Pejabat Diknas Bengkulu Utara Gagap Tehnologi, Lecehkan Media Online

0
1390

Bengkulu Utara, GC – Ditengah era informasi yang serba cepat dan segala sesuatunya mulai mengarah pada sistem berbasis tehnologi, pejabat satu ini malah terkesan ‘gagap tehnologi’. Namun, persoalannya tidak hanya sebatas itu. Ia malah melecehkan wartawan dari media online.

Bagaimana cerita menyedihkan tersebut terjadi? Hal itu berawal ketika Wartawan dari media online www.sahabatrakyat.com dan Garuda Citizen hendak mewawancarai Plt. Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Eka Heriadi (9/9/2016). Namun saat tengah antri di ruang tunggu, tiba-tiba muncul salah seorang pejabat dari lingkungan dinas bersangkutan. Belakangan, diketahui bernama Emwan.

Dengan nada kurang bersahabat lalu menghamburkan kata-kata melecehkan.

“Apa kerja kalian kular-kalir (hilir-mudik) di gedung DPRD kemaren, hah?… Mana berita kalian!.. Kalau beritanya terbit di media online, itu tidak dibaca orang, lanjutnya. Coba saya tanya, siapa yang baca berita online? Jangankan kakek saya, orang tua saya, saya saja masih menggunakan HP odong-odong (Hand Phone jenis lama yang tidak ada aplikasi internet),” ujarnya Emwan ketus.

Entah, mungkin sedang dalam kondisi fikiran kusut atau sedang menghadapi masalah pribadi, lelaki berbadan tambun tersebut terus ‘nyerocos’. Parahnya, ia malah meminta wartawan membelikan HP berbasis Android sekaligus quota internet untuknya.

“Biar saya bisa baca berita di media online, coba kamu belikan HP Android untuk saya. Sekaligus isikan kuotanya.. ya! Supaya saya bisa baca berita-berita kalian di Media Online,” katanya.

Lalu, secara berulang-ulang, Emwan menuduh wartawan media Online melakukan konfirmasi, saat sidang paripurna LKPD 2015, namun pemberitaannya tidak ada.

Baca berita seputar Sidang Paripurna LKPD 2015:
Dewan Geram, Aset BU Sebesar 2 Triliun, Hilang 610 Miliar
Sonti Bakara Tegaskan,Aset Bengkulu Utara Yang Hilang Sebesar 610 Miliar
Meskipun Belum Mendapatkan Rincian Aset dari DPKAD BU, Tetapi 7 Fraksi Telah Menyetujuinya

“Saya lihat kalian terus konfirmasi dengan dewan. Tapi tidak ada saya baca berita kalian itu. Coba saya tanya sekali lagi, siapa yang membaca berita media Online,” ujar Emwan dengan nada berapi-api.

Menurut Emwan, mungkin jika ada semacam kasus, maka sulit pihak aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya. Karena sepengetahuannya,  berita yang cepat di tanggap oleh pihak pemerintah maupun aparat penegak hukum hanya berita di media cetak.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh rekannya yang juga salah seorang staf di ruang tunggu Plt.Kadis Diknas. Katanya, media berita online itu kurang memuaskan. Sebab jika kuota internet di HP nya habis, maka dirinya tidak bisa membaca berita yang ada di media Online.

Menyikapi hal ini, Eka Heriadi selaku Kepala Dinas mengaku akan memanggil bawahannya tersebut. Untuk diperingati agar tidak mengulangi sikap yang melecehkan tersebut.

“Saya berharap agar masalah ini tidak usah di beritakan. Karena nanti memperbesarkan masalah saja. Saya akan memanggilnya, sekalian mengingatkan agar Emwan tidak ngomong seperti itu lagi,” tutup Eka.

Gagap Tehnologi Kasus menyedihkan di Era Informasi

Sebagai salah satu pejabat di Dinas Pendidikan, sosok Emwan yang terkesan ‘gaptek’ sebenarnya cukup memalukan wajah Kabupaten Bengkulu Utara.

“Bagaimana wajah pendidikan di Bengkulu Utara, jika pejabatnya saja masih gaptek,” ujar sumber.

Menurut sumber, sejatinya pejabat di dinas pendidikan harus paham tehnologi. Agar bisa mengaplikasikan berbagai program pemerintah yang saat ini erat kaitannya dengan dunia tehnologi.

“Saat orang-orang sudah mulai secara bertahap go online, masa pejabat diknas malah berfikir sebaliknya. Ini sangat menyedihkan,” ujar sumber.

Menurut sumber, pemerintah Bengkulu Utara, hendaknya membuat semacam program khusus agar pejabat dilingkungannya melek tehnologi. Memahami bahwa saat ini era informasi.

“Paham internet itu penting. Di kota-kota, ojek saja sudah menggunakan aplikasi online. Bagaimana jadinya, jika masih banyak pejabat di Bengkulu Utara malah belum tersentuh internet,” tandas sumber. (BEN)

loading...