Diterjang Badai 15 Menit, Banyak Baliho Dan Stand Penjualan Makanan Di Bundaran Arga Makmur Roboh

0
655
Beberapa Stand Tempat Penjualan Makanan Di Bundaran Arga Makmur Roboh Pecah dan Berantakan

Arga Makmur – GC– Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, kamis (25/8) diterjang badai dan hujan deras selama 15 Menit. Akibat angin kencang tersebut, sejumlah stand tempat para penjualan makanan yang beralokasi di bundaran samping kantor BKKBN  terguling pecah  berantakan. Tidak hanya itu, beberapa baleho roboh serta tidak sedikit atap rumah penduduk melayang.

Menurut, Jon Beu selaku pengunjung  yang berada ditempat kejadian, peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 14.00 Wib. Setidaknya diketahui dua stand roboh serta pecah berantakan dan beberapa peralatan pedagang seperti, sendok, mangkok tempat makanan, teko tempat air minum berserakan terkena dampak badai tersebut.

Baleho Yang Roboh

“Sekitar jam 2 sore tadi badai nya kencang. Sehingga stand seperti gerobak tempat orang jualan makanan terbalik dan ter jungkir, dan tempat saya ngopi, semua peralatan dagang yang di atas meja melayang berhaburan. Bahkan sempat kami tolong memegang standnya agar tidak roboh,” ujar Jon Beu.
Selain itu,menurut Jon Beu, akibat angin kencang serta hujan yang cukup deras tersebut di taksirkan kerugian mencapai puluhan juta. Namun untuk korban jiwa dinyatakan tidak ada.

“Yah.. pasti banyak lah yang rugi. Kalau saya lihat di sekitar bundaran saja, seperti para penjualan makanan, ditaksirkan kerugian mencapai puluhan juta. Sementara untuk korban jiwa tidak ada,” ungkap Jon Beu.

Angin kencang yang datang secara tiba-tiba ini, sempat membuat  pedagang makanan dan warga panik. Seperti salah seorang penjual soto ditempat itu dengan tubuh gemetar karena takut hanya mampu melihat peralatan dagangannya terbang berhamburan.

“Tolong bantu pegang stand saya mas. Saya takut,” ungkap pedagang soto malang itu dengan wajah memelas.

Wanita mengenakan hijab berwarna hitam diketahui sebagai pedagang soto yang enggan menyebutkan namanya, kepada wartawan mengatakan bahwa, badai itu datang secara tiba-tiba dan cepat. Hal itu membuatnya merasa khawatir dikarenakan beberapa stand tempat penjualan yang berada disekitarnya berjatuhan.

 

“Saya tadi kaget bahkan sempat gemetar, merasakan angin yang kencang tadi. Karena disekitaran saya ada beberapa stand tempat penjualan semuanya pada berjatuhan. Saya juga berusaha untuk memegangi tiang ini,” ujarnya.

Pantauan wartawan Garuda Citizen ditempat kejadian, akibat kondisi badai yang disertai hujan deras beberapa tempat juga terjadi pemadaman listrik. Seperti di jalur Lebong kawasan Perumnas Air Nakai, Desa Tegal Sari, Suko Mulyo, hingga Desa Tegal Rejo suasana gelap gulita karena terputusnya arus listrik.(BEN)