Anggaran Pembangunan Jalan Gunung Selan Raib 2 Miliar

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara, GC – Anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk pembangunan jalan Desa Gunung Selan, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara tiba-tiba raib 2 Miliar.

Hal ini langsung menimbulkan sebuah pertanyaan salah satu Anggota DPRD Bagian Komisi III Deddy Safroni, dalam Hearing LKPJ Tahun Anggaran 2018 pada hari kedua, Selasa (14/5/2019).

Pasalnya, kata Dedy Safroni, anggaran pembangunan jalan dari Desa Gunung Agung hingga Desa Gunung Selan tersebut, sebelumnya sudah masuk finalisasi Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sampai pada pengesahan APBD 2019 senilai 7 Miliar.

Namun, pada saat merealisasikan anggaran tersebut, dari 7 Miliar mendadak berubah menjadi 5 Miliar rupiah. Parahnya lagi, perubahan anggaran tersebut tanpa ada persetujuan dari pihak Dewan.

“Jadi begini, pada waktu pembahasan Finalisasi KUA dan PPAS 2019, komisi III belum sempat memahas. Saya Koreksi sendiri bahwa anggaran pembangunan jalan itu 7 Miliar, kok bisa menjadi 5 Miliar. Kalau pun ada perubahannya kapan dilakukan pembahasannya,”cetus Dedy Safroni.

Dengan adanya hal demikian, Anggota DPRD selaku bidang pengawasan, Dedy Safroni meminta kepada pihak Eksekutif, yang dalam hal ini Bappeda dan Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Utara untuk memberikan penjelasan dimana anggaran 2 Miliar itu.

Tetapi sangat disayangkan, hingga hearing LKPJ yang dipimpin oleh Wakil ketua I, Bambang Irawan yang didampingi wakil ketua II Agus Riyadi dan Sekretaris Dewan (Sekwan) ABD. Salam, selesai. Pihak Eksekutif tidak dapat menjelaskan pertanyaan salah satu anggota DPRD bagian Komisi III tersebut.

“Ini baru sedikit permasalahan yang saya buka, kalau pihak Eksekutif masih berbelat belit ngak jelas juga, tidak menutup kemungkinan akan saya buka semuanya,”ujar Dedy Safroni.

Pantauan Media ini, hadir dalam Hearing LKPJ 2018, Sekda Bengkulu Utara, Haryadi dan seluruh kepala OPD. Para camat beserta beberapa anggota DPRD lainnya. (ADV)

Latest News

Penetapan Nama Calon Kades Gembung Raya Dipermasalahkan

Bengkulu Utara, GC - Penetapan nama calon kepala desa Gebung Raya, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara,...

Onsen paling terpencil di Jepang & ‘naked communion’

Jepang adalah rumah bagi lebih dari 3.000 mata air panas alami - tetapi satu sangat legendaris sehingga para pemanjat memulai perjalanan bolak-balik...

Rumjab KadisKes BU 2018 Dapat Anggaran Perabot, Berikut Rinciannya

Bengkulu Utara, GC – Anggaran pengadaan perlengkapan Rumah Jabatan (Rumjab) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), yang bersumber dari APBD...

Pertarungan melawan ‘Berita HOAX’ di Indonesia

Indonesia benar-benar gagap, berada ditengah perkembangan dunia tehnologi saat ini. Media sosial dan berbagai sistem, yang memungkinkan informasi menyebar dan disebar, sepertinya...

Ada banyak jenis kanibalisme, selain orang makan orang

Mungkin Anda sedikit gugup atau hanya sekedar kebiasaan, lalu mengigit kuku. Meskipun ini mungkin tampak seperti tindakan yang tidak berbahaya, itu bisa...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -