Connect with us

info

Upah Tukang Cat Per Hari: Taksiran Biaya dan Cara Hitung

Published

on

Upah Tukang Cat Per Hari

Seperti yang umum ketahui, pengecatan adalah salah satu proses atau tahapan yang akan dilakukan pada saat finishing. Namun pengecatan merupakan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus. Meskipun sebenarnya bisa dilakukan sendiri, tetapi tidak semua orang mampu mengerjakannya. Jika Anda mengalami hal yang sama, ketahui berapa upah tukang cat per hari

Pasalnya, menentukan jasa tukang cat juga tidak mudah seperti yang ada di bayangan. Selain harus mengeluarkan  biaya lebih, Anda juga harus mencari tahu seberapa bagus kemampuan yang dimilikinya. 

Karena ini sangat berhubungan dengan hasil akhir yang akan didapatkan. Selain itu, Anda bisa membuat Rencana Anggaran Biaya renovasi rumah Excel yang lebih jelas setelah mengetahui berapa banyak biaya tukang yang harus dikeluarkan. 

Berapa Upah Tukang Cat Per Hari?

Untuk Anda ketahui, besaran upah tukang cat per hari bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang paling berpengaruh adalah kondisi bidang pekerjaan dan tingkat kesulitan sampai resikonya. 

Umumnya, upah jasa tukang cat di kota-kota besar berkisar antara Rp 60.000 sampai Rp 150.000 untuk satu hari. Namun untuk lebih jelasnya lagi, perhatikan tabel berikut. 

Posisi PekerjaJam KerjaUpah Pekerja
Kepala Tukang Cat8 Jam per hari (1 orang)Rp 150.000
Tukang Cat Terampil8 Jam per hari (1 orang)Rp 70.000
Tukang Cat Setengah Terampil8 Jam per hari (1 orang)Rp 60.000

*Catatan penting: Namun yang perlu Anda ingat, angka upah di atas bisa saja berubah, tergantung dengan sejumlah faktor di lapangan. Namun, daftar upah jasa tukang cat per hari yang kami berikan di atas bisa dijadikan sebagai acuan Anda untuk mempersiapkan biaya jika membutuhkannya. 

Cara Menghitung Biaya Upah Jasa Tukang Cat Harian

Meskipun kami sudah memberikan biaya upah rata-rata jasa tukang cat, namun kami juga akan menjelaskan cara yang paling tepat untuk menghitungnya dengan mudah. 

Cara ini bisa Anda lakukan sendiri menyesuaikan kondisi lingkungan di rumah. Terlebih, jika Anda ingin menggunakan jasa tersebut dalam jangka waktu seminggu. Berikut penjabarannya. 

  • Kepala Tukang Cat

Upah x 7 hari = Rp 150.000 x 7 = Rp 1.050.000

  • Tukang Cat Terampil

Upah x 7 hari = Rp 70.000 x 7 = Rp 490.000

  • Tukang Cat Setengah Terampil

Upah x 7 hari = Rp 60.000 x 7 = Rp 420.000

*Catatan tambahan: Sebenarnya komponen kepala tukang cat bisa Anda hilangkan saja jika pekerjaan yang dilakukan merupakan skala kecil. Namun, Anda juga bisa menerapkan cara menghitung borongan cat tembok untuk mengeluarkan biaya penuh sekaligus. 

Upah Tukang Cat Per Hari

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Jasa Tukang Cat Harian

Setelah mengetahui berapa dan bagaimana cara menghitung upah tukang cat per hari, hal penting berikutnya yang perlu Anda pahami adalah mengetahui kelebihan dan kekurangan jasa tukang cat harian. 

Pasalnya, ini mempengaruhi kualitas pekerjaan yang akan dilakukan. Maka dari itu, pahami lebih dulu apa yang akan menjadi keuntungan untuk Anda pribadi dari menggunakan jasa tukang cat per hari. Berikut penjelasannya. 

1. Kelebihan Menggunakan Jasa Tukang Cat Harian

Di dalam sistem tukang cat harian, para tukang akan bekerja selama satu hari saja. Pekerja harian seperti ini terkenal mempunyai spesialisasi yang baik. Namun jika pekerjaan tukang dalam hari tidak memuaskan, maka Anda bisa langsung memberhentikan pekerjaannya dan menggantinya dengan tukang yang lain tanpa harus menunggu sampai pekerjaan selesai. 

