Nely Aishiteru

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Aih… lucunya anjing itu ketika menjilati ketiak Nely yang berkacamata kuda, setelah di beri pakaian jas safari dengan sepatu pantovel buatan Cibaduyut,tidak ketinggalan juga setelan koko, katanya agar bisa kokoronotomo Ashiteru. Nely adalah nama seorang nenek berusia 60 tahun karena gayanya lincah dan suka koprol di jalanan.

Kemudian Nely dan anjing piaraannya berlari lari di lapangan hijau sambil bernyanyi kuch kuch kuta hai, sporter bersorak sorai “ayo lari, kudaku lari kencang lupa kandang dan pisang” spoter semakin riuh menyanyikan slogan-slogan Fanatiknya
keduanya berlari dan terus berlari, tiba-tiba wasit membunyikan peluit
“priiiiiiiiiiiiiit”Wajah Nely seketika merah padam mendengar peluit berbunyi ”kamu orang ya, ha bisa lihat aku senang ya, berani beraninya ya, membunyikan peluit ya” kacak pinggang mentereng percis pemain sinetron antagonis.

O iya Nely itu katanya dulu om, tante, kakek, neneknya adalah seorang aktor dan artis kawakan, kadang Nely suka ngintip-ngintip kalau sedang latihan, jadi Nely hafal betul cara bermimik muka.kadang suka tiba-tiba lembut, kadang garang kaya preman terminal.

Pernah pada suatu ketika si Bruno lalai, Bruno adalah nama anjing piaraannya, Nely marah marah karena kacamata kudanya ketinggalan di mobil.

“Bruno kamu ga pernah ngerti ya, harusnya setiap aku perlu kamu ada ya, ayo pakekan kacamataku ya, kalau tidak aku tak akan kasih kamu tulangku”

Suaranya nyaring percis klanpot motor 2 tak, Bruno mendengar kata-kata Nely wajahnya beringsut meninggalkan Nely yang sedang berkacak pinggang. Melihat Bruno pergi dengan mimik sakit hati Nely merasa iba, seketika itu juga wajahnya berubah manis,kalau menurut Nely wajah manisnya itu seperti kopi ga perlu gula itu kata orang Bali dalam ceritanya yang sering merayu di Hp nukie.
dengan lembutnya Nely merayu Bruno.

“Aku ga marah koq ya, sama kamu ya, aku sayang kamu ya, jadi kamu harus mengerti ya, kalau kamu ga boleh jauh dari aku ya”

Si Bruno melihat Nely dengan wajah memelas jadi iba, di jilatinya ketiak Nely yang artinya Bruno akan setia.

Bruno sebenarnya anjing yang pintar bisa memimpin sebuah pertandingan, kadang pemerintah memakainya untuk pengawasan sekitar lapangan pertandingan, suatu hari Bruno di tugaskan ke Surabaya, Nely pun di tinggalkan sendirian.

Di Surabaya Bruno ketemu anjing Poni, Poni adalah anjing betina yang lucu, bulunya lebat dengan hiasan pita di kepalanya. Bruno melihat Poni yang lucu dan imut-imut merasa kepincut, dimainkannya ekor Bruno sebagai tanda kalau Bruno suka sama Poni.

Selama seminggu Bruno tak pernah lepas lirikannya ke Poni bahkan Bruno sering mengundang Poni untuk menemaninya minum susu, tak ayal lagi Bruno pun melupakan Nely, hingga acara usai Bruno enggan pulang, berpura pura sakit, Bruno tidak menemui Nely.

Perubahan yang aneh yang terjadi pada Bruno membuat Nely bertanya-tanya, di carinya sumber berita mengapa Bruno menjadi beda, pencarian pun di lakukan Nely dengan gaya koprolnya bertanya pada teman-teman Bruno, hasil pun di dapat betapa kecewanya Nely, di panggilnya Bruno.

“Kamu sudah lupa tulangku ya, tega ya, kamu bermain susu dengan Poni ya, anjing murahan ya” Nely menangis dengan mengacungkan pisau.

Bruno kaget lalu mengaik menjilati ketiak Nely yang kini terasa asam di lidahnya.
“kaik…kaik…kaik…” tubuh Bruno kaku seperti bangkai hidup.

Berita sebelumyaPuisi Sri Sudarianti
Berita berikutnyaPUISI PENDEK RA

Latest News

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun...

Apa itu numerologi? Dan apa hubungannya dengan ARC Bali

Numerologi adalah sistem angka untuk mengukur getaran huruf-huruf alfabet, ini dipercaya dapat mengungkap; kepribadian manusia, keinginan, pikiran, tindakan dan pengalaman. Dapat...

8 Desa Merigi Ujan Mas Minta Perbaikan Jalan, Rudi : 2020 Belum Di Anggarkan

BedahBerita.Co.Id, Ketua Kelompok Tani Genting Surian R Sumantri meminta pihak pemerintah Kabupaten Kepahiang dapat mengabulkan permohonan mereka terkait pembangunan jalan yang di...

Kasus Alkes Rejang Lebong Kembali Ke KPK

BedahBerita.Co.Id, Ishak Burmansyah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKAT Rejang Lebong saat Orasi di depan Gedung Merah Putih KPK Jakarta meneriakkan beberapa...

DID, Hutang SMI, Fee, Lahan Dan OTT Dilaporkan FPR Ke KPK Item Indikasi Korupsi

BedahBerita.Co.Id, Hari ini 1 November 2019 sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bengkulu memasukan sejumlah laporan kasus yang tak jelas penyelesaiannya dan indikasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -