Setda Kabupaten Pekalongan Pantau Ujian SMA Sederajat

0
378
Setda pantau ujian SMA sederajat

Kabupaten Pekalongan- Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Dra. Mukaromah Syakoer, MM., Senin (4/4/2016) memantau pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA sederajat di wilayah Kota Santri.

Sekda didampingi Plt  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Dra. Sri Sugiarti beserta Kabid Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tri Budi Hartono.

Hari pertama UN sekolah yang dipantau yaitu SMAN 1 Kajen, SMAN I Kesesi dan SMKN Sragi. Dari tiga sekolah yang didatangi, kata dia, tidak ada yang mengalami kendala. Hasil pengamatannya hari pertama tidak ada siswa yang tidak hadir, semuanya datang mengikuti ujian.

Menurutnya, ujian nasional (UN) kali ini tidak berbeda dari UN tahun sebelumnya yakni hasilnya bukan untuk penentu kelulusan. Berkaitan dengan kelulusan, ada mekanisme tersendiri.

Mengenai ujian online, Sekda menyatakan sangat mendukung. Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan harus dipersiapkan antara lain ruang yang representatif, listrik dan cadangan listrik/ genset yang memadai, serta adanya komputer dan server yang memadai pula.

Lebih lanjut Sekda menyatakan bahwa persiapan dan pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat tahun 2016 di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar dan tertib.

Tahun 2016 ini, sebanyak 6.975 siswa tingkat menengah atas di Kabupaten Pekalongan pada 4-7 April mengikuti ujian nasional (UN), terdiri dari 2.520 siswa SMA, 3.397 siswa SMK dan 1.058 siswa MA.

Hal itu dikatakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Dra. Sri Sugiarti.
Menurut  Sri Sugiarti, sebanyak tujuh sekolah tingkat SMA di Kabupaten Pekalongan pada 2016 ini melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau secara online yaitu menggunakan sistem computer based test (CBT).

Ke tujuh sekolah tingkat SMA itu, yaitu sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) Kedungwuni, Karangdadap, Sragi dan Lebakbarang. Adapun untuk SMK swasta hanya SMK Muhammadiyah Bligo dan Kajen. Kemudian ditambah SMA1 Kajen

Dikatakan, dari 32 SMK di Kabupaten Pekalongan yang dinyatakan lolos verifikasi serta layak menggelar ujian nasional secara online hanya enam SMK saja. Dua SMK swasta dan empat SMK negeri. Persyaratan Selanjutnya, dari 16 SMA yang ada, baru satu yang siap melaksanakan ujian dengan sistem CBT.

Kendati demikian, jumlah pelaksana ujian nasional CBT pada UN 2016 meningkat bila dibanding tahun 2015. Pada 2015, sekolah yang ujian nasional dengan sistem online di Kota Santri hanya empat sekolah saja, yaitu SMK Kedungwuni dan Sragi. Kemudian dari kalangan swasta SMK Muhammadiyah Bligo dan Kajen.

Lebih lanjut di jelaskan,  persyaratan agar bisa menggelar ujian nasional secara online sebagaimana yang telah ditetapkan. Beberapa persyaratan itu di antaranya sekolah memiliki petugas laboratorium komputer.

Perbandingannya, yaitu satu banding tiga atau satu komputer untuk tiga peserta UN. Misalnya, jika jumlah peserta UN 120 orang, maka jumlah komputer yang harus tersedia minimum 40 unit.

Syarat lain, sekolah mampu menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi (minimal) sesuai yang telah ditentukan oleh Puspendik.

”Semua sekolah pelaksana CBT tahun ini komputernya sudah mencukupi dan memiliki jaringan internet,” ungkapnya.

Sistem UN CBT ini, kata Titik, baik untuk objektivitas jawaban peserta UN. Selain itu, sebagai pemanfaatan kemajuan teknologi. Ia berharap, ke depan semua sekolah di Kabupaten Pekalongan dapat melaksanakan UN dengan sistem CBT. (***)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here