Tradisi Kebudayaan Sumedang dari Kuda Renggong, Reog hingga Seren Taun

0
1568
Tradisi Kebudayaan Sumedang dari Kuda Renggong Reog Sunda hingga Seren Taun-min

Menyebut kata Sumedang, jelas pikiran kita langsung teringat dengan salah satu makanan khas tahu Sumedang. Terkenal, dan yang jelas gurih dan nikmat. Tapi kali ini kita sedang tidak berbicara tentang Tahu. Melainkah tentang Tradisi Kebudayaan Sumedang.

Selain dikenal memiliki aset wisata yang unik, Sumedang juga mempunyai tradisi kebudayaan yang tidak kalah unik.

Seni Tradisional Kuda Renggong

Tradisi Kebudayaan Sumedang : Seni Tradisional Kuda Renggong
Seni Tradisional Kuda Renggong Photo: sebandung.com

Kuda renggong adalah Tradisi Kebudayaan Sumedang  berupa seni tradisional yang populer didaerah tersebut.

Kuda renggong merupakan atraksi yang berupa pertunjukan seekor kuda melakukan gerakan menari dan berjalan mengikuti suara musik tradisional sunda. Oleh masyarakat setempat biasa disebut kendang pecak. Kuda Renggong sering dipertontonkan pada acara sunatan, sebelum seorang anak dikhitan.

Dalam acara tersebut, seorang anak diarak mengelilingi kota diatas punggung kuda renggong. Diikuti oleh anggota keluarga yang ikut menari didepannya, lalu berkeliling dari satu desa ke desa lainnya.

Musik pengiring, dimainkan dengan penuh semangat dan semakin lama malah semakin meriah. Alat musik yang digunakan kuda renggong adalah kendang, bedug, goong, kecrek, genjring kemprak, ketuk dan terompet.

Ketika sudah mengelilingi desa dan sampai dirumah, anak yang disunat diturunkan dari kuda renggong. Setelah itu dilanjutkan dengan acara demonstrasi kuda renggong dan saweran (menaburkan uang logam dan beras putih) nah biasanya ini acara yang paling ditunggu tunggu oleh anak anak desa.

Tradisi Kebudayaan Sumedang  Dog-Dog / Reog Sunda

Tradisi Kebudayaan Sumedang Dog-Dog / Reog Sunda
Reog Sunda : Photo suarakita.org

Kesenian reog sunda merupakan kesenian tradisional di Sumedang. Oleh masyarakat setempat biasa disebut dog-dog.

Alat musik yang digunakan terdiri atas calung, angklung dan kendang pencak. Kesenian Reog dipentaskan saat merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Biasanya acara Reog sunda dipadukan anatara musik, tari dan kritik. Kritik yang bersifat sosial dan dikemas dalam bentuk menghibur sekaligus menyampaikan kritikan terhadap pemerintah ataupun masyarakat.

Makna yang disampaikan dalam Reog sunda biasanya menyangkut agama, pendidikan atau pembangunan daerah setempat.

Kesenian Reog sunda dimainkan oleh empat orang, satu dalang, satu wakil dan dua orang lainnya sebagai pembantu. Dalang berperan untuk mengendalikan permainan reog lalu wakil berperan sebagai penengah dan dua orang pembantu berperan sebagai pelawak dengan nyanyian atau melawak dengan tingkah yang berguna untuk mengundang tawa penonton.

Tradisi Kebudayaan Sumedang Upacara Seren Taun

Tradisi Kebudayaan Sumedang Upacara Seren Taun
Seren Taun adalah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan tiap tahun : Photo beritadunesia.com

Upacara seren taun atau buku Tahun adalah bentuk kebudayaan di daerah sumedang yang merupakan upacara adat sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil bumi yang melimpah ruah.

Seren dalam bahasa sunda adalah menyerahkan, jadi seren taun bermakna untuk serah terima tahun yang lalu ke tahun yang akan datang. Sebagai penggantinya dan merupakan rasa untuk bersyukur kepada Tuhan yang maha esa atas segala hasil pertanian pada tahun tersebut.

Dimana dengan harapan hasil perhatian akan meningkat pada tahun-tahun yang akan datang.

Upacara Seren Taun merupakan upacara penyerahan hasil bumi berupa padi yang dihasilkan selama satu tahun untuk disimpan ke dalam lumbung padi. Upacara Seren Taun bukan hanya sekedar tontonan hiburan tetapi tentang bagaimana bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa dengan digelar doa doa.

Upacara ini dimaksudkan agar Tuhan memberikan perlindungan di musim mendatang.

Upacara seren taun adalah prosesi penyerahan padi hasil panen dari masyarakat kota sumedang kepada ketua adat.  Pemimpin adat kemudian memberikan indung pare 9 induk (bibit padi) yang sudah diberkati dan dianggap bertuah kepada pemimpin desa agar diatanam pada musim berikutnya.

Upacara biasanya diawali dengan mengambil air suci yang berasal dari tujuh mata air yang kemudian disatukan dalam satu wadah. Dimana kemudian didoakan dan dipercaya membawa berkah. Kemudian air tersebut dicipratkan kepada setiap orang yang hadir di upacara seren taun.

Ritual selanjutnya adalah sedekah nasi kuning. Warga yang hadir dalam upacara berebut nasi kuning (tumpeng) yang dapat dipercaya membawa berkah bagi yang mendapatkannya. Dalam upacara tersebut dilakukan berbagai pertunjukan adat dan menyanyikan lagu lagu karawitan oleh juru kawih untuk menyambut karuhun agar acara berjalan lancar sampai selesai.