut. Termasuk Indonesia. Bahkan, beberapa organisasi masyarakat (Ormas) bernuasana Islam di Indonesia pun secara terang-terangan berpihak kepada salah satu gerakan teroris tersebut.

Umat Islam FPI

Oke, kita bisa saja mengatakan itu adalah ulah oknum. Dan tidak semua Islam begitu. Islam adalah agama ‘rahmat bagi semua umat’.

Tapi kenyataannya memang, Islam sering terlibat konflik. Bahkan tidak hanya dengan agama lain, di dalam tubuh Islam sendiri sering terjadi konflik. Seperti konflik berkepanjangan “Sunni vs Syiah” atau tentang wahabi dan lainnya.

Di Indonesia sendiri pun sama. Konflik berbagai perbedaan pendapat pun sering terjadi. Baik konflik karena perbedaan aliran, maupun hal lainnya. Bahkan, tokoh agama satu dengan tokoh agama lain pun, berkonflik.

Jelas dan pasti, setiap kelompok, golongan, aliran, atau pendapat, mengklaim bahwa pihak merekalah yang paling benar. Dan trend meng-kafir-kan pihak yang berseberangan pun telah menjadi kebiasaan dan totonan publik.

Tidak hanya itu. Hal-hal remeh temeh tentang ‘halal’ atau ‘haram’ mengucapkan selamat natal pada kaum Nasrani pun, menjadi konflik yang tidak berkesudahan. Setiap tahun. Setiap kali menjelang Natal Umat Kristen, para tokoh agama berbeda pendapat dan menjadi konflik ditengah umat Islam.

Dan parahnya, konflik ini mengemuka ditengah publik dan menjadi tontonan umat dari agama lain. (Apa tidak malu)

Kita sebagai umat Islam mungkin punya alasan dalam hal ini. Setiap tokoh agama pun punya alasan sendiri untuk tetap bertahan dengan dengan pendapatnya.

Tapi persoalannya, apa yang difikirkan oleh umat non muslim melihat berbagai konflik tersebut?

Sejauh ini, mungkin cukup menjadi alasan bagi pihak luar untuk menuding Islam sebagai sumber konnflik. Apa pun alasannya!!!

Siapa Musuh Umat Islam?

Sudah jelas dan pasti, untuk yang satu ini kita akan kompak menjawab dengan tegas. Yahudi!… Itu musuh Umat Islam. Para kafir, Zionlis, Laknattullah!!! Mereka memang tidak mau melihat Islam berkembang besar. Mereka melakukan berbagai cara dengan kelicikannya agar Islam hancur!!..

Lihatlah, bagaimana mereka membentuk organisasi teroris yang mengatasnamakan Islam. Agar nama Islam hancur dimata dunia.

Itu hanya contoh kecil. Mereka juga menjajah dari berbagai sektor, termasuk ekonomi dan menyusup untuk melakukan adu domba antar sesama umat Islam.

Dan, mereka juga sangat memandang rendah Umat Islam!!! Mereka menjajah negara-neraga Islam yang kaya Sumber Daya Alam.

Untuk itu kita harus bersatupadu bangkit dan melawan. Walau nyawa taruhannya. Kita jihat di jalan Allah.

Begitulah.. ya, begitulah..

Kata-kata itu selalu mencuat ditengah mayoritas umat Islam. Kita selalu gemar menyalahkan.

Saya petik dari salah satu tulisan berjudul; Kemunduran Umat Islam Karena Umatnya Malas Membaca?  Sebagai renungan agar kita tidak selalu menyalahkan orang luar termasuk Yahudi.

Moshe Dayan seorang politisi dan pimpinan militer Israel berkata “Ada 3 kelemahan muslim saat ini;

  • Mereka malas,
  • Mereka tidak mempelajari sejarahnya sendiri,
  • Mereka itu kaum yang spontan dan tak terencana.

Di lain waktu, Moshe Dayan berujar, “Apakah kalian pikir orang Arab akan pernah bisa mengalahkan kalian?” Dia menjawab, “Tidak sampai mereka terlebih dulu belajar bagaimana membuat garis lurus ketika naik bus.” (maksudnya berbaris rapi dan naik bus satu per satu, tidak bergerombolan dan berebutan seperti yang umumnya kita lakukan).

Setelah mengungkap rencana Zionis untuk menduduki Palestina dipublikasikan pertamakali lima puluh tahun sebelum Pendudukan mantan Menteri Pertahanan Israel Moshe Dayan, ditanya dalam sebuah wawancara: “Apakah Anda tidak takut orang-orang Arab akan membaca rencana Anda dan mempersiapkan diri mereka?”

Tanggapannya, ”Yakinlah, orang-orang Arab adalah bangsa yang tidak membaca, dan jika mereka membaca mereka tidak mengerti, dan jika mereka memahami mereka tidak bertindak.”

DR Raghib As-Sirjani dalam sebuah buku mengutip kalimat seorang Yahudi, “Kita orang Yahudi tidak takut dengan umat Islam, karena umat Islam adalah umat yang tidak gemar membaca”.

Melihat dari fakta tersebut diatas, artinya jelas mereka Yahudi sangat memandang rendah umat Islam. Dimata mereka, umat Islam bodoh dan tidak suka belajar (membaca).

Bagaimana? Marahkah dikatakan seperti itu ? Jawabanya, untuk apa? Memang terbukti bahwa muslim tak suka belajar (membaca).

Bagaimana dengan negeri kita Indonesia ? ya, lebih kurang sama. Negeri yang mayoritasnya beragama islam dan jumlahnya terbesar di dunia, dengan kata lain kaum yang tidak gemar membaca sebagian besar ada disini. Bermukim ditengah – tengah kita. Atau mungkin kita salah satunya.

Terbukti, bahwa masyarakat indonesia atau kalau boleh disebut muslim Indonesia adalah kaum mayoritas yang tak suka belajar dan membaca!

Masih Ingin Menyalahkan Yahudi?

Kita bodoh karena kita tak suka membaca, setidaknya itu yang mesti diakui. Tiada guna mengatakan “Yahudi Musuh Islam, mereka jahat, mereka menghancurkan islam!”

Inilah beberapa faktanya.

Pertama, Survei prestasi membaca anak Indonesia dalam Progress of International Reading Literacy Study 2011 menempati peringkat 42 dari 45 negara.

Kedua, beradarkan rilis dari beritamaluku.com

  • Indeks kegemaran membaca orang pribumi hanya 0.001. Artinya, dari seribu penduduk Indonesia hanya satu orang yang gemar membaca. Bandingkan dengan Singapura, ada 45 orang gemar membaca dari jumlah survei 100 orang.
  • Waktu membaca per hari di USA dan Jepang, rata – rata jumlahnya 8 jam. Sedangkan Indonesia, hanya 2 jam dalam sehari. Masyarakat kita habis waktunya oleh bergosip, main game bertema kekerasan dan menonton di saluran tak mendidik.
  • Di Negara maju, siswa sekolah menengah wajib khatam membaca sejumlah buku. terutama karya sastra, sebelum menyelesaikan studinya. Misalnya, Perancis dan Belanda 22-23 buku per tahun, Jepang 15 buku per tahun, Malaysia 6 buku per tahun, Thailand 6 buku per tahun, Hindia Belanda(Indonesia) 25 buku per tahun.

Musuh Islam Adalah Umat Islam Yang Bodoh Dan Egois

Tahukah, bagaimana orang bodoh dan egois ketika bereaksi? Spontanitas, tidak terencana dan cenderung mengandalkan fisik. Memaki dan emosional. Menyerang dengan membabi buta.

Mari kita lihat lagi penomena di sekeliling kita. Begitu banyak umat Islam yang reaktif dan cenderung radikal.

Setiap menghadapi berbagai persoalan, reaksinya adalah; bunuh, bakar, gorok, ganyang, dan berhamburan kata-kata makian.

Apa yang didapat? Jelas kehancuran dipihak sendiri. Di Timur Tengah, umat Islam membuat medan perang di rumahnya sendiri. Perang yang memusnahkan peradaban Islam itu sendiri.

Dan ironisnya, dari hasil perang sesama mereka maka hasilnya pihak luar yang memetik keuntungan.

Bagaimana di Indonesia?! Memang belum parah, tapi berbagai konflik sudah mulai mencuat. Trend mengkafir-kafir-kan sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial. Bunuh, bakar, gorok, ganyang, dan hamburan kata-kata makian, seolah menjadi gaya hidup. Umat Islam begitu mudah di adu domba.

Syekh Umar Tilmisani berkata “Jangan sampai kalian hanya bisa melaknat orang zalim, tetapi pikirkanlah bagaimana menghentikan kezalimannya itu?!”

Tidak lah salah, jika orang Yahudi menganggap orang Islam rendah. Karena begitulah mayoritasnya. Serta bukan perkara susah, jika mereka menghancurkan umat Islam. Sebab mereka dikenal suka belajar membaca buku. Oleh karena itu pula, mereka jadi mengetahui sejarah islam dan peradabannya dan itu modal besar untuk memperdaya bangsa Islam.

Apakah umat Islam gemar mempelajari sejarah Islam? Apakah mayoritas Umat Islam mempelajari sejarah Yahudi??!!!

Sebagian besar tidak! Meraka Cuma tahu, Yahudi musuh. Cuma itu! Tentang bagaimana Yahudi bisa menguasai dunia. Jawabannya, paling banter; “Yahudi licik dan menghalalkan segala cara” dan tidak ada upaya lebih untuk mengetahui latar belakangnya.

Yahudi adalah manusia yang gemar belajar dengan membaca. Mereka menguasai ilmu pengetahuan, sains, dan segala sesuatunya. Umat Islam, mayoritas hanya punya mulut dan emosi. Lebih suka menyalahkan orang lain, sehingga lupa memperbaiki diri sendiri.

Dalam sejarah Islam, kita mencatat bahwa perpustakaan Islam menjadi perhatian utama dari para khalifah. Maka tidak mengherankan jika sejarah mencatat bahwa perpustakaan umat Islam pada waktu itu sangatlah besar dan baik di dunia.

Diantaranya, perpustakaan Bagdad, Kardova. Isybiliah, Gharnathah, Kairo, Da­mas­kus, Tarabulus, Madi­nah dan Al-Quds.

Namun kini umat Islam mengalami berbagai kemunduran dalam aktivitas membaca. Terutama membaca dalam pengertian yang berkualitas menghasilkan ilmu, menghasilkan keterampilan khusus dan meraih pengetahuan yang tinggi.

Umat Islam membaca sekedar memenuhi fungsi hobi rekreasi dan hiburan. Membaca bukan lagi kebutuhan mendasar dan panggilan teologis sebagai­mana telah dipraktikkan Rasulullah dengan menebus tawanan yang mau mengajarkan umat Islam membaca.

Sejarah juga mencatat bagaimana kejayaan Islam dimasa lalu karena umat Islam dibangun dengan budaya baca yang sangat tinggi. Begitu besar minat baca umat muslim saat itu kemudian bisa melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti Ibnu Syna, Ibnu Rusdy, Imam Ghazali, dan masih banyak lagi yang lainya.

Masjid-masjid tidak hanya digunakan untuk mempelajari Al-Qur’an saja, tapi juga mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan umum dan teknologi. Masjid di saat itu juga menyediakan perpustakaan yang menyediakan buku-buku yang dipelajari oleh umat Islam.

Dahulu, di era kejayaan Islam, hampir setiap Masjid memiliki Perpustakaan, Sekarang?

Bagaimana dengan Masyarakat Indonesia? Sebagai bangsa  yang mayoritas muslim ternyata juga memiliki budaya baca yang masih rendah.

Umat Islam Tertutup Dengan Nilai-Nilai Kebenaran

Islam menyuruh umatnya untuk IQRA (membaca), bukan dengan bunuh, bakar, gorok, ganyang, dan melakukan perlawanan dengan kata-kata makian.

FPI - Front Pembela Islam

FPI (Front Pembela Islam) ormas dikenal cukup radikal di Indonesia | Photo moneter.com

Membaca adalah belajar. Membaca membuat kita menjadi manusia yang berwawasan dan membentuk umat yang beradab dan maju. Lucu rasanya, jika umat Islam dapat perintah IQRA tetapi umat lain yang melaksanakannya.

Jadi jangan salahkan umat lain jika Islam secara perlahan tergilas oleh perkembangan zaman. Bahkan diinjak dan dijajah dari berbagai sektor. Karena itu hukum alam, yang bodoh akan berada dibawah.

“Menurut mereka, umat Kristen itu tidak seperti Islam. Mereka tidak frontal. Biasanya mereka akan menjawab (buku) dengan buku.”

Miris bukan?! Ya begitulah kenyataannya. Islam sudah kehilangan kharismanya di mata umat lain. Beringasan, tidak punya tradisi menulis dan membaca.

Umat lain berperang dengan pengetahuan. Mereka banyak mencipta hal-hal baru. Mereka tidak membalas tekanan dengan ancaman dan hujatan. Mereka dengan tenang menanggapi semua itu dengan cerdas. Bukan dengan sikap beringas yang kampungan.

Dalam sebuat tulisan digambarkan;

ketika seseorang melakukkan penelitian untuk tesisnya tentang penerbitan buku, Da Vinci Code di Indonesia. Awalnya khawatir akan menyinggung rasa keragaman Katholik, ternyata penerbit memandang umat tersebut jauh lebih demokratis, terbuka, dan tak bertindak kekerasan dibanding kalangan Islam.

[Lihat saja bagaimana ketika karikatur atau fitnah ditujukan kepada Nabi Muhammad. Reaksi umat Islam menggila. Memaki, mencaci, dan mengancam. Cenderung bertindak secara fisik. Bukan membalas dengan ilmu dan cara elegant yang mampu menjatuhkan lawan]

Katholik?? Biasanya, bila ada kritik, mereka menanggapinya secara kritis pula. Ini terbukti dengan terbitnya banyak buku dan digelarnya forum-forum diskusi untuk mengkritisi atau mengiringi karya Dan Brown tersebut. Demikian hasil diskusi informal penerbit tersebut dengan anggota Indonesian Conference, Religion, and Peace (ICRP) dari kalangan Kristen/Katolik.

Beda bukan, jika nilai-nilai ajaran Islam yang dikritisi? Alih-alih menanggapi secara kritis pula. Mayoritas umat Islam langsung emosi dan bereaksi dengan kata KAFIR!!!

Benarkah Umat Islam Diambang Kehancuran?

Benar, Islam saat ini mulai mengarah ke jurang kehancuran. Selain menghadapi berbagai konflik internal akibat keegoisan antar tokoh beragama yang merasa pihaknyalah yang paling benar. Islam akan semakin terpuruk karena mayoritas umatnya tidak pernah mau belajar.

Siapa yang paling bertanggungjawab? Mereka para tokoh agama dan seluruh umatnya

Agama sejatinya, akan membuat umatnya sebagai manusia yang mempunyai ahlak dan moral yang baik. Serta mampu menjadi khalifah dimuka bumi ini. Namun ketika salah dalam menterjemahkan ajaran-ajaran dari agama itu sendiri, maka, akan menimbulkan polemik hebat dalam kehidupan sosial. Ini sangat berbahaya.

Dalam hal ini, tokoh agama memiliki peran penting dalam memberi warna ajaran agama kepada pemeluknya. Mereka bisa memberi sentuhan nilai-nilai kebijaksanaan yang membawa umat sebagai mahluk yang arif  atau sebaliknya, menumbuhkan sikap egoisme dan ekstrimis.

Islam adalah agama yang sangat universal. Dalam menterjemahkan nilai-nilai ajaran agama, sangat tergantung dengan karakter dan sifat manusia yang mempelajarinya. Hal ini pula yang kemudian, membuat munculnya berbagai konflik dalam menterjemahkan makna dari ajaran agama itu sendiri.

Implementasi agama cenderung berbeda dari satu umat dengan umat yang lain. Walau pun agama nya sama. Ada yang terlihat anarkis dan ada pula terlihat bijaksana.

Lihat saja buktinya, begitu banyak aliran dalam agama Islam. Setiap tokoh agama memiliki pandangan masing-masing tentang nilai-nilai ajaran yang terkandung dalam Islam.

Antara satu dengan yang lain, terkadang memiliki pandangan yang jauh berbeda. Latar belakang pengetahuan dan wawasan memberi peran penting dalam pemaknaan ajaran agama itu sendiri.

Sebagai contoh kecil, dimana penulis sebutkan diawal. Tentang perbedaan pendapat ‘halal’ atau ‘haram’ mengucapkan selamat natal. Ini bukti nyata, tokoh agama mempunyai peran penting dalam memberi warna ajaran agama itu sendiri.

Harus kita akui, seorang pemeluk agama yang baik dan taat, akan sangat susah melihat nilai-nilai kebenaran dari pihak lain. Apalagi dari agama lain.

Persoalannya, ketika si pemeluk agama memiliki jiwa picik dan tidak bijaksana, maka akan timbul sikap egois yang cenderung merasa paling benar. Dan celakanya, akan men-judge, pihak lain salah.

Dewasa ini, tindak kekerasan dan penghakiman secara sepihak dengan mengatasnamakan kebenaran agama sering terjadi. Ini pun, karena pengaruh tokoh agama yang cenderung memprovokasi umat.

Yang lebih ironis, jika tokoh agama yang memiliki kepentingan politik. Agama dapat saja menjadi kenderaan murah untuk mencapai kepentingan. Lalu, di perparah oleh mayoritas umat yang miskin ilmu dan wawasan. Maka lengkaplah sudah…

Ini bukan soal, syiah, sunni, wahabi, salafi, atau apa pun namanya itu. Tapi tentang sifat dan karakter manusia.

Manusia yang mempunyai ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas. Disertai jiwa dan sifat yang baik. Jelas akan memberi warna Islam sebagai agama khalifah di muka bumi.

Tapi, jika umat Islam di dominasi dengan orang-orang berpikiran sempit, bodoh, egois, disertai nafsu dan kepentingan. Islam jelas akan semakin dekat ke jurang kehancuran.

Islam menghadapi banyak musuh. Dan musuh utamanya adalah mayoritas kebodohan dari umatnya sendiri. Kita belum tentu hancur oleh musuh Yahudi atau Zionis. Tapi hancur oleh pertikaian antar sesama umat Islam yang egois dan miskin ilmu.

Umat Islam bisa diadu domba dan dijajah, karena kebodohan.

Untuk itu, sudah saatnya umat Islam bangkit, berjuang, berjihad, dan menumpahkan darahnya. Tidak perlu ke Palestina, Suriah, atau Turki. Itu konyol jika hanya bermodalkan emosi, mulut besar, pentungan, nekad, dan otot. Disana nuklir berbicara, yang dilepaskan oleh musuh dari jarak jauh dan mungkin sambil bermain game di komputer.

Berjuanglah untuk menggali ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Mengejar ketertinggalan yang memang sudah tertinggal sangat jauh. Hanya itulah langkahnya. Sebelum semuanya terlambat.

Oya, anda dapat membaca artikel-artikel spiritual saya di BLOG NEUROLISM

Blogger dan SEO Expert di Garuda Website. Sebuah perusahaan Web Developer di Jakarta Indonesia

28 Comments

28 Comments

  1. Saroedwan

    Maret 20, 2016 at 10:30 pm

    Ilmu logika di dapat dari membaca semakin baik logika seseorang, agama menjadi sesuatu yang irrelevant. seperti buah simalakama!

  2. ghandy

    Maret 31, 2016 at 11:31 am

    mampir sambil kenalan jalin silaturahmi

  3. tgh

    September 14, 2016 at 8:43 am

    umat islam membaca kok, tapi yang dibaca hanya quran dan hadiths saja. itulah sumber kehancuran.

  4. Wino

    September 14, 2016 at 11:33 am

    Sejarah udah membuktikan dimana runtuhnya Roma sbg negeri adidaya Eropa saat itu hanya bisa terjadi karena dilakukan oleh org Roma sbg pihak dalam

    Begitu juga agama, siapa yg bisa menghancurkan agama ? Ya unat nya sendiri

  5. Keras T.

    September 14, 2016 at 3:23 pm

    Berbagai tulisan yang membahas Islam akan hancur atau diambang kehancuran selalu saja muncul setiap beberapa bulan dan tahun. Di perpustakaan ataupun tempat penyewaan buku di kotaku sudah sering kulihat berbagai buku, analisis ataupun artikel dengan tahun terbit berbeda2, judul berbeda2 tapi intinya serupa, yaitu membahas kehancuran Islam. Berbagai sisi tema dibawakan untuk menjelaskan bagaimana Islam akan hancur, mulai dari tema agama, sosiologi, sejarah, politik, ilmu pengetahuan, masa lalu, masa depan dan lain sebagainya. Seolah tema2 itu menjadi rute yang pasti untuk menjelaskan bagaimana Islam akan hancur.

    Pada kenyataannya, tulisan2 tersebut tak lebih dari sekedar menerawang, tebak tebakan, meramal belaka, hipotesa yang tak kunjung berubah menjadi teori. Kenyataan yang terjadi adalah Islam selalu “selamat” dari kehancuran. Islam tidak pernah membosankan untuk dibahas oleh umatnya maupun non Islam. Setiap tahun, setiap lustra, setiap windu, setiap dasawarsa dan setiap tahun2 berikutnya selalu ada pembahasan baru tentang Islam, apapun itu, iya tidak? Ini membuktikan Islam benar-benar “selamat” dari kehancuran, disaat tersulitpun keberadaannya terus berlanjut, terus exist. Terkadang aku heran dengan latar belakang tulisan2 yang mengangkat tema kehancuran suatu kepercayaan/agama, apakah karena persaingan antar agama? ataukah ingin terlihat sebagai penulis yang kritis dan berpengetahuan luas ? ataukah hanya sekedar hobi menulis yang penting income mengalir? ataukah sebuah sindiran membangun untuk umatnya masing2 ? tapi apapun alasannya aku suka membaca hal2 tersebut, dengan isi yang bervariasi, analisa berbeda2, sudut pandang berbeda2.

    Menurutku jika ingin benar2 mengangkat tulisan kehancuran suatu kepercayaan/agama, ambillah pembahasan yang pasti, ambillah suatu kepercayaan yang benar2 akan redup, tak perlu jauh2, sebagai contoh agama Kaharingan, agamaku, agama nenek moyang dan leluhurku yaitu suku dayak. Agama Kaharingan sudah dipastikan diambang kehancuran dan tak bertahan lama, dulu Kaharingan secara umum masih bisa disebut agama, tapi seiring berjalannya waktu tak dapat mempertahankan diri dari perubahan dan perkembangan zaman, sekarang Kaharingan lebih dikenal sebagai kepercayaan tradisional, bahkan orang luar lebih mengenalnya sebagai salah satu adat istiadat suku dayak. Hanya sedikit sekali yang mengetahui bahwa Kaharingan adalah agama.

    • Simatupang

      September 16, 2016 at 8:16 am

      Betul juga ya kang, Islam semakin diperbincangkan, semakin terasa kehadirannya. Kenyataan yang tak terelakkan

    • sexy girl

      September 20, 2016 at 3:51 am

      Iya… Bener tuch. Ini tulisan gak mutu. Soalnya, mengkritik. Kita hanya butuh sanjungan. Islam sudah is the best dari segi jumlah. 😀

  6. zen

    September 14, 2016 at 3:24 pm

    Umat Islam sudah membaca dari sumber yang sangat pasti.
    Hanya saja banyak yang menyempitkan tafsir dari arti kata membaca.
    Sehingga terjadilah kesibukan memelintir kan pemahaman.

  7. Milanisti

    September 14, 2016 at 5:12 pm

    Hmm…..melihat keadaan yang terjadi belakangan ini, dapat saya simpulkan tulisan diatas akan sulit untuk di cerna oleh kelompok beragama maupun oknum agama!

    Kalau saya probadi sih, tulisan diatas ada benarnya!

  8. yulia

    September 14, 2016 at 11:00 pm

    penulis hanya melihat dari satu sisi, biasanya ini adalah typical kafir dan yahudi, secara luas, Islam sudah berkembang pesat, banyak orang mempelajari ajaran Islam bukan dari perilaku pemeluknya, karena jika bicara ajaran maka konteksnya adalah berbeda dgn perilaku pemeluknya

  9. Muhammad Abdillah

    September 15, 2016 at 10:38 am

    Siapa bilang ISLAM diambang kehancuran..?
    Bukti nyata bukan rekayasa bahwa pada saat ini ISLAM justru sedang berkembang dinegara kafir khususnya eropa.
    Mereka berbondong2 SYAHADAT memeluk ISLAM.

    Islam dpt berkembang bukan dengan tulisan atau byknya membaca…?
    Tapi Islam berkembang dengan pengorbanan diri harta dan waktu utk belajar meluangkan sedikit harta kita, diri kita, waktu kita utk mendakwahkan ini Agama.

    Wallahu a’lam.

  10. elfan

    September 15, 2016 at 10:45 pm

    JANGAN KAU LECEHKAN ISLAM, TAPI LECEHKAN UMATNYA, KAUM MUSLIM KARENA TAK MAMPU MEMAHAMI ISLAM DENGAN SEMPURNA!

    Jangankan kaum Muslim ya umat manusia pun bisa diganti Allah SWT dengan makhluk-Nya yang baru.

    Dan berjihad(berjuang)lah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu (Hai Muhammad) dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan (atau kesulitan). (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang MUSLIM dari dahulu (sebelum Ibrahim), dan (begitu pula termuat) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. ﴾SQS. Al Hajj, 22:78﴿

    Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian. ﴾SQS. An Nisaa, 4:133﴿

    Reformasi pemahaman atas ‘paham’ Islam selama ini

    simak kata sang pengamat satu ini:

    Islam adalah agama yang sangat universal. Dalam menterjemahkan nilai-nilai ajaran agama, sangat tergantung dengan karakter dan sifat manusia yang mempelajarinya. Hal ini pula yang kemudian, membuat munculnya berbagai konflik dalam menterjemahkan makna dari ajaran agama itu sendiri.

    https://www.garudacitizen.com/umat-islam-diambang-kehancuran/

  11. Wal Suparmo

    September 16, 2016 at 4:06 am

    Menurut VANCA peramal wanita buta dari Hongaria yg meramal tahun 1985 bahwa orang NEGRO yg pernah tinggal di Asia( didak tahu Indonesia), Yg akan jadi presiden Amarika( dianggap tidak munkin). Meramal bahwa agama islam justru akan mendominasi Eropa tahun 2038 tetapi akan LENYAP dari dunia( diganti agama lain ), baru TAHUN 2085.Tenang pak masih LAMA. Dan kita tidak akan mengalaminya.

    • Priadi

      September 18, 2016 at 2:04 pm

      Betul kita lihat jumlah penganut muslim di eropa bertambah banyak di israel sendiri penganut muslim juga bertambah gejala apakah ini saya tidak menyalakan tulisa di atas tapi tulisan tersebut terlalu teoritis dan didasari dengan logika emosi tidak dilihat dari kaca mata orang orang yang pindah agama dari agama lain masuk ke agama islam saya yakin islam tidak akan hancur karena Allah sudah menjanjikan dalm kitab suci Allquran dan sekarang orang islam juga sudah banysk yang cedas dan juga sudah banyak yang tidak sepicik seperti yang di tulis diatas saya melihat orang islam justru sedang menuju ke suatu proses menuju kejayaan islam coba kita baca Alguran dan terjemahan nya lalu kita lihat apa yang ter jadi di dunia saat ini maka tanda tanda tersebut sudah mulai terlihat

      • Dedi Ariko

        Agustus 23, 2018 at 3:10 am

        Semakin berkutat kalian mengatakan bahwa kalian baik-baik saja. Semakin berkembang. Terbaik. Tersuci dan ter-ter lainnya, kalian semakin tidak belajar. Dan itu akan membuat kalian stagnasi.

        Agama Kristen juga pernah menglami kondisi-kondisi kritis yang membuatkan lahirnya Protestan. Namun saat, secara mayoritas dan tentunya standar global, Agama Kristen belajar dari masa lalu. Dan mereka saat ini lebih dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Saat ini lebih fleksible.

        Fanatisme buta dan merasa di puncak pengetahuan tanpa melihat realitas adalah kerugian ditengah dunia yang terus bergerak maju

  12. djamal

    Oktober 8, 2016 at 5:43 pm

    Klu tulisan nggak mutu masik mending bisa nulis,dp anda sexigirls cuma bisanya nyocot doang,udah bodoh egois itulah kebodohan nya,klu memang anda mengatakan tulisan tak bermutu coba berikan sanggahan yang ada fakta nya 2dan sumber sumbernya jelas jadi dakusah mengolok olok, agar kita sebagai umat islam nggak dicap bodoh kayak anda sexi girl oke.

    • Pitbull gahar

      Agustus 9, 2017 at 11:36 am

      Tuhan pencipta alam tidak bikin agama.baik agama yahudi,kristen,islam,hindu,budha dll.Tuhan hanya menyuruh manusia untuk mendengar dan melaksanakan perintah2nya.jadi klo ada yg bilang tuhan beragama tertentu.itu pasti bukan tuhan.tapi setan neraka .renungkanlah….

  13. Riniandalan

    Februari 9, 2017 at 12:19 pm

    Komentar: ikutlah gejawen

  14. hamidun

    Februari 11, 2017 at 7:02 pm

    waktu kepunahan islam kelak ketika mereka bersatu memerangi Yahudi dan mau merenut Yerusalem…saat itulah allah menrunkan api dari langit membakar mereka. kitab zakaria 14

  15. Indra

    Mei 11, 2017 at 6:15 pm

    Islam bersatu

  16. Wasesa

    Agustus 15, 2017 at 1:44 am

    Mantap

  17. Wasesa

    Agustus 15, 2017 at 1:45 am

    Ya, ilmu harus terus di gali, penulis mantap

  18. Asyeara

    Agustus 10, 2018 at 3:13 pm

    Pernahkan kita sesekali berpikir…bahwa muhamad seorang penipu…
    Mengaku diri nabi dengan menakut nakuti orang dengan surga dan neraka..
    masak jin yg pertama percaya kalo muhamad nabi

  19. Asyeara

    Agustus 10, 2018 at 3:31 pm

    Yahudi dan Arab Islam akan sama sama hancur menuju jurang maut saat mereka saling berebut kota yerusalem…sd tertulis dalan alkitab perjanjian lama…akan ada perang besar seblum hari kiamat…yg berpusatkan di yerusalem…
    Mereka yg selamat adalah mereka para pengikut Isa…yang mengajarkan “Berbahagialah orang yang membawa damai..karena mereka akan disebut anak anak Allah” mat 5:9
    “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran..karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga, mat 5:10

    kenapa islam dan yahudi akan LENYAP karena agama mereka menghalkan kekerasan untuk mencapai tujuan…tujuan untuk memuliakan agama, membela agama…keduanya akan sama sama lenyap..

  20. Bill

    November 8, 2018 at 1:31 pm

    Hihmah nya aja….dipetik,direnungkan…dan tanya pada rumput yang bergoyang

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Opini

Dampak Negatif Togel Online Bagi Pemain

Published

on

Dampak Negatif Togel Online Bagi Pemain

Togel merupakan salah satu jenis perjudian yang cukup marak di Indonesia. Permainannya yang cukup simpel, dibumbui iming-iming hadiah uang yang besar, membuat jenis judi ini cukup populer di Indonesia.

Jika ditelusuri lebih jauh ke belakang, togel online sendiri merupakan permainan judi yang sebenarnya berasal dari negara yang memiliki lambang nasional bernama Merlion. Togel juga lebih dikenal dengan toto. Selain itu, permainan judi togel ini juga cukup banyak dimainkan di beberapa negara.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, permainan togel kini dapat diakses dan dimainkan secara online. Sudah banyak sekali situs judi online yang menawarkan jasa bermain togel online. Dengan akses yang lebih mudah untuk bermain lotere ini dan juga jumlah hadiah yang menggiurkan.

Jumlah penikmat judi online juga semakin bertambah yang satu ini. Namun dibalik semua itu, ternyata bermain togel online saja bisa memberikan sejumlah dampak negatif. Melalui postingan kali ini, kami akan mengurai sedikit tentang dampak negatif dari togel online yang patut anda pertimbangkan jika anda mempunyai niat untuk memainkan permainan judi yang satu ini. Berikut ulasan lengkapnya, diantaranya:

Apa Saja Dampak Negatif Togel Online Bagi Pemain?

Kecanduan Parah

Salah satu dampak yang akan dirasakan orang yang bermain judi online adalah kecanduan. Orang yang cukup familiar dengan permainan judi online apapun, termasuk togel online, biasanya akan kesulitan untuk meninggalkan kebiasaan bermainnya. Apalagi jika pemain judi terkait sudah mencicipi hasil dari memainkannya, akan semakin sulit bagi orang tersebut untuk meninggalkan permainan judi togel online ini.

Masalah kesehatan mental

Tahukah Anda kalau pemain judi online juga berpotensi mengalami gangguan kesehatan mental? Berdasarkan data yang dimuat di harian surat pada tahun 2018, tercatat ada 30 ribu keluhan setiap tahun di Inggris terkait banyaknya penjudi yang mengalami kondisi kesehatan mental yang memprihatinkan.

Tak hanya itu, ada sejumlah penelitian yang telah melakukan penelitian tentang kesehatan mental pada pemain judi. Salah satu hasil yang mengejutkan dari penelitian ini adalah bahwa 250 dari 650 penjudi online di usia muda mencoba bunuh diri setiap tahun karena masalah kesehatan mental. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa bermain judi online berpotensi berdampak negatif pada kesehatan mental.

Bahaya Penipuan

Bahaya bermain togel yang juga bisa mengancam adalah kemungkinan terjadinya penipuan. Saat ini banyak sekali situs judi online palsu yang bertebaran di pencarian Google. Situs judi online tidak tepercaya atau palsu cenderung menerapkan permainan yang merugikan pemainnya, sehingga kemungkinan kalah taruhan sangat tinggi. Bahkan jika seorang pemain memenangkan taruhan, tidak ada jaminan bahwa hadiah uang akan masuk ke akun pemain.

Bagaimana Tindakan dalam Permainan Togel Online?

Rawan Tindakan Pencurian Data Pribadi

Tak kalah mengkhawatirkan risiko scam atau penipuan, pencurian data pribadi juga menjadi bahaya yang mengancam orang yang bermain togel online. Pencurian data pribadi ini bisa terjadi saat pemain mendaftar di situs judi online.

Biasanya pada saat pendaftaran, situs judi akan meminta Anda untuk memasukkan nama, nomor telepon, email, rekening bank dan informasi lainnya. Data pribadi pemain yang dikumpulkan ini dapat disalahgunakan atau bahkan dijual kepada pihak tertentu.

Serangan Malware ke Komputer

Sebagian besar pemain judi online mengakses situs judi online menggunakan komputer, karena kebanyakan situs judi tersebut memiliki tampilan yang kurang mobile friendly. Di situs judi ini sendiri sudah banyak dipasang iklan, baik di bagian atas bahkan kiri kanan website.

Iklan yang dipasang kemungkinan besar berisi skrip tertentu yang merupakan malware dan merusak komputer Anda. Bahkan, Anda juga memiliki skrip yang membuat komputer mengunduh perangkat lunak ilegal tertentu tanpa sepengetahuan pemiliknya. Dalam banyak kasus, pemain yang kecanduan bermain togel online akan mencoba berbagai cara untuk ikut bertaruh meskipun harus meminjam uang dari keluarga atau orang lain.

Jika hal ini terus berlanjut maka dipastikan orang tersebut akan bermasalah dengan hutang di kemudian hari. Saat bermain game judi online tentunya akan membutuhkan kuota internet. Situs judi online biasanya memuat iklan yang cukup banyak dan beberapa diantaranya adalah iklan autoplay.

Jenis iklan video ini akan menghabiskan kuota internet Anda dengan cepat. Akibatnya, biaya belanja untuk membeli kuota internet juga meningkat. Itulah beberapa dampak negatif dari togel online yang mengancam para pemainnya. Bermain judi online sesekali untuk bersenang-senang sebenarnya adalah hal yang sah untuk dilakukan.

Namun, Anda harus mengetahui batasan Anda dan tidak melakukannya terlalu sering. Demikian yang dapat kami jelaskan tentang dampak negatif pada pemain togel online, semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengulas Sejarah Di Balik Permainan Poker

Continue Reading

Opini

Begini Jadinya Jika Kamu Sering Bermain Poker Online

Published

on

Beginiliah Jadinya Jika Kamu Terlalu Sering Bermain Poker Online

Berhentilah bermain judi online, sebab menyengsarakan hidup kamu!! Stop judi online!!- Seiring dengan tumbuh nya jaman tekhnologi di indonesia, judi online juga mulai meramaikan pasar perjudian secara internasional dengan memakai jaringan internet.


Banyak tipe judi online yang menggiurkan serta menjanjikan keuntungan pagi para pemain yang realitas nya bukan berikan keuntungan malah membuat kita terlilit hutang di karnakan kerap kalah judi online. Judi poker online merupakan salah satu tipe togel yang dapat kita mainkan secara online serta nyaman karna tidak ketahuan oleh penegak hukum di indonesia. Poker ialah tipe judi yang tidak asing lagi di golongan warga indonesia.

Stop judi online dari saat ini!! Dari pada deposit terus yang telah tidak terhitung berapa banyak duit kamu ludes, pakai duit kamu saat ini buat memakai aplikasi atm ponsel yang dapat menciptakan duit 100juta dalam sebulan, ini real!! Hapus dari fikiran kamu buat menang jackpot poker online, seluruh pembodohan!!
Secara teknologi poker online ini merupakan produk cacat dalam makna server tidak bagus serta banyak kecurangan di dalam game poker online tersebut.


Bisa jadi kamu sempat merasakan kejanggalan dalam bermain Poker Online, contoh kala kamu percaya menang dengan kartu yang Bagus malah kalah dengan kartu rendah kala ALL- IN kepunyaan pemain lain. Sangat kerap perihal semacam ini terjalin serta memunculkan persoalan dalam hati kita, Mengapa ia berani turut all- in dengan kartu yang rendah, serta percaya sekali hendak memenangkan jackpot dengan kartu serendah itu.

siapakah ia…?? apakah ia yang owner aplikasi permainan online tersebut, ataupun ia merupakan pegawai/ oprator permainan tersebut yang pula turut bermain. aku pula tidak ketahui tentang kebenaran nya serta tidak brani bermain di web web poker online yang terdapat di indonesia.

Cara Berhenti Bermain Poker Online Paling Ampuh

coba kamu renungkan kembali, sepanjang kamu bermain poker online, berapa kali kamu menang, berapa kali kamu kalah, total kemenangan, serta total kekalahan, ayo berhitung!! Lakukanlah hal ini untuk berhenti dari poker online

Menata rumah idaman kamu

Waktu luang merupakan momen yang tepat untuk menata rumah idaman Kamu. Setelah Kamu sibuk bekerja dan hampir tidak memiliki waktu untuk menata rumah, maka ketika Kamu memiliki waktu luang bisa dimanfaatkan untuk menata situasi rumah. Mulailah terlebih dahulu dari membersihkan halaman depan rumah agar terlihat lebih rapih dan tidak menganggu kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, halaman rumah yang tertata bersih juga akan mengurangi kelembapan yang bisa membuat udara menjadi lebih kotor dan tidak nyaman. Lanjutkanlah dengan mulai menata bagian dalam rumah Kamu. Rapihkan dan sisihkanlah barang-barang yang sudah tidak Kamu pakai. Sumbangkanlah barang tersebut apabila masih layak untuk digunakan oleh orang lain.

Mengatur keuangan

Waktu yang paling tepat untuk mengatur keuangan adalah saat Kamu sedang lenggang dan tidak dibebani oleh pikiran pekerjaan lainnya. Kamu bisa dengan lebih leluasa untuk menghitung dan memikirkan apa saja yang dibutuhkan oleh Kamu dan keluarga selama beberapa waktu ke depan.

Pikirkan dan aturlah keuangan dengan menggunkanan kepala dingin agar Kamu bisa menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan mengenai keuangan Kamu. Usahakan agar selama masa karantina virus corona Kamu harus menyiapkan kebutuhan pokok yang mencukupi. Belanjalah secukupnya agar anggaran finansial tidak menjadi berantakan dan hindari untuk melakukan panic buying.

Membersihkan rumah secara detail

Waktu luang merupakan saat yang tepat untuk membersihkan rumah Kamu secara mendetail. Mulailah dengan membersihkan debu-debu yang menempel pada perabotan hingga plafon rumah Kamu. Gantilah seprei kasur Kamu agar bakteri dan tungau tidak dapat tumbuh dan membuat Kamu menjadi sakit. Bersihkan juga kamar mandi dengan baik agar tidak menjadi tempat yang lembap dan ditumbuhi oleh lumut.

Bersihkan juga kipas angin atau filter pendingin udara yang ada pada rumah dari debu. Rumah yang bersih adalah rumah yang nyaman. Dengan menjaga kebersihan rumah Kamu juga bisa berperan untuk mengurangi terjadinya kemungkinan penularan virus corona pada keluarga Kamu.

Memperbaiki barang rusak

Memperbaiki barang yang rusak memang bukan merupakan tugas yang mudah. Namun apabila Kamu memiliki waktu luang yang banyak maka tidak ada salahnya bagi Kamu untuk belajar memperbaikinya sendiri. Selain melatih keterampilan tangan, dengan Kamu juga bisa jadi menghemat pengeluaran untuk membeli barang yang baru. Lakukan perbaikan secara hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Matikan terlebih dahulu colokan listrik sebelum Kamu mulai membongkar barang elektronik. Hindari bekerja pada ruangan yang gelap dan pastikanlah Kamu menggunakan peralatan yang tepat.

Membersihkan Email

Membersihkan isi email mungkin terdengar sepele dan tidak penting. Namun, email yang terlalu penuh akan membuat Kamu menjadi bingung dan sulit untuk mencari email dari seseorang. Tidak hanya itu saja, email Kamu juga akan terlihat berantakan dan tidak menarik untuk dilihat. Pisahkannlah email penting dan tidak agar tidak memenuhi kotak masuk Kamu. Hapus juga berbagai email yang berada pada kotak Spam dan Social agar tidak penuh. Tkamui email mana saja yang sudah tidak penting dan bisa Kamu hapus.

Melakukan hobi yang disukai

Apabila selama ini Kamu tidak memiliki waktu yang tepat untuk melakukan hobi, pergunakanlah momen selama Kamu bekerja dari rumah untuk melakukannya. Hobi seringkali memerlukan waktu yang tidaklah sedikit. Oleh karena itulah, manfaatkan waktu luang yang Kamu punya untuk mengasah dan menjalankan hobi kesukaan Kamu. Hindarilah untuk berpergian terlebih dahulu selama masa karantina virus corona dan usahakanlah agar Kamu melakukan hobi tersebut dirumah saja. Cobalah untuk mengeksplor hobi yang baru selama Kamu berada di rumah.

Baca juga: Jaringan Sosial Pemain Togel dalam Kultur Kemiskinan

Rutin dalam berolahraga

Sisihkanlah waktu dalam sehari untuk berolahraga. Dengan melakukan olahraga walaupun hanya sebentar bisa membuat tubuh Kamu menjadi lebih sehat dan menguatkan sistem imun Kamu. Selain itu dengan berolahraga juga bisa membuat pikiran Kamu menjadi lebih rileks oleh hormon yang dikeluarkan tubuh Kamu. Lakukanlah gerakan ringan seperti yoga ataupun streching. Apabila Kamu mempunyai sepeda statis ataupun treadmill akan lebih memudahkan olahraga Kamu. Hindari melakukan olahraga yang terlalu berat seperti mengangkat beban yang terlalu berat agar terhindar dari cedera selama berolahraga.

Mengikuti kursus online

Selama masa karantina virus corona Kamu dianjurkan untuk tidak keluar rumah. Namun, Kamu masih bisa mengisi waktu luang tersebut dengan mengikuti kursus dan pelatihan secara daring. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang dilakukan secara nirkabel terbukti efektif dalam memberikan informasi pendidikan yang menarik untuk Kamu. Gunakan berbagai situs daring yang menyediakan pembelajaran secara online Pilihlah topik yang paling menarik untuk Kamu. Manfaatkan setiap momen pembelajaran yang Kamu ikuti untuk mempelajari hal yang baru

Melakukan meditasi

Waktu luang merupakan sebuah kesempatan emas bagi Kamu untuk melakukan meditasi. Pelajari metode yang tepat dalam melakukan meditasi dengan menggunakan video yang bisa Kamu temui melalui media sosial. Hilangkanlah seluruh beban pikiran Kamu dan fokuslah terhadap meditasi yang Kamu lakukan. Gunakanlah waktu paling tidak selama 30 menit untuk bermeditasi dengan tenang.

Membuat taman sederhana

Taman bisa membawa suasana yang menyenangkan bagi siapapun. Kamu bisa mempergunakan waktu luang tersebut untuk membuat taman sederhana pada rumah Kamu. Rumah yang sehat adalah rumah dengan taman yang asri dan segar. Taman bisa Kamu buat secara sederhana tanpa harus menggunakan tempat yang banyak. Sebagai tahap awalnya Kamu bisa menggunakan pot yang dibuat dari botol minuman bekas yang sudah dipotong terlebih dahulu. Isilah dengan tanah dan pupuk barulah tanamkan bibitnya pada tanah tersebut. Gantunglah pot sederhana tersebut pada halaman rumah Kamu agar terlihat menarik.

Menghubungi keluarga jauh

Pergunakan waktu luang untuk bersosialisasi dengan relasi dan keluarga jauh Kamu. Tanyalah bagaimana kondisi dan perkembangan mereka. Setiap orang tentu akan sangat senang apabila Kamu memperhatikan dan menanyakan kondisinya. Dengan menghubungi kerabat Kamu, mereka akan merasakan rasa bahagia karena bisa mencurahkan isi dan pikiran mereka kepada Kamu.

Latihan bernyanyi

Siapa yang menyangka bahwa dengan bernyanyi bisa menghilangkan stress dan membuat pikiran menjadi lebih tenang? menyanyi merupakan sebuah aktivitas aerobik dan memberikan oksigen yang lebih banyak pada darah yang mampu melepaskan endorfin.  Isilah waktu luang Kamu dengan menyanyikan lagu-lagu favorit Kamu. Tidak hanya itu saja, Kamu juga bisa mengikuti pelatihan vokal secara daring untuk meningkatkan kemampuan vokal Kamu.

Menikmati waktu bersama keluarga

Tidak ada tempat terbaik lagi selain meluangkan waktu bersama keluarga yang Kamu cintai. Nikmatilah waktu luang yang sangat berharga untuk berkumpul dan mengobrol bersama keluarga. Dengarkan cerita-cerita menarik yang disampaikan oleh anggota keluarga Kamu. Pergunakanlah momen yang langka ini sebagai waktu untuk mendekatkan diri kepada seluruh anggota keluarga.

Mulai dari saat ini berhentilah bermain poker online yang membuang sangat banyak waktu kamu dan dapat membuat kamu jatuh miskin bila kamu kecanduan bermain. Aku yakinkan kalau seluruh judi poker online yang memakai duit asli indonesia merupakan penipu.

Kamu tidak sepatutnya mempertaruhkan duit kamu dengan tipe permainan semacam poker online ini. lebih baik duit nya kamu tabung ataupun kamu investasikan saja. bila kamu sempat sempat bermain poker online, dapat jadi itu cumalah tipu energi admin permainan poker saja, yang mau membagikan kamu angin surga terlebih dahulu sehabis itu kamu hendak merasakan angin puting beliung.

Continue Reading

Nasional

SBY Ngetweet, Jokowi Datangi Proyek Mangkrak di Maluku

Published

on

By

SBY Ngetweet - Jokowi Datangi Proyek Mangkrak di Maluku

Presiden Jokowi memang suka sekali blusukan. Karena dengan begitu dia merasa selalu mendapat cerita dan masalah di lapangan, sehingga bisa langsung dicarikan solusinya.

Di sela-sela kunjungannya ke Maluku, semalam Presiden sempat berdiskusi dengan ketua dan anggota DPRD Maluku dan Kota Ambon. Salah satu hal yang paling dikeluhkan adalah krisis listrik. Baru semalam dikeluhkan, paginya Presiden merasakan sendiri mati listri selama beberapa jam.

Dari situ kemudian Presiden blusukan meninjau pembangkit listrik di Maluku. Tumpukan besi dan penuh dengan rumput seperti Hambalang. Hanya saja kali ini Presiden tak sempat geleng-geleng. Hanya menatap kosong proyek mangkrak yang seharusnya sudah dianggarkan sejak 2007 dan harusnya selesai pada 2011. Namun proyek senilai 800 milyar ini sekarang nasibnya nyaris sama seperti Hambalang.

Komentar Presiden pun nyaris sama saat geleng-geleng melihat Hambalang “Oleh karena itu saya memutuskan untuk melihat seperti apa kondisinya, apakah bisa dilanjutkan atau tidak. Tapi mengenai proses hukumnya saya belum tahu, akan saya cek dulu.”

Sementara Menteri ESDM Ignasius Jonan saat ditanya wartawan menjawab masih akan menanyakan kesanggupan PLN. Sebab memang tidak mudah untuk melanjutkan proyek mangkrak, terlebih dana yang diperlukan cukup banyak.

“Indonesia itu negara kepulauan, jadi tidak mungkin ada jaringan nasional. Bisa ada, tapi biayanya mahal dan tidak relevan. Karena itu setiap pulau harus punya pembangkit independen sendiri-sendiri,” kata Jonan.

Susahnya melanjutkan proyek mangkrak

Sebelumnya, ketika Presiden Jokowi meresmikan sebuah proyek, kerap dianggap hanya melanjutkan proyek SBY. Padahal kebanyakannya adalah proyek baru dan sebagian merupakan proyek mangkrak.

Patut menjadi catatan, bahwa melanjutkan proyek mangkrak itu bukan pekerjaan mudah. Perlu keberanian di atas rata-rata. Ini sama seperti menikahi orang yang sudah pernah bercerai (mangkrak). Perlu evaluasi, penelitian dan keberanian untuk melanjutkannya.

Sebab sebuah proyek yang belum selesai atau mangkrak, pasti memiliki masalah yang sangat serius di dalamnya. Sama seperti orang cerai, pasti ada masalah. Kalau tidak ada masalah harusnya rampung!

Contoh saja Hambalang, meski Presiden sudah pernah datang tahun lalu, menginstruksikan segera ambil keputusan dilanjutkan atau dijual alat-alat dan perabotan yang sudah terlanjur dibeli, sampai saat ini pun masih penuh perdebatan. Sebab kalau dibiarkan, negara sudah keluar uang banyak. Mau melanjutkannya masih perlu pendanaan lagi, ingin menggusur dan memanfaatkannya untuk hal lain pun perlu dana tambahan.

Begitu juga dengan pembangkit listrik di Maluku ini, pasti ada masalah serius. Beberapa bulan lalu KPK sudah menyatakan sedang mendalami satu persatu kasus mangkrak peninggalan SBY, yang salah satunya adalah pembangkit listrik di Maluku.

Entah karena masih ada masalah hukum atau perencanaannya belum selesai, yang jelas pembangkit listrik di Maluku ini sebenarnya direncanakan segera dimulai lagi pada 2016 lalu. Namun sampai sekarang belum ada yang berani menyentuh atau melanjutkannya. Memang cukup mengerikan melihat proyek senilai 800 milyar ini ternyata telah dicairkan setidaknya 71 persennya. Dan 3 kontraktor penerima dana tersebut sudah kabur sebelum pekerjaannya selesai.

Tweet SBY

Entah mengapa setiap langkah Jokowi selalu memiliki kebetulan-kebetulan yang menarik. Seperti SBY yang melakukan tour de Java karena ingin mendengar curhat masyarakat padahal terbalik, Jokowi tiba-tiba datang blusukan dan geleng-geleng di Hambalang.

SBY sempat ngetweet “Tugas pemimpin & generasi berikutnya adalah melanjutkan yang sudah baik & memperbaiki yang belum baik. Continuity & Change. *SBY*”

Kemarin SBY ngetweet, hari ini Jokowi datangi proyek mangkrak. Hahaha Luar biasa. Blusukan Jokowi melihat proyek mangkrak sangat sesuai dengan tweet SBY tentang melanjutkan dan memperbaiki. Sepertinya Presiden Jokowi dan Kapolri enggan ditanyai oleh SBY lagi.

Begitulah kura-kura.

Continue Reading

Trending