Demi beli Beli iPhone dan iPad 2 remaja China jual Ginjalnya

2
395

China | Sebuah kasus phenomena social yang membuat miris. Bagaimana tidak, demi untuk membeli iPhone dan iPad 2 seorang remaja warga Negara China rela menjual organ tubuhnya. Akibat penjualan ginjal yang dilakukan Wang Shangkun (18), di kabarkan kondisi kesehatannya saat ini mengenaskan. Yakni harus cuci daerah secara rutin.

Sebagaimana diberitakan surat kabar China Daily, seorang ahli bedah dan empat orang lainnya diadili di China atas kasus seorang remaja yang dikabarkan telah menjual ginjalnya untuk membeli iPhone dan iPad 2 tersebut.

Surat kabar yang dikelola negara tersebut melaporkan bahwa Wang Shangkun (18) saat ini berada dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi transplantasi ilegal tahun lalu.

Lima orang itu diadili karena dituduh melukai secara sengaja dan melakukan perdagangan organ ilegal setelah operasi itu, serta menjual organ itu. Mereka menghadapi ancaman tiga hingga 10 tahun penjara jika terbukti bersalah, ungkap surat kabar tersebut. Karena, menurut harian pemerintah tersebut, , para terdakwa diadili dengan tuduhan dengan disengaja mencederai dan melakukan perdagangan organ manusia secara ilegal.

Seorang wanita yang menjawab telepon di pengadilan distrik Beihu di kota Chenzhou, provinsi Hunan, mengatakan bahwa persidangan itu diselenggarakan pada Jumat, meskpiun ia tidak memberikan keterangan lebih rinci. Ia menolak untuk menyebutkan namanya.

Mengutip beberapa dokumen pengadilan, China Daily mengatakan bahwa Wang setuju untuk menjual ginjalnya setelah menghubungi agen online ilegal.

Kasus jual-beli organ manusia ilegal ini terkuak tanpa sengaja oleh ibu Wang, Ou Lin­chun, saat mendapati anaknya memiliki dua piranti canggih dan mewah produk Apple tersebut. Ou lantas melaporkan kejadian yang dialami anaknya kepada polisi dan kelima tersangka ditangkap April lalu.

Dalam kesaksisannya di pengadilan, Ou menolak tudingan anaknya telah menjual ginjal hanya untuk membeli iPhone dan iPad 2. ”Anak saya tergoda oleh para pedagang organ ilegal. Dia mungkin takut tertangkap saat membawa sejumlah besar uang, sehingga dia membeli ponsel dan PC tablet,” katanya, seperti dilansir yahoonews.

“Anak saya tergoda oleh para pedagang organ ilegal dan mungkin takut akan ditangkap karena memiliki sejumlah besar uang, jadi ia membeli ponsel dan PC tablet,” katanya menurut surat kabar itu.

Mengutip dokumen pengadilan, tulis China Daily, Wang setuju menjual ginjalnya setelah menghubungi agen ilegal online. Gin­jalnya itu dijual seharga 150.000 yuan (sekitar US$ 23.600) dan US$ 10.000 tunai, atau total sekitar Rp300,6 juta.

Namun menurut China Daily, Wang hanya menerima 22.000 yuan atau sekitar Rp32,7 juta. Sedangkan sisa pembayaran ginjal tersebut dibagi di antara lima orang yang terlibat, masing-masing adalah staf medis yang berpartisipasi dalam operasi, pihak rumah sakit dan perusahaan investasi medis.

Pihak berwenang mengatakan, awal bulan ini polisi China telah menangkap 137 orang yangdiduga terlibat dalam jaringan nasional perdagangan organ manusia, di antaranya adalah sejumlah dokter. Jaringan kejahatan ini mengeruk untung besar dari bisnis transplantasi ilegal, mengingat besarnya permintaan donor organ tubuh.

Data Kementerian Kesehatan China menyebutkan, sekitar 1,5 juta penduduk China membutuhkan tranplantasi organ tubuh setiap tahunnya. Namun hanya sekitar 10.000 permintaan yang bisa dipenuhi.(red)

loading...

2 KOMENTAR