Daerah Warga Keluhkan Pelayanan Dinsos Bengkulu Utara Kurang Maksimal

Warga Keluhkan Pelayanan Dinsos Bengkulu Utara Kurang Maksimal

Bengkulu Utara,(GC) – Sejumlah masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara mengeluh dan merasa kesal serta kecewa atas pelayanan pegawai yang bekerja di Dinas Sosial (Dinsos) yang masih terkesan kurang maksimal alias buruk pada saat masyarakat ingin mengurus nama-nama keluarganya yang salah dan belum masuk dalam data program KIS dan BPJS.

Seperti yang diungkapkan oleh Salah seorang masyarakat asal Desa Ulak Tanding kecamatan Batik Nau, Haidir, dengan wartawan media ini,Senin (5/3/2018) mengaku kesal dengan pihak Dinas Sosial yang terkesan cuek pada saat dirinya ingin mempertanyakan soal 2 orang anaknya yang hingga kini belum mendapatkan KIS dan kartu BPJS sesuai dalam kartu keluarga dari pihak pemerintah setempat.

“Sebenarnya Saya dari pukul 7.30 tadi pagi menunggu, bahkan sudah 3 kali saya datang jauh-jauh dari desa ke kantor ini ingin bertemu dengan pak julyanto yang katanya salah seorang pegawai Dinas sosial yang mengurus dalam hal ini,” ungkapnya yang lagi duduk diruang tamu kantor Dinas Sosial.

Selang kemudian, sekitar pukul 3.00 sore, setelah usai ditelpon oleh Plt.Kepala Dinas Sosial, Ir Suharto, salah seorang pegawai Dinas Sosial yang bernama Julyanto yang tampaknya hanya menggunakan sandal kembali datang ke kantor.

Sembari duduk bersama dengan Plt.kepala Dinas Sosial dan warga desa yang ingin mengrus KIS dan kartu BPJS anaknya tersebut di ruang tamu, julyanto menjelaskan, belum terdaftarnya 2 orang anak seorang warga desa asal Batik Nau tersebut lantaran kesalahan pihak desa yang memberikan data penduduknya tanpa memberikan Kartu Keluarga (KK) dengan pihak dinas yang terkait pada saat melakukan pendataan tempo lalu.

“Penyebab 2 orang anak ini belum mendapakan KIS dan kartu BPJS, karena dulu pada saat pendataan, pihak desa pada waktu itu hanya memberikan data keluarga tanpa disertai dengan memberikan KK,” terang Julyanto.

Mendengar penjelasan tersebut, Haidir terlihat belum menerima alasan pihak dinas tersebut, sembari mengeluarkan KK nya tahun 2011 lalu langsung mengatakan,”kalau tidak disertai dengan KK mengapa anak bungsu saya dapat kartu, sementara anak pertama dan anak kedua saya tidak dapat,” kata Haidir dengan raut wajah yang penuh kecewa.

Mengingat hari sudah beranjak sore dan langit pun terlihat sudah mendung yang seakan-akan sebentar lagi akan turun air hujan, Haidir yang tempat tinggalnya cukup jauh dari kota Arga Makmur itu langsung mengatakan untuk pamit pulang setelah usai mendengarkan penjelasan Julyanto.

“Ya sudalah pak kalau begitu, saya pulang dulu, abis hari sudah sore dan tampaknya mau hujan, mana lagi tempat saya jauh,” kesalnya

Sembari bangkit dari tempat duduknya, Haidir sempat juga melontarkan kata harapan, meminta Agar pihak pemerintah kedepannya benar-benar memperhatikan nasib masyarakatnya, terutama bagi warga desa yang kurang mampu.(Ben)

Beni Irawanhttp://www.garudacitizen.com
Garuda Citizen adalah portal berita yang memuat berbagai artikel menarik dan penting. Seperti politik, hukum, HAM, wisata, opini hingga hiburan