Uncategorized Puisi Marlin Dinamikanto

Puisi Marlin Dinamikanto

TAHLIL CINTA

kutatap teka-teki buta
membincang tanpa kata
selain lebah bertahlil duka
mengiring keranda Cinta

di sayup bibirnya itu
tak ada kata yang dikenang
selain air mata melinang
di layanglayang putus benang

di garis batas Cinta
selalu gerimis menjepit kelopak mata
terdengar haru. Mengusapusap cerita
tentang Sepi yang luka

di hatiku
lebam, geram
muram !!!

di garis depan Cinta
prajurit luka selalu saja
bertempur tak pernah jera
menanak api di hatinya

kobaran api itu telah membunuhnya
seluruh lebah dan kumbang bertahlil duka
mengantar kepergiannya

menghening ku di semak semboja
mengenang almarhumah Cinta
di pusara Sepi yang luka

setiap berkirim tahlil duka
arwah itu selalu saja
mengendapkan Rindu yang membercak
di kacakaca seluruh cerita

di garis batas Cinta yang punah
akankah luka kubasuh dengan nanah ?

Jatiwaringin, 6 Februari 2013

Berita sebelumyaPUISI PENDEK RA
Berita berikutnyaPuiisi M Enthieh Mudakir
Adminhttp://www.garudacitizen.com/
Garuda Citizen truly of Indonesia ยป politik, hukum, sosial, wisata, budaya, dan berbagai berita peristiwa menarik dan penting untuk dibaca.