Yang terakhir, Anda tidak perlu mempersiapkan anggaran dana yang besar karena pembayaran bisa dilakukan per hari.

2. Kekurangan Menggunakan Jasa Tukang Cat Harian

Untuk mengefisienkan upah tukang cat per hari, Anda harus mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan dan gambar teknik terlebih dahulu yang menerangkan apa saja yang butuh diganti, dibangun, dan dirobohkan. 

Nah sebagai pemilik bangunan, mau tidak mau, Anda harus terus menerus mengawasi pekerjaan tukang selama seharian penuh. Karena jika tidak diawasi, bisa saja mereka tidak bekerja dengan maksimal. Karena semakin lama selesai, semakin lama juga waktu pengerjaan proyek yang dilakukan. Otomatis, upah yang mereka akan dapatkan semakin banyak. 

Tips Memilih Jasa Tukang Cat Harian

Setelah mengetahui banyak hal di atas tentang upah tukang cat per hari, kami juga akan bagikan beberapa tips yang bisa menjadi acuan Anda saat memilih jasa tersebut. Seperti yang sudah kami singgung di atas, Anda tidak boleh memilih jasa tukang cat secara sembarangan. Berikut tips dari kami:

  • Pilih jasa tukang cat dari rekomendasi kerabat dan keluarga
  • Kumpulkan penawaran berbeda, setidaknya dar 3 jasa tukang cat
  • Pastikan tukang cat bisa bekerja secara profesional, rapi, tepat waktu, dan sopan

Akhir Kata

Sebagai kesimpulan, biaya upah tukang cat per hari bervariasi, tergantung seberapa hebat kemampuan dan posisi yang dimilikinya. Selain itu, biaya upah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah tingkat kesulitan pengerjaan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pahami cara memilih kombinasi warna cat dinding dan plafon.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

info

4 Cara Mengecat Tembok dengan Roll Paling Simple

Published

on

Cara Mengecat Tembok dengan Roll

Sesudah pekerjaan pembuatan dinding rumah selesai sekarang saatnya Anda memahami bagaimana cara mengecat tembok dengan roll. Melakukan pengecatan dinding bertujuan untuk mewarnai bagian permukaannya. 

Dinding yang baru saja diaci masih memiliki warna abu-abu kusam sehingga tampilannya kurang menarik. Maka dari itu, Anda bisa mengecatnya menggunakan cat dengan warna yang sesuai dengan desain ruangan. 

Anda bisa mengaplikasikan cat ke permukaan dinding dengan bantuan alat bantu khusus, yakni roller. Sama seperti kuas, roller juga merupakan alat bantu untuk mengecat dinding rumah. Namun, bagaimana metode pelaksanaan pekerjaan pengecatan dinding yang tepat menggunakan roller? Perhatikan penjelasannya di bawah ini. 

Panduan Cara Mengecat Tembok dengan Roll

Memiliki rumah dengan nuansa yang indah adalah impian semua pemiliknya. Nuansa tersebut bisa dipancarkan dari pemilihan dan penerapan cat dinding yang tepat. Jadi selain harus mempertimbangkan pemilihan warna cat waterproof dinding interior terbaik, pahami bagaimana caranya melakukan pengecatan dinding menggunakan roll di bawah ini. 

1. Menyediakan Roller Yang Paling Tepat

Cara mengecat tembok dengan roll yang pertama sudah pasti harus menyiapkan alatnya terlebih dahulu. Anda bisa menemukan banyak produk roller yang tersedia. Namun sebaiknya memilih roller yang mempunyai kualitas terbaik, nyaman digunakan, dan bisa menghasilkan pengecatan yang rapi. Hm, namun bagaimana caranya memilih alat tersebut yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda?

Sebaiknya Anda memilih roller yang terbuat dari bahan bulu domba di bagian rollnya. Pasalnya, ini merupakan roller terbaik untuk mengecat dinding. Hasil akhir yang didapatkan nantinya akan lebih bagus jika menggunakan jenis tersebut. 

Akan tetapi, pastikan juga roller tersebut memiliki bulu yang penuh dan rata. Pasalnya, ini akan membuat Anda mudah menggunakannya. Bulu roller yang rata bahkan akan memberikan hasil pengecatan dinding yang bagus dan rapi.

Selain itu, pilih juga roller yang memiliki pegangan panjang atau pegangan yang bisa diatur ukurannya. Hal ini dilakukan supaya Anda bisa menjangkau bagian dinding yang areanya cukup tinggi tanpa harus menggunakan tangga dulu. 

Cara Mengecat Tembok dengan Roll

2. Mengencerkan Produk Cat Dinding di Bak

Pada cara mengecat tembok dengan roll yang kedua, encerkan produk cat yang sudah Anda beli jika masih bertekstur kental. Anda tidak boleh menggunakannya jika tekstur cat belum encer. 

Pasalnya, selain membuat boros, hasil cat yang akan didapatkan nanti tidak akan rapi. Perlu mengencerkan cat tersebut terlebih dahulu menggunakan air atau tinner sesuai dengan jenis produk cat yang sudah dibeli. 

Tambahkan air atau tiner secukupnya sesuai dengan petunjuk pemakaian cat yang ada pada bagian kemasan. Buatlah produk cat tersebut agak encer agar Anda bisa lebih mudah mengaplikasikannya ke permukaan dinding. 

3. Ambil Cat Menggunakan Roller

Sekarang masuk ke cara mengecat tembok dengan roll yang ketiga. Anda perlu menyiapkan bak khusus untuk keperluan mengecat. Umumnya, wadah ini berbentuk kotak dan memiliki permukaan yang miring di bagian dalamnya. 

Kemudian, tuangkan cat yang sudah diencerkan ke dalam bak secukupnya saja. Akan lebih baik, bersihkan terlebih dahulu bulu pada roller sebelum digunakan. Celupkan roller tersebut pada wadah bak tadi. Usahakan pada bagian roller yang terkena cairan cat dinding cuku di bagian permukaannya saja. jadi, roller tersebut jangan sampai terendam sepenuhnya. 

Setelah sebagian permukaan roller sudah terkena cat, Anda dapat meratakannya ke seluruh bagian roller tersebut dengan meniriskannya terlebih dahulu. Cara yang paling mudah, roller diusapkan ke sisi bak yang ukurannya lebih tinggi dan masih kering. 

Gerakkan roller ke arah depan dan belakang pada bagian bak tersebut. Anda bisa melakukan langkah ini sampai cat menutupi seluruh permukaan roller dan kondisinya menjadi cukup kering dan cat yang menempel tadi tidak menetes lagi. Barulah alat roller bisa digunakan untuk mengecat dinding.

4. Mulai Mengecat Dinding Menggunakan Roller

Anda bisa memastikan sekali lagi cairan cat yang menempel pada permukaan roller tidak terlalu banyak. Butuh tipis saja asal tidak menetes. Setelah itu, barulah Anda bisa mulai melakukan pengecatan. 

Namun sebelum itu, bersihkan terlebih dahulu dinding yang ingin dilakukan pengecatan terlebih dahulu. Jika sudah, Anda bisa membagi bidang dinding tersebut per 1 sampai 2 meter. 

Sehingga nantinya menjadi beberapa area pengecatan. Hal ini dilakukan agar Anda bisa melakukan pengecatan dengan lebih mudah dibandingkan langsung mengecat bagian seluruh permukaannya. 

Agar bisa mendapatkan hasil yang rapi dari cara mengecat tembok dengan roll, gerakkan alat tersebut membentuk huruf M atau W. Jangan melakukan gerakkan roller ke atas dan bawah saja karena justru akan memboroskan produk cat. Lakukan pengecatan dinding dengan lapisan yang tipis saja. 

Setelah itu, pindah ke area kerja di sebelahnya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pengecatan dinding memang lebih baik dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali lapisan. 

Sehingga hasilnya nanti bisa lebih rapi dan rata. Berbeda jika melakukan pengecatan dengan produk yang terlalu tebal karena akan menyebabkan warnanya tidak merata dan permukaannya bergelombang. 

Sebelum melakukan cara mengecat tembok dengan roll seperti di atas, Anda menerapkan cara menghitung borongan cat tembok terlebih dahulu. Ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak cat dan biaya yang perlu dikeluarkan. 

Continue Reading

info

4 Cara Menghitung Kebutuhan Cat Per Meter

Published

on

Cara Menghitung Kebutuhan Cat Per Meter

Apakah Anda sedang berencana untuk melakukan pengecatan dinding di rumah? Selain memperhatikan katalog warna cat tembok avian, pahami juga bagaimana cara menghitung kebutuhan cat per meter. Tujuan dari mengetahui hal tersebut adalah untuk memaksimalkan anggaran dan menghindari terjadinya pembengkakan dana yang tidak terduga. 

Maka dari itu, kami akan bagikan bagaimana menghitung kebutuhan cat dinding rumah melalui artikel ini. Sehingga nantinya Anda bisa mengoptimalkan dana yang dimiliki. 

Sehingga hasil akhir yang didapatkan bisa sesuai dengan harapan dan tidak menguras kantong terlalu banyak. Langsung saja simak penjelasan kami sampai habis di bawah ini. 

Panduan Cara Menghitung Kebutuhan Cat Per Meter

Mengecat dinding adalah salah satu cara untuk membuat permukaan dinding terlihat lebih indah dan juga menciptakan suasana baru. Akan tetapi, Anda harus memastikan dulu jumlah cat yang akan digunakan pas, tidak kurang dan juga tidak lebih saat ingin mengecat dinding ruangan. 

Dengan melakukan perhitungan kebutuhan cat yang tepat, Anda bisa memastikan biaya yang dibutuhkan sampai pengecatan dinding berakhir. Nah, berikut kami berikan cara menghitung kebutuhan cat per meter yang tepat. 

1. Hitung Luas Ruangan

Cara untuk menghitung kebutuhan cat dinding yang pertama, yaitu Anda harus memulainya dengan menghitung luas ruangan. 

Perhitungan luas ruangan ini sangatlah penting untuk dilakukan karena akan berpengaruh pada jumlah cat yang akan Anda beli. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui juga berapa upah tukang cat per hari jika tidak ingin melakukannya secara mandiri.

Mari kita ambil contoh ingin melakukan pengecatan dinding kamar tidur yang berukuran 3 x 4 meter, dengan tinggi ruangan 3 meter. Ada dua bidang dinding yang memiliki ukuran 3 x 4 meter dan 3 x 3 meter. Apabila dijumlahkan, akan ada 2 (3 x 4) + 2 (3 x 3) = 42 m2 (meter persegi). 

Cara Menghitung Kebutuhan Cat Per Meter

2. Pintu dan Jendela Tidak Ikut Dicat

Sebuah ruangan tentu saja pastinya memiliki akses untuk keluar seperti pintu dan jendela. Pasalnya, bagian bukaan ini tidak akan masuk ke dalam bagian yang akan dicat. Jadi, Anda harus mengurangi luas permukaan dinding yang sudah dihitung tadi dengan luas bukaan. 

Pada umumnya, kebanyakan pintu mempunyai ukuran lebar 80 cm dan juga tinggi 2 m. Sehingga luas yang harus dikurangi adalah 2 x 0,8 m = 1,6 m2. Jad dapat disimpulkan bahwa luas dinding yang perlu dilakukan pengecatan adalah 42 m2 – 1,6 m2 = 40,4 m2.

3. Mulai Menghitung Kebutuhan Cat Per Meter

Untuk cara menghitung kebutuhan cat per meter, standarnya menggunakan 1 liter cat yang bisa digunakan untuk luas 10 sampai 12 m2 (hanya untuk satu lapisan). Apabila luas dinding yang akan dicat adalah 40,4 m2 seperi contoh kami di atas, maka Anda akan membutuhkan setidaknya 3,5 sampai 4 liter cat untuk satu lapisnya. 

Umumnya, cat dinding akan digunakan dua lapis agar hasil yang didapatkan bagus. Jadi, kurang lebih akan membutuhkan 7 sampai 8 liter cat.

4. Bagaimana Jika Cat Dijual dalam Satuan Kilogram?

Tenang… Anda tidak perlu khawatir karena setiap liter cat biasanya memiliki berat 1,5 kg. Jadi, Anda bisa kalikan hasil penjumlahan dari kebutuhan cat dalam liter tadi dengan berat 1,5 kg. 

Jika kebutuhannya 8 liter cat, maka hasilnya akan sama dengan 8 x 1,5 kg = 12 kg cat. Anda butuh 12 kg cat untuk melakukan pengecatan tembok dengan contoh kami di atas. 

Alat-Alat dan Bahan Yang Diperlukan untuk Mengecat Dinding

Setelah mengetahui bagaimana cara menghitung kebutuhan cat per meter, sekarang saatnya Anda pahami apa saja alat dan bahan yang wajib dipersiapkan. Karena ini merupakan hal yang penting, maka Anda harus pastikan tidak ada yang kurang satupun, seperti:

  • Cat
  • Ember atau bak cat
  • Kaleng air
  • Kuas
  • Roll
  • Lakban
  • Masking Tape
  • Koran
  • Amplas
  • Dempul
  • Tangga

Barang-barang di atas sangat berguna saat proses pengecatan dinding berlangsung. Maka dari itu, Anda harus menyiapkannya dengan matang agar proses pengecatan dinding rumah menjadi lebih cepat dan mudah. 

Selain itu, banyak orang yang beranggapan bahwa melakukan pengecatan menggunakan kuas akan memberikan hasil akhir terbaik. Namun faktanya, ini hanyalah hal yang relatif saja. 

Baik kuas maupun roll cat akan digunakan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Apabila ingin melakukan cara cat yang lebih cepat pada tembok berukuran besar. maka roll cat yang bisa menjadi solusi terbaik. Sedangkan penggunaan kuas sangat cocok digunakan untuk bagian dinding yang memerlukan detail. 

Akhir Kata

Sebagai penjelasan akhir, cara menghitung kebutuhan cat per meter akan membantu Anda untuk memaksimalkan dana yang akan dikeluarkan. Jadi tidak akan ada pemborosan karena sudah merencanakannya dengan matang sesuai perhitungan. Selain itu, pahami juga cara menghitung borongan cat tembok

Continue Reading

info

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pengecatan Dinding Terlengkap

Published

on

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pengecatan Dinding

Dinding rumah merupakan salah satu komponen yang paling menentukan bagaimana tampilan rumah di mata yang memandangnya. Karena menjadi komponen terbesar pada sebuah bangunan, maka dari itu harus dilakukan beberapa metode pelaksanaan pekerjaan pengecatan dinding untuk mendapatkan hasil akhir sesuai harapan. 

Maka dari itu, tidak heran jika ada banyak orang yang mencari cara menghitung kebutuhan cat per meter, warna yang sesuai, sampai motif cat yang akan memberikan kesan indah pada rumah. 

Karena tidak boleh dilakukan secara sembarangan, kami akan jelaskan beberapa metode pelaksanaan untuk cat tembok yang paling tepat. Jadi, simak penjelasan kami di bawah ini. 

Beberapa Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pengecatan Dinding

Di dalam sebuah pekerjaan konstruksi, ada berbagai hal yang wajib dipertimbangkan dan dilaksanakan sesuai dengan urutan atau prosedur. Salah satunya adalah pengecatan dinding dalam dan luar. 

Meskipun sebenarnya pekerjaan ini cukup terlihat sederhana, namun faktanya membutuhkan keterampilan khusus untuk melakukannya. Jadi, pahami dulu metode pelaksanaan pekerjaan pengecatan dinding di bawah ini untuk menghasilkan kualitas dinding yang indah dan enak dipandang. 

A. Referensi

Pada poin yang pertama ini, Anda harus membuat referensi pengerjaan yang akan dilakukan. Ini bertujuan agar hasil akhir yang didapatkan nanti sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan secara matang. Jadi pengecatan tidak akan dilakukan secara asal-asalan. Pada poin referensi, Anda harus membuat:

  1. Shop drawing finishing cat atau gambar kerja yang sudah disetujui
  2. Spesifikasi cat waterproof dinding interior dan eksterior yang akan digunakan
  3. Contoh warna dan referensi produk

B. Alat dan Bahan

Metode kedua yang harus dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan. Pada poin ini, Anda perlu membuat daftar apa saja alat-alat dan juga bahan yang nantinya akan digunakan pada pengerjaan pengecatan dinding. Persiapkan saja barang-barang di bawah ini jika Anda bingung apa saja yang diperlukan:

  1. Kuas atau roller
  2. Bak cat atau ember kecil
  3. Spray gun dan kompresor untuk pekerjaan yang menggunakan cat semprot
  4. Kape
  5. Amplas
  6. Plastik atau kain majun
  7. Lakban
  8. Alat ukur kelembaban atau protimeter moisture meter
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pengecatan Dinding

C. Langkah Kerja

Metode pelaksanaan pekerjaan pengecatan dinding yang ketiga ini masuk ke tahap pengerjaan. Ada beberapa proses yang wajib Anda pahami terlebih dahulu. Namun pastikan Anda memahaminya dengan cermat agar tidak terjadi kesalahan saat melakukan pengerjaan cat dinding. 

  1. Proses persetujuan gambar lokasi atau bidang yang akan dilakukan pengecatan
  2. Proses persetujuan spesifikasi bahan dan warna yang akan digunakan
  3. Periksa kesesuaian spesifikasi material yang akan dikirim ke lapangan, mencakup: 
  • Merk dan produksi yang sudah ditentukan
  • Jenis dan warna yang sudah mendapat persetujuan
  1. Periksa kesiapan lahan yang mencakup:
  • Kondisi pada permukaan bidang yang akan dilakukan pengecatan sudah halus dan rata
  • Kondisi bidang harus sudah kering. Jika diperlukan, ukur menggunakan alat pengukur kelembaban dinding atau protimeter moisture meter
  • Periksa bagian sudut dan juga pertemuan bidang yang sudah baik
  • Proteksi terhadap bahan lain yang mungkin akan terkena bahan cat atau percikan tetesan cat
  1. Pelaksanaan pengerjaan
  • Pengecatan bagian dinding dalam
  • Permukaan dinding dibersihkan dan diamplas terlebih dahulu. Bekas-bekas semen harus dikerok
  • Lakukan 1 kali pengerollan alkali primer
  • Lakukan 1 kali wall filler atau plamir. Lalu dipulaskan halus
  • Lakukan 1 kali roll cat dinding dalam
  • Jika ada bagian dinding yang kurang bagus, maka harus dilakukan perbaikan setempat
  • Perbaikan setempat di dinding yang masih ada kurang baik
  • Lakukan 1 kali roll cat dinding dalam (finishing)
  • Pengecatan bagian dinding luar (weathershield atau sejenisnya)
  • Permukaan dinding dibersihkan dan diamplas terlebih dahulu. Bekas-bekas semes harus dikerok
  • Lakukan 1 kali roll alkali primer
  • Lakukan perbaikan setempat jika ada dinding yang kurang bagus menggunakan skimcoat
  • Lakukan 1 kali roll cat dinding luar
  • Lakukan perbaikan setempat pada bagian dinding luar jika masih ada yang kurang bagus menggunakan skimcoat
  • Lakukan 1 kali roll cat dinding luar (finishing)
  • Pengecatan bagan dinding luar (elastomeric atau sejenisnya)
  • Bersihkan dan amplas permukaan dinding. Kerok bekas-bekas semen
  • Lakukan 1 kali elastomeric primer
  • Lakukan 1 kali cat elastomeric
  • Lakukan perbaikan setempat jika ada dinding luar yang kurang bagus menggunakan skimcoat
  • Lakukan 1 kali roll cat elastomeric
  • Lakukan perbaikan setempat jika ada dinding yang kurang bagus menggunakan skimcoat
  • Lakukan 1 kali cat elastomeric
  • Pastikan ketebalan rata-rata adalah 150 mikron

Namun sebelum dilakukannya metode pelaksanaan pekerjaan pengecatan dinding, akan lebih baik jika Anda melakukan inspeksi visual. Proses ini bertujuan untuk mengamati kondisi tembok rumah dengan menyeluruh untuk mengetahui apakah ada bagian dinding yang sulit dicat. 

Dengan begitu, Anda bisa mengatasi masalah tersebut sebelum dilakukannya proses pengecatan. Akan lebih baik juga jika Anda memahami cara menghitung borongan cat tembok untuk mengetahui berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan. 

Continue Reading

Trending