6.9 C
Alba Iulia
Kamis, April 2, 2020

Aneka Ragam Pakaian Tradisional Saudi

Must Read

Beredar Foto Seronok di Duga Siswi SMK Kandeman Kabupaten Batang

Sekolah perlu memberikan pengawasan ketat terhadap para siswa dalam lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah, bila ada keterkaitanya anak...

Umat Islam Diambang Kehancuran?

Belakangan ini konflik atas nama agama sering kali mencuat. Baik di dunia maupun di Indonesia. Islam menjadi salah satu...

Tari Topeng Cirebon dan Makna Dibaliknya

Tari Topeng Cirebon dengan gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab,...
Adminhttp://www.garudacitizen.com/
Garuda Citizen truly of Indonesia » politik, hukum, sosial, wisata, budaya, dan berbagai berita peristiwa menarik dan penting untuk dibaca.

Sebagaimana negara-negara lain, Saudi juga punya beraneka ragam “pakaian tradisional”. Foto di bawah ini hanya contoh dari pakaian tradisional yang disebut “jubah Hijazi”. Menarik diperhatikan setiap daerah di Saudi (Hijaz, Najran, Ahsa, Qatif, Najd, Afifi, dlsb) memiliki ciri khas pakaian tradisional. Bahkan setiap suku-suku besar juga memiliki “pakaian kebesaran” sendiri-sendiri lengkap dengan jenis pedang dan tutup kepala yang sangat unik.

Sayangnya, pakaian-pakaian tradisional di Saudi ini “hampir punah” diserbu oleh “pakaian modern” ala Barat. Sudah susah mencari pengrajin pakaian tradisional ini. Saya selalu sarankan kepada murid-muridku untuk tidak melupakan pakaian tradisional karena itu bagian dari identitas dan budaya masyarakat setempat. Tetapi kebanyakan mereka malu mengenakannya karena dianggap tidak modern, ketinggalan zaman, tidak modis, dlsb.

Murid-muridku seperti di foto ini mengenakan jubah tradisional Hijazi ini karena saya suruh untuk membawa dan memakai pakaian tradisional ini pada waktu presentasi di kelas. Gejala ini juga mirip di Indonesia dimana sebagian masyarakat sudah mulai melupakan pakaian tradisional mereka (seperti kebaya, dlsb). Bedanya: jika di di kawasan Arab, masyarakatnya, khususnya kalangan mudanya, menggandrungi “pakaian ala Barat”, sementara di Indonesia, sebagian masyarakat justru menggandrungi pakaian ala Arab he he.

Jabal Dhahran, Arabia

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Ini Daftar 48 Media Massa Yang Kerja Sama di DPRD BU 2019

Bengkulu Utara, GC – Anggaran publikasi media massa di sekretariat DPRD Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tahun 2019...

Karena Corona, Pilkada Serentak Tahun 2020 Ditunda

garudacitizen.com – Kesimpulan rapat kerja dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan...

Menkeu RI Hentikan Proses Lelang Barang Jasa DAK Fisik 2020

GARUDACITIZEN.COM – Upaya mencegah dan menanggulangi wabah penyeberan virus corona atau Covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, mengeluarkan surat edaran...

Paripurna LKPJ 2019, Bupati Sinjai Siap Terima Kritikan dan Saran

Sinjai, GC – Bertempat di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten Sinjai. Bupati Andi Seto Ghadista Asapa, SH,LLM, dihadapan 30 anggota DPRD...

DPRD dan Pemkab Sinjai Sepakat Bangun kios Pasar Darurat

Sinjai, GC - Hasil rapat Komisi gabungan DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, sepakat Membangun Kios Pasar Darurat sebanyak 24 Yunit, Selasa...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -