Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

0
1708

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak bahkan mampu menarik perhatian dunia.

Tari merak merupakan tarian tradisional khas Jawa Barat. Tarian ini menceritakan tentang burung merak jantan yang menampilkan keindahan pesona ekornya yang panjang dan berwarna-warni. Gerakan mengambarkan menarik perhatian sang betina.

Ciri kostum yang berwarna-warni sangat mencerminkan khas burung merak. Daya tarik tarian ini, adalah kombinasi gerak dan kostum yang dikenakan penari. Bagian sayap yang dipenuhi dengan payet dan dapat dibentangkan, membuatnya terlihat mewah dan menarik.

Mahkota yang berhiaskan kepala merak yang disebut siger akan bergoyang-goyang setiap penari menggerakkan kepalanya.

Tarian ini ditarikan oleh kaum wanita. Mungkin pertimbangannya, gerakan gemulai yang di inspirasi burung merak, lebih cocok diperankan oleh wanita. Walau, sejatinya tarian ini tentang merak jantan yang menarik perhatian betina.

Tari Merak merupakan ragam tarian kreasi baru. Tarian ini, pertama kali diangkat ke pentas oleh Seniman Sunda Raden Tjetje Somantri.

Raden Tjetje Somantri adalah saeorang pelopor tari kreasi Jawa Barat yang juga merupakan pendiri Badan Kebudayaan Djawa Barat (BKDKB) dan Badan Kebudayaan Indonesia (BKI).

Tjetje Somantri lahir di Bandung pada tahun 1891 dari ibu Nyi Raden Siti Munigar, gadis ningrat asal Bandung, serta ayahnya bernama Raden Somantri.

Pendidikan yang dilaluinya adalah HIS dan MULO di Bandung. Pernah meneruskan ke MOSVIA tetapi tidak sampai tamat. Belajar tari Tayub pertama kali di Kabupaten Purwakarta pada tahun 1911, dari R. Gandakusumah (Aom Doyot). Juga belajar tari wayang dari Aom Menin, Camat Buah Batu di Bandung.

Asal usul tari merak

Asal usul Tari Merak dibuat karena adanya ketertarikan  Raden Tjetje Somantri kepada hewan merak yang indah.

Kostum yang digunakan, menggambarkan bentuk dan warna bulu-bulu merak; hijau biru dan/atau hitam. Ditambah lagi sepasang sayapnya yang melukiskan sayap atau ekor merak yang dapat dikembangkan. Gambaran merak bakal jelas dengan memakai mahkota yang dipasang di kepala setiap penarinya.

Tarian ini biasanya ditarikan berbarengan, biasanya tiga penari atau bisa juga lebih yang masing-masing memiliki fungsi sebagai wanita dan laki-lakinya.Iringan lagu gendingnya yaitu lagu Macan Ucul biasanya. Dalam adegan gerakan tertentu terkadang waditra bonang dipukul di bagian kayunya yang sangat keras sampai terdengar kencang, itu merupakan bagian gerakan sepasang merak yang sedang bermesraan.

Dari sekian banyaknya tarian yang diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri, mungkin tari Merak ini merupakan tari yang terkenal di Indonesia dan luar negeri.

Tidak heran kalau seniman Bali juga, diantaranya mahasiswa ASKI Denpasar menciptakan tari Manuk Rawa yang konsep dan gerakannya hampir mirip dengan tari Merak.

Tari Merak Bali
Tari Merak Angelo Bali | Photo: aprilgojer

Tarian ini biasanya ditarikan berbarengan, biasanya tiga penari atau bisa juga lebih yang masing-masing memiliki fungsi sebagai wanita dan laki-lakinya. Iringan lagu gendingnya yaitu lagu Macan Ucul biasanya. Dalam adegan gerakan tertentu terkadang waditra bonang dipukul di bagian kayunya yang sangat keras sampai terdengar kencang, itu merupakan bagian gerakan sepasang merak yang sedang bermesraan.

Tari Merak merupakan kesenian tari yang berasal dari tanah Pasundan. Sejarah tari merak jawa barat itu sendiri diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950-an dan dibuat ulang oleh dra. Irawati Durban pada tahun 1965 .

Dalam Sejarahnya, tari merak jawa barat, banyak yang salah kaprah. Dimana mengira jika tarian ini bercerita tentang kehidupan dan keceriaan merak betina, padahal tarian ini bercerita tentang pesona merak jantan yang terkenal pesolek untuk menarik hati sang betina.

Sang jantan akan menampilkan keindahan bulu ekornya yang panjang dan berwarna-warni untuk menarik hati sang betina.

Gerak gerik sang jantan yang tampak seperti tarian yang gemulai untuk menampilkan pesona dirinya yang terbaik sehingga sang betina terpesona dan melanjutkan ritual perkawinan mereka.

Setiap gerakan penuh makna ceria dan gembira, sehingga tarian ini kerap digunakan sebagai tarian persembahan bagi tamu atau menyambut pengantin pria menuju pelaminan. Bahkan untuk pentas ke mancanegara.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here