Bom Madinah: Allah & Malaikat tak peduli lagi dengan Tanah Suci?

Ah... sayang sekali, Allah sedikit terlambat menjaga tanah suci itu.

5
4422
Bom Madinah: Allah & Malaikat tak peduli lagi dengan Tanah Suci?

Dunia terbelalak kaget, apalagi umat muslim. Bagaimana tidak! Dihari baik dan bulan baik, Ramadhan. Dan, hanya tinggal menghitung menit menuju hari kemengan Idul Fitri. Tiba-tiba dikagetkan musibah yang tak terduga. Serangan bom bunuh diri dari teroris meledak di tanah suci itu.

Sebelumnya, sebagai manusia saya ikut prihatin atas korban yang tewas dan luka-luka akibat perbuatan teroris konyol itu. Saya terhenyak.

Rupanya, ‘keterhenyakan’ itu juga dialami oleh sebagian umat Muslim yang lain. Seolah tidak percaya, pristiwa tragis ledakan bom di Madinah, Jeddah, dan Qatif, bisa terjadi. Tidak percaya, tanah yang suci dan kota Nabi Allah yang dijaga jutaan malaikat, bisa tembus diserang teroris.

Mungkin dalam pemikiran yang lain, itu tidak mungkin terjadi. Apa mungkin, Allah & Malaikat tak peduli lagi dengan Tanah Suci tempat sentral agama Islam yang diridoi?

Saking tidak percayanya, beberapa melakukan penyangkalan. Bahkan, malah ada yang menganggap bahwa peristiwa bom Madinah itu adalah kebohongan dan sebuah teori konspirasi tinggkat tinggi kaum anti Islam Global. Hal ini diklaim, hanya peristiwa kecil yang tidak begitu mengganggu. Dan sangat jauh dari Masjid Nabawi.

Baca: Kebohongan Bom Madinah Versi Fathuddin Ja’far

Dalam salah satu bagian tulisannya, saudara Muslim Fathuddin Ja’far mengatakan;

“Dari kejadian bom Madinah ini, saya semakin yakin bahwa umat Islam sekarang sedang menghadapi fitnah dan konspirasi dari segala arah yang sangat luar biasa dari musuh-musuh Allah dan musuh-musuh mereka dg menggunakan segala cara keji dan kebohongan agr umat ini tdk bisa bangkit dari kelemahan dan keterpurukan mereka,”.
“Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya tdk akan selalu berhasil karena mereka pada hakikatnya sdg berhadap2an dg Allah yg MAHA DAHSYAT REKAYASA-NYA karena di Tangn-Nya kendali jagad raya ini.”

Dan intinya, menurut kesaksian Fathuddin Ja’far, tidak ada kehebohan semua aman dan damai. Yang membuat heboh hanya media-media kafir seperti tv Al-Arabiya. Untuk merusak citra Islam. Seolah dilakukan teroris Islam sendiri.

Fathuddin Ja’far yakin rekayasa dan konspirasi kaum kafir itu akan berhadapan langsung dengan ALLAH. 

—————–

Ah… sayang sekali, Allah sedikit terlambat menjaga tanah suci itu. Malaikat lengah. Sehingga bom tetap meledak dan menewaskan 4 orang petugas keamanan masjid indah yang konon dibangun langsung oleh Nabi Muhammad.

Seharusnya, dengan kuasa dan Tangan-Nya yang memegang kendali jagad raya ini, Allah dapat saja mematikan musuh-musuh Islam dan sejatinya musuh Allah. Bahkan sebelum sang pelaku berfikir untuk melakukan pengeboman. Siapa pun itu!!..

—————–

Ada beberapa makna dibalik penyangkalan dalam kasus bom Madinah itu. Semoga saja salah.

Pertama, tidak percaya bahwa peristiwa pengeboman tersebut dapat terjadi ditanah suci. Yang sejatinya dilindungi langsung oleh ALLAH. Sehingga, peristiwa pengeboman itu dibuat seolah cuma rekayasa yang dibesar-besarkan oleh media-media musuh Islam.

Bahkan, jika seandainya tidak ada bukti visual dapat saja dianggap hanya ledakan kecil petasan yang biasa dimainkan anak-anak kecil dibulan ramadhan. Sehingga, tidak sedikit pun membuat risau.

Kedua, jika pun benar ledakan bom terjadi. Jelas hanya dilakukan oleh orang-orang kafir, musuh Islam. Dilakukan oleh teroris yang tidak beragama atau setidaknya bukan beragama Islam.

Padahal, beberapa fakta menyebutkan Jaringan Teroris Paling Berbahaya Di Dunia semuanya bernuansa Islam. Sebut saja seperti; ISIS (Negara Islam di Suriah dan Irak), Al-Qaeda, Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Taliban, Taliban – Pakistan, Al-Nusra Front, Boko Haram, Jemaah Islamiyah (JI) dan kelompok sempalan, Abu Sayyaf, dan  Lashkar-e-Taiba. De-el-el (termasuk beberapa dugaan jaringan teroris di Indonesia juga bernuansa Islam)

Sebagai umat Islam, kita harus jujur. Bahwa itu memang benar terjadi. Sebuah peristiwa besar telah terjadi di Arab Saudi. Bom telah meledak di tanah yang dianggap Suci itu. Bahkan terjadi di 3 tempat dalam waktu nyaris bersamaan.

Dan beberapa pernyataan resmi negara tersebut telah mengakuinya. Dan menduga, hal itu dilakukan jaringan teroris ISIS. Teroris yang mengusung bendera bernuansa Islam.

Kita tidak bisa menyangkal, bahwa ISIS ini mengusung bendera Islam. Serta, didukung juga oleh banyak organisasi Islam. Termasuk di Indonesia. ISIS juga mendapat tempat dalam organisasi keagamaan bernuansa Islam.

Bahkan, sebelum kebrutalan ISIS semakin menjadi-jadi, sebagian orang Indonesia beragama Islam terang-terangan mendukung ISIS. Jujur saja, tidak sedikit saudara muslim kita yang ikut berjihad dalam organisasi teroris tersebut.

– Tangisan Arifin Ilham untuk Teroris Al Qaeda Putra Abu Jibril 
– Banyak Muslim Militan Indonesia Berjuang di Suriah

Jika benar kita mencintai Islam, bukan berarti kita melakukan penyangkalan sebuah fakta. Apalagi harus bersembunyi dibalik ayat-ayat suci pula. Jujur dan lakukan pembenahan dari dari dalam.

Bukan sibuk mencari kambing hitam. Menuding sana-sini. Bahkan hanya berdasarkan asumsi dari nonton tv dan baca status facebook yang terkadang keluar dari otak-otak goblok kaum kita sendiri.

Jika benci dengan pelaku bom Madina dan teroris, maka cepat bertindak. Lawan!! dengan cara masing-masing.

Yang hobi menulis status di facebook, mulailah menulis sesuatu yang lebih berarti untuk menggugah hati yang lain. Bahwa, musuh Islam paling berbahaya adalah orang-orang Islam itu sendiri. Yaitu kaum dungu yang menjadi teroris pemuja paha mulus puluhan bidadari di sorga.

Karena teroris Islam-lah sejatinya yang merusak citra agama Islam. Baca : Umat Islam Diambang Kehancuran

Seharusnya, organisasi-organisasi bernuansa Islam, tokoh-tokoh Islam, negara-negara Islam, dan apa pun yang berbau Islam berada digaris depan melawan teroris yang membawa-bawa nama Islam yang merusak citra Islam.

Kenapa pula, organisasi-organisasi bernuansa Islam petantang-petenteng seolah jadi polisi dunia, sibuk mengkofar-karir orang lain. Sibuk ikut urusan politik Pilkada dan Pilpres. Sibuk razia diskotik, lokalisasi, miras, yang ternyata hingga detik ini tidak pernah berhasil dan malah mendapat cemooh masyarakat.

Menurut hemat saya, Allah tidak pernah ikut campur urusan dunia. Termasuk dalam kasus bom Madinah. Bahkan ketika perang para nabi sekalipun, tuhan tidak campur tangan. Jagat raya ini berjalan sesuai sistem dan hukum yang telah diatur dengan sempurna.

Tidak ada musuh Allah. Yang bermusuhan itu, kita sesama manusia. Terkadang mengatasnamakan agama dan Allah.

Jika menganggap, ada manusia musuh Allah. Itu hanya mengecilkan arti kekuasaannya saja. Tidak-lah mungkin Allah tidak berdaya mengatasi musuhnya. Kan saudara kita Fathuddin Ja’far sudah mengatakan; “Allah yg MAHA DAHSYAT REKAYASA-NYA karena di Tangn-Nya kendali jagad raya ini”. Masa, cuma manusia bodoh pelaku bom bunuh diri saja dia tidak bisa mengatasinya.

Jika Allah ikut campur urusan dunia, maka dunia ini seperti sorga. Tidak akan ada yang lahir sebagai teroris. Tidak akan pernah ada yang namanya perang. Wong, saat orang berfikir jahat saja dia sudah tahu. Jadi akan ada antisipasi dari-Nya sebelum itu benar-benar terjadi.

Tidak ada yang namanya tanah istimewa atau tanah suci. Jika pun ada tanah suci, maka itu adalah tanah yang berada dalam hutan belantara yang tidak pernah terjamah oleh manusia dan fikiran-fikiran kotor manusia.

Jadi jangan pula mengecilkan arti Allah maha adil. Dengan memberi status tanah di Arab Saudi sebagai tanah suci, padahal diinjak oleh jutaan manusia yang entah dari mana asalnya. Sebagian baru saja keluar dari WC. Sehingga tanah diluar Arab Saudi seolah tidak suci.

Akui saja Arab Saudi sebagai tempat awal berkembangnya Agama Islam. Tempat Kabbah, sebagai Kiblat muslim. Cukup. Dan tidak ada perlindungan khusus dari Allah dan jutaan malaikatnya. Potensi musibah bom disana juga dapat terjadi. Teroris dan berbagai potensi kekacauan juga potensinya sama besar, seperti di negara-negara lain.

Dengan begitu, baru Allah terlihat maha adil. Maha bijaksana. Maha The Best untuk seluruh mahluknya.

loading...

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here