6.9 C
Alba Iulia
Senin, Maret 30, 2020

Ratu Ayu dan Puisi-Puisinya

karakter puisinya selalu mengikuti ‘mood’ dari seorang wanita yang selalu berubah-ubah.

Must Read

Beredar Foto Seronok di Duga Siswi SMK Kandeman Kabupaten Batang

Sekolah perlu memberikan pengawasan ketat terhadap para siswa dalam lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah, bila ada keterkaitanya anak...

Umat Islam Diambang Kehancuran?

Belakangan ini konflik atas nama agama sering kali mencuat. Baik di dunia maupun di Indonesia. Islam menjadi salah satu...

Tari Topeng Cirebon dan Makna Dibaliknya

Tari Topeng Cirebon dengan gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab,...
Adminhttp://www.garudacitizen.com/
Garuda Citizen truly of Indonesia » politik, hukum, sosial, wisata, budaya, dan berbagai berita peristiwa menarik dan penting untuk dibaca.

Sebuah puisi yang dilepas begitu saja di media sosial, yang digoreskan seorang wanita yang saya kenal beberapa tahun lalu. Dari beberapa puisinya, mengalami perubahan warna begitu dinamis seiring dengan perjalanan waktu.

Sebagai pribadi, saya selalu menebak-nebak dengan satu kesimpulan pasti. Warna dan karakter puisinya selalu mengikuti ‘mood’ dari seorang wanita yang selalu berubah-ubah. Terpengaruh oleh alam sekelilingnya. Terpengaruh oleh suasana hatinya.

Namun karena itu pula lah pusisinya selalu penuh warna baru. Ia menciptakan mata rantai puisi yang dinamis. Goresan katanya, melompat dan menari mengiringi gerak langkah si penciptanya. Kadang penuh emosi, kadang bersilmut sedih, kadang membara, kadang kocak, dan terus berubah begitu.

Di kalangan teman-teman penulisnya, ia di panggil Ratu Ayu. Sebelum itu, ia juga memperkenalkan dirinya bernama Neni Saputra.

Kenapa ada kata “Saputra”, padahal jika dia wanita, seharusnya Saputri atau minimal Neni Putri. Untuk itu, kembali secara pribadi saya lupa dan tak berencana untuk menanyakannya. Saya lebih asik dengan puisi-puisi Sang ibu rumah tangga yang tinggal di Kota Cirebon – Jawa Barat itu.

Jika anda tertarik dengan puisi atau sekedar mempertanyakan kasus “SAPUTRA” itu, mungkin bisa menyambangi langsung akun facebooknya; Ratu Ayu (Neni Saputra).

Berikut adalah puisi yang saya katakan pada paragraf awal tadi. Cobalah untuk ikut menebak kondisi hatinya saat ia menulis puisi ini. Dan kita tunggu puisi selanjutnya, dan kemudian menebak lagi, menebak lagi, begitulah seterusnya.

puisi ratu ayu neni saputra

RAHIM PUISI

Lembut senyummu membentuk pelangi dimataku

Untaian kata mengasah seluruh kata

Kalimat demi kalimat kau lahirkan sepenuh jiwa

Membuatku selalu dahaga keindahan yg kau ciptakan

Hingga airketuban ku reguk dari rahim puisimu

Agar terbasahi seluruh nalar dan logikaku

Rindumu membuatku candu

Memijar cahaya purnama

Sementara aku hanya memandang

Tanpa dapat menjamah sempurna

 

CPH, 2011
Dari kumpulan puisi perempuan
Ratu Ayu

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Menkeu RI Hentikan Proses Lelang Barang Jasa DAK Fisik 2020

GARUDACITIZEN.COM – Upaya mencegah dan menanggulangi wabah penyeberan virus corona atau Covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri...

Paripurna LKPJ 2019, Bupati Sinjai Siap Terima Kritikan dan Saran

Sinjai, GC – Bertempat di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten Sinjai. Bupati Andi Seto Ghadista Asapa, SH,LLM, dihadapan 30 anggota DPRD...

DPRD dan Pemkab Sinjai Sepakat Bangun kios Pasar Darurat

Sinjai, GC - Hasil rapat Komisi gabungan DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, sepakat Membangun Kios Pasar Darurat sebanyak 24 Yunit, Selasa...

FPTI RL Gelar Kompetisi Panjat Tebing NGORBIT 2020

GarudaCitizen - Sebagai bentuk rasa syukur atas selesai dibangunnya sarana prasarana wall panjat tebing di area sport centre Dataran Tapus, Bermani Ulu...

Peluang Usaha modal minim. Dari jual tinta, toner, dan Cartridge Bekas

Cara memulai bisnis untuk menjual tinta, toner, dan komponen printer dan menghasilkan uang. Peluang usaha modal minim yang menggiurkan.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -