Connect with us

Daerah

RUD : Bahan Ajar Matematika SMP Berbasis Budaya Lokal

Published

on

Kota Pekalongan GC – Keprihatinan terhadap belum tersedianya bahan ajar matematika yang berisi integrasi nilai-nilai budaya lokal memotivasi sekelompok tim peneliti akademisi dari Universitas Pekalongan(Unikal) yakni Dewi Mardhiyana,M.Pd., Nur Baiti Nasution,S.Pd.,M.Sc., dan Syifa Fatih ‘Adna, S.Pd., M. Sc. membuat penelitian Pengembangan Bahan Ajar Matematika SMP dengan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) Berbasis Budaya Lokal.

Hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam Forum Grup Discussion Laporan Akhir Riset Unggulan Daerah di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan, Jumat (07/12/2018).

Kegiatan FGD tersebut dimoderatori oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan yang diwakilkan oleh Kabid. Penelitian, Pengembangan dan Penyusunan Program pada Bappeda Kota Pekalongan, Ujianto Purwanto dan dihadiri oleh OPD terkait dan segenap guru SMP se-Kota Pekalongan.

Dijelaskan oleh Ujianto, Pengembangan Bahan Ajar Matematika SMP dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) berbasis Budaya Lokal untuk Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Pekalongan merupakan satu dari empat judul penelitian yang memenangkan Riset Unggulan Daerah (RUD) Kota Pekalongan Tahun 2018 yang difasilitasi oleh Bappeda.

Ditambahkan Dyah, Staf Penelitian, Pengembangan dan Penyusunan Program Bappeda Kota Pekalongan, melalui RUD diharapkan hasil penelitian mereka nanti bisa dimanfaatkan secara optimal dan terpadu dalam rangka mendukung pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik dari lingkup kesehatan, pengembangan potensi wisata, pendidikan dan ekonomi.

Sementara itu, Dewi Mardhiyana,M.Pd, Ketua tim peneliti dari Unikal yang mengusulkan hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan sebagai salah satu referensi/ bahan ajar para guru dalam proses pembelajaran dan menanamkan nilai-nilai budaya lokal khususnya Kota Pekalongan bagi para siswa.

“Hasil produk penelitian ini dalam bentuk buku/LKS Matematika SMP satu semester sesuai kurikulum yang dilengkapi dengan masalah kontekstual berbasis budaya lokal di Kota Pekalongan seperti batik, tradisi syawalan, balon udara, khoul, dan lain sebagainya,”kata Dewi.

Dewi menjelaskan untuk memperoleh data dan hasil yang valid, ia bersama dua rekannya telah mencari data empiris melalui teori dan penelitian yang relevan, melakukan survei kepada siswa SMP dan wawancara dengan pihak terkait seperti beberapa guru matematika SMP di Kota Pekalongan serta telah mencoba mengimplementasikan hasil penelitiannya di SMP Negeri 13 Kota Pekalongan.

Dari hasil penelitiannya ini menghasilkan ketertarikan dan kesan bagi siswa dalam mempelajari bahan ajar matematika yang berbasis budaya lokal setempat.
“Kata mereka ketika kami melakukan penelitian, dari 27 siswa menyatakan bahwa mereka belum pernah melihat LKS/bahan ajar berisi unsur budaya daerah. Katanya LKS tersebut menarik dan mengesankan,” sambungnya.

Meskipun masih perlu penyempurnaan lebih mendalam mengenai hasil penelitiannya, Dewi berharap hasil output penelitian yang dicanangkannya bersama rekannya ini kedepan dapat segera diimplementasikan di SMP-SMP yang ada di Kota Pekalongan sehingga selain menarik minat siswa belajar matematika, diharapkan juga siswa-siswa dapat menanamkan dan mengenal budaya lokal setempat agar tidak tergerus oleh zaman. (d,yan)

Hadi Sulistiyono R adalah wartawan Garuda Citizen yang bertugas di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Juga aktif sebagai penggiat seni Teater dan Sastra Indonesia sekaligus mengajar seni Teater dan Sastra di SMA dan Perguruan tinggi di Pekalongan dan Pendiri Teater di Kota Pekalongan

Daerah

Kelurahan Limo Memulai Kegiatan Pekerjaan Tahun 2022

Published

on

Depok, GarudaCitizen – Kelurahan limo Kota Depok memulai pekerjaan fisik di awali dengan pekerjaan Betonisasi jalan lapangan relis RT 9 RW 9 menggunakan APBD tahun 2022 dengan nominal Rp. 280.784.000. dengan waktu pekerjaan 25 hari. Ditahun 2022 ada 5 titik pekerjaan Kelurahan Limo meliputi saluran drainase dan jalan lingkungan.

Kegiatan yang dikerjakan oleh kelompok masyarakat (pokmas) mulai dari persiapan, pekerjaan, hingga pengawasan. Untuk kegiatan Betonisasi jalan lapangan relis dilakukan oleh Pokmas Nyaman Limo.

Intinya dari kita bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, mudah mudahan bermanfaat bagi warga masyarakat” ujar AA. Abdul Khoir selaku Lurah Limo (29/09/2022).

Jalan Lingkungan Jalan Lapangan Relis Limo.

Harapannya kegiatan bisa berjalan dengan baik hingga selesai. masyarakat bisa menikmati serta melakukan pengawasan serta pemeliharaan secara berkesinambungan.

“Yang pastinya tidak ada yang tidak bermanfaat, sekarang ini kan pakai pokmas dari mereka yang mengusulkan, mereka yang mengerjakan artinya baik dan tidaknya pada akhirnya kita kembalikan pada mereka, itu sudah saya tekan kan sejak awal” tutur AA. Abdul Khoir. (ibn)

Continue Reading

Daerah

Empat Titik Pekerjaan Kelurahan Pangkalan Jati Berkolaborasi Dengan Pokmas

Published

on

Depok, GarudaCitizen – Tahun ini, Kelurahan Pangkalan Jati memiliki 4 titik pekerjaan fisik yang dilaksanakan secara swakelola pada tahun 2022 ini. Pekerjaan fisik tersebut meliputi pekerjaan saluran drainase dengan pemberdayaan warga melalui kelompok masyarakat (Pokmas) berbasis RW. Hal ini dilakukan guna mengikut peran serta masyarakat dalam membangun serta menjaga wilayahnya.

Kegiatan di tahun 2022 dikerjakan secara swakelola, Alhamdulillah sangat membantu masyarakat serta para ketua RT dan RW. Karena dalam satu titik pekerjaan kita membuat satu kelompok masyarakat disitu keterlibatannya ketua LPM, ketua RW, ketua RT, kader PKK, karang taruna. Jadi intinya semua masyarakat dilibatkan” ujar Tarmuji Lurah Pangkalan Jati (27/09/2022).

Pemberdayaan masyarakat dengan ikut andil dalam kegiatan pekerjaan pembangunan di wilayah, tercipta budaya gotong royong secara berkesinambungan serta menarik minat warga untuk bisa lebih peduli serta menjaga wilayahnya dengan seksama.

” Sesuai dengan tujuan memberdayakan masyarakat setempat sesuai dengan swakelola tipe 4 dikerjakan oleh pokmas, masyarakatnya pun ada kesempatan bekerja RT RW LPM disitu dilibatkan sebagai tim persiapan dan pengawasan” tutur Tarmuji.

Pekerjaan Di Jalan Cilobak RT 1 RW 7.

Di kesempatan yang sama Kasie Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Pangkalan Jati Rugby Andy yang juga PPTK kegiatan fisik Kelurahan mengatakan, ” tahun ini fokus pekerjaan di saluran drainase hasil Musrenbang tahun tahun sebelumnya, satu titik sudah rampung dijalan cilobak” ujarnya. (ibn)

Continue Reading

Daerah

Kerjasama Pemkot Depok Dengan Dirjen Holtikultura Gelar Pangan Murah, Tuai Respon Positif Warga

Published

on

Depok, GarudaCitizen – Kehadiran Gelar Pangan Murah yang diadakan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Depok bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura (Toko Tani Indonesia Center) Kementerian Pertanian (Kementan) RI mendapat respons positif dari masyarakat. Gelar Pangan Murah diadakan di dua lokasi yakni Kecamatan Cimanggis dan Pasar Depok Jaya pada 21-22 September dalam rangka  pengendalian inflasi di Kota Depok. 

“Alhamdulillah, menurut saya Gelar Pangan Murah sangat membantu kita masyarakat yang ada di sekitar kelurahan maupun kecamatan,” ujar Fufun, warga Kelurahan Mekarsari Sabtu (24/09/22). 

Menurutnya, di saat harga komiditi pangan sedang naik, barang-barang yang dijual di Gelar Pangan Murah tergolong lebih murah. Termasuk produk yang jual terbilang masih segar. 

“Produk-produk yang dijajakan bagus, harganya juga bagus di bawah pasaran,” ujarnya. 

Hal senada juga diungkapkan Sugiati, warga Kelurahan Tugu yang merasa terbantu dengan hadirnya Gelar Pangan Murah. Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. 

“Kegiatan ini mudah-mudahan bisa diadakan secara rutin lagi ya dan harganya kalau bisa lebih murah lagi,” ungkapnya.

Adapun komoditi yang dijual pada Gelar Pangan Murah di antaranya: 

1. Bawang Merah Brebes, Rp 29.000/Kg 

2. Cabai Rawit Merah dan Cabai Merah Keriting, Rp 55.000/Kg 

3. Bawang Putih Kating, Rp 26.000/Kg 

4. Bawang Putih Honan, Rp 18.000/Kg 

5. Ayam Broiler, Rp 34.000/Kg 

6. Telur ayam Rp 25.000/kg, Rp 46.000/tray 

Variasi Daging Sapi: 

1. Sop, Rp 75.000/Kg 

2. Semur, Rp 85.000/Kg 

3. Rendang, Rp 95.000/Kg 

Kerbau Rendang, Rp 85.000/Kg 

Gula Pasir kemasan, mulai dari Rp 13.000/Kg sampai Rp 13.500/Kg 

Minyak Goreng kemasan, mulai dari Rp 14.000 /liter sampai  Rp 16.000/liter

Beras, mulai dari Rp 9.400/Kg sampai Rp 11.400/Kg. (ibn)

Continue Reading

Trending