Wisata Gua Sunyaragi: art, mitos dan sinkretsime budaya dunia

Ada banyak cerita dibalik susunan batu dan relung bangunan Wisata Gua. Konon, pembangunan Istana Karang ini dibantu oleh mahluk gaib.

0
1405
Wisata Gua Sunyaragi art mitos sinkretsime-budaya dunia - cirebon

Wisata Gua Sunyaragi  atau lebih dikenal dengan Taman Sari Gua Sunyaragi, merupakan sebuah bangunan kuno dengan beberapa terowongan menyerupai Gua.

Mahakarya zaman dahulu ini oleh pemerintah ditetapkan sebagai salah satu benda cagar budaya Indonesia. Lokasinya yang berada tepat di tengah-tengah Kota Cirebon – Jawa Barat. Tepatnya, di di Jl Brigjend Dharsono, Kampung Karang Balong, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi.

Tempat wisata Gua Sunyaragi yang memiliki luas sekitar 15 hektare, sangat dimudah dijangkau dari pusat Kota.

Wisata Gua Sunyaragi: art, mitos dan sinkretsime budaya dunia

Ada banyak cerita dibalik susunan batu dan relung bangunan Wisata Gua Sunyaragi.

Garis-garis sisa masa lalu seolah ingin mengungkapkan banyak hal tentang berbagai peristiwa disana. Ada kesan sakral, tapi lebih kuat nilai art. Cerminan kecanggihan arsitektur kuno yang patut mendapat apresiasi lebih.

Selain itu, di tempat Wisata Gua Sunyaragi  tersebut banyak terdapat air terjun buatan sebagai penghias dan hiasan taman. Seperti patung Gajah, patung wanita Perawan Sunti, dan Patung Garuda. Goa Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari keraton Pakungwati sekarang bernama keraton Kasepuhan.

Gaya Indonesia klasik atau Hindu dapat terlihat pada beberapa bangunan berbentuk joglo. Misalnya, pada bangunan Bale Kambang, Mande Beling dan gedung Pesanggrahan. Atau dapat juga dilihat dari bentuk gapura dan beberapa buah patung lainnya. Seperti patung gajah dan patung manusia berkepala garuda yang dililit oleh ular. Seluruh ornamen bangunan yang ada menunjukkan adanya suatu sinkretsime budaya yang kuat. Kombinasi dari berbagai dunia.

Gaya Cina terlihat pada ukiran bunga seperti bentuk bunga persik, bunga matahari dan bunga teratai.  Sentuhan Islam atau Timur Tengah nampak jelas pada relung-relung dinding beberapa bangunan. Seperti tanda kiblat pada tiap-tiap pasalatan atau musholla. Atau, adanya beberapa tempat wudhu serta bentuk bangunan menyerupai bentuk Kabah, jika dilihat dari sisi belakang Bangsal Jinem.

Sentuhan Eropa pada tempat wisata Gua Sunyaragi,  nampak  dari bentuk jendela bangunan Kaputren dan tangga berputar pada gua Arga Jumut serta bentuk gedung Pesanggrahan.

Mitos dan KesakralanGua Sunyaragi

Wisata Gua Sunyaragi art mitos sinkretsime budaya dunia - cirebon

Keberadaan taman Sari Gua Sunyaragi di Kota Cirebon ternyata menyimpan kisah. Selain pesona keunikan art bangunan, juga menawarkan sisi misteri.

Konon dulu, taman ini merupakan tempat bemainnya para putra putri kasultanan Cirebon. Serta tempat semedi Sunan Gunung Djati beserta pengikutnya. Taman Sari Gua Sunyaragi lebih populer disebut Istana Karang.

Mitosnya, bangunan tempat wisata Gua Sunyaragi ini, dibuat oleh Pangeran Kararangen di tahun 1702 ini menggunakan batu-batu karang yang berasal dari laut selatan Pulau Jawa.

Jangan heran, tembok dan dinding bangunannya memang terlihat seperti batu karang. Bahkan, teksturnya pun kasar seperti batu karang sungguhan. Konon, pembangunan Istana Karang ini dibantu oleh mahluk gaib. Percaya tak percaya…

Wisata Gua Sunyaragi art mitos sinkretsime budaya dunia - cirebon

Secara visual, bangunan-bangunan tersebut memunculkan kesan sakral. Dimana adanya adanya tempat bertapa, tempat salat dan pawudon atau tempat untuk mengambil air wudhu, lorong yang menuju ke Arab dan Cina yang terletak di dalam kompleks gua Arga Jumut.

Di depan pintu masuk gua Peteng terdapat patung Perawan Sunti. Kesan sakral nampak pula pada Bangsal Jinem yang menyerupai bentuk Kabah serta patung Haji Balela yang menyerupai patung Dewa Wisnu.

Sunyaragi sendiri merupakan gabungan dua nama, sunya berarti sepi dan ragi punya arti raga. Pangeran Kararangen saat itu membangun Taman Sari Gua Sunyaragi sebagai tempat beristirahat dan bersemedi untuk keluarga Kesultanan Cirebon.

Buktinya, ada Balai Kambang dan Panggung Budaya yang merupakan tempat beristrahat untuk duduk-duduk. Di sekitar itu juga terdapat danau buatan berukuran kecil.

Lalu, Istana Karang ini memiliki 10 gua yang dipakai untuk bersemedi. Masing-masing nama guanya yakni Gua Pengawal, Pande Kemasan, Simanyang, Peteng, Langse, Arga Jumut, Padang Ati, Klangenan, Lawa, dan Gua Pawon.

Konon, dulunya, gua-gua tersebut pun kadang digunakan sebagai tempat berlatih untuk para perajurit Kesultanan Cirebon.

Di Gua Pande Kemasan, Anda harus lebih menajamkan pandangan. Sebab di bagian dindingnya, terdapat pahatan burung Garuda yang sedang dililit ular. Hingga kini, tidak ada yang tahu apa arti pahatan tersebut. Apakah ada hubungannya dengan fungsi Gua Pande Kemasan yang dulunya digunakan sebagai tempat pembuatan senjata?

Yang menarik, adalah terdapat dua ruangan kecil yang terbuat dari batu bata dan disebut sebagai pintu. Letaknya ada di bagian belakang dari pintu masuk Taman Sari Gua Sunyaragi. Ruangannya kecil, hanya muat untuk satu orang dan tak ada yang istimewa.

Namun mitosnya, dua ruangan itu disebut-sebut bisa tembus ke Makkah di Arab dan China.

Ruangannya hanya boleh dipakai oleh para cendikiawan dan keluarga Kesultanan Cirebon saja untuk menuntut ilmu. Ruangannya gelap dan lembab, Anda pun diizinkan masuk ke dalamnya.

Ternyata Gua Sunyaragi juga punya banyak mitos soal jodoh. Mitos jodoh pertama dapat Anda temukan di salah satu bagian Gua Peteng yang masih berada di komplek Gua Sunyaragi. Tepat di depan pintu masuk gua setelah melewati kolam, terdapat patung batu Perawan Sunti.

Apabila banyak objek sejarah yang bikin enteng jodoh, ini malah kebalikannya. Konon siapa pun yang memegang batu persebut, akan sulit jodoh. Percaya tidak percaya, Anda sebaiknya memakai tour guide, daripada salah pegang dan malah kejadian. 🙂

Menurut kepercayaan, apabila seandainya Anda tidak sengaja memegang patung batu Perawan Sunti, mungkin ada baiknya Anda ‘berobat’ ke Gua Kelanggengan. Letaknya, berada tidak jauh dari pohon lengkeng yang sudah berumur ratusan tahun dan tinggal kulitnya saja.

Mitos lainnya, siapapun yang masuk ke Gua Kelanggengan akan enteng jodoh. Jika sudah punya jodoh, dipercaya akan langgeng terus cintanya sampai janur kuning melambai (menikah).

Wisata Gua Sunyaragi art mitos sinkretsime budaya dunia - cirebon

Uniknya, tepat di samping Gua Kelanggengan terdapat sesosok batu berbentuk manusia. Ternyata, batu tersebut mempunyai wujud garuda yang dililit ular. Dikatakan, maknanya, seorang pemimpin yang sudah berkuasa tidak boleh lupa akan tanggung jawabnya pada rakyat.

Selain itu terdapat pohon Klengkeng yang seumur dengan taman Gua Sunyaragi. Uniknya, pohon Klengkeng itu hidup dari tinggal kulit pohonnya. Sehingga, harus ditopang oleh bilah beton.

Yang lebih uniknya lagi, tesktur kulit pohon klengkeng tersebut mengikuti tekstur taman Gua Sunyaragi yang terbuat dari batu karang. Tempat wisata Gua Sunyaragi sendiri terasa sejuk dan menarik untuk diabadikan dalam gambar (photo).

Sejarah tempat wisata Gua Sunyaragi

Wisata Gua Sunyaragi art mitos sinkretsime budaya dunia - cirebon

Sejarah berdirinya gua Sunyaragi memiliki dua buah versi. Pertama, adalah berita lisan tentang sejarah berdirinya Gua Sunyaragi yang disampaikan secara turun-temurun oleh para bangsawan Cirebon atau keturunan keraton. Versi ini lebih dikenal dengan sebutan versi Carub Kanda.

Versi kedua, adalah versi Caruban Nagari yaitu berdasarkan buku Purwaka Caruban Nagari tulisan tangan Pangeran Kararangen atau Pangeran Arya Carbon tahun 1720.

Sejarah berdirinya gua Sunyaragi versi Caruban Nagari, digunakan sebagai acuan para pemandu wisata gua Sunyaragi. Menurut versi ini, Gua Sunyaragi didirikan tahun 1703 Masehi oleh Pangeran Kararangen, cicit Sunan Gunung Jati.

Menurut Caruban Kandha dan beberapa catatan dari Keraton Kasepuhan, Tamansari dibangun karena Pesanggrahan Giri Nur Sapta Rengga berubah fungsi menjadi tempat pemakaman raja-raja Cirebon, yang sekarang dikenal sebagai Astana Gunung Jati.

Hal itu dihubungkan dengan perluasan Keraton Pakungwati (sekarang Keraton Kasepuhan Cirebon) yang terjadi pada tahun 1529 M, dengan pembangunan tembok keliling keraton, Siti Inggil, dan lain-lain. Sebagai data perbandingan, Siti Inggil dibangun dengan ditandai candrasengkala Benteng Tinataan Bata yang menunjuk angka tahun 1529 M.

Kompleks Sunyaragi beberapa kali mengalami perombakan dan perbaikan. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pariwisat dan Kebudayaan Jabar, telah melakukan revitalisasi Taman Gua Sunyaragi pada tahun 2014 lalu.

Kini, kondisi taman Istana Karang tersebut lebuh menyenangkan dan jauh dari kesan kumuh. Anda tidak percaya? Coba saja kunjungi sendiri ..

pesona tempat wisata Gua Sunyaragi

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here