foto hl doc

Haris Haris dalam puisi rindu dan cinta, serasa menyibak tabir yang menyamarkan hati. Dari lubuk yang paling dalam, Haris Haris menempatkan rindu,cinta dan kasihnya menjadi muara yang tak pernah berhenti ataupun kering. Rindu, Cinta dan Kasih untuk di tanam abadi

Di Pojok Rindu 

Di atma yang goyah

Sanubari bernyanyi sunyi

Tanpa kicau kenari menemani

Bersama puing-puing senyuman.. tanpa tawa

Tangisan tanpa air mata

Asmara lesu kauletakkan di teratak Jiwa yang retak..

Berantakan diacak-acakan

Di sendu berserakan

Diporak-parik

Melibas didera asmara berahi Kehangatan renjana kasih..

Terkadang menyesah

Kocak-langguk melakak Maruah ..

yang gersang-kasang

Di prahara sakal

Puting beliung

Citra malam di bunga tidurmu..

Mengincar rindu

Di enak dan nyenyak

Terlena sejenak Mengejar mimpi lunak…

Aku…

Di pojok kalbu Yang sendu Merindu.

Hmmmmm….

 Harisharis KotaCina Temasek.

loading...