6.9 C
Alba Iulia
Sabtu, April 4, 2020

Puisi Riboet Gondrong

Must Read

Beredar Foto Seronok di Duga Siswi SMK Kandeman Kabupaten Batang

Sekolah perlu memberikan pengawasan ketat terhadap para siswa dalam lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah, bila ada keterkaitanya anak...

Umat Islam Diambang Kehancuran?

Belakangan ini konflik atas nama agama sering kali mencuat. Baik di dunia maupun di Indonesia. Islam menjadi salah satu...

Tari Topeng Cirebon dan Makna Dibaliknya

Tari Topeng Cirebon dengan gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab,...
Adminhttp://www.garudacitizen.com/
Garuda Citizen truly of Indonesia » politik, hukum, sosial, wisata, budaya, dan berbagai berita peristiwa menarik dan penting untuk dibaca.

Dunia Hanyalah Kembara

dunia hanyalah kembara
suatu ketika akan pulang jua
pada tempat asal kita kembali
apa yang dicari di dalam kembara
hanya bekal pulang dan buah tangan
bagi yang menanti kepulangan kita

Pekalongan, 11 Maret 2013 

Metafora Kematian

jika kematian adalah sebuah perjalanan
masih perlukah dihadirkan dalam metafora
yang membahasakan dengan cara lain
tentang kematian yang sulit dipahami
apakah ia terupa menjadi keindahan
atau hanya seperti angin yang berlalu
membelai pada helai-helai rambut putih
yang mulai bertabur di ubun-ubun
bersama waktu yang lewat
di tepi kolam kehidupan

Pekalongan, 12/03/2013

Desiderium Bellum

pada tubuh yang ditempa api
dan dilumur cahaya
sukma merasuk mendenyutkan jantung
memberi hidup dan kehidupan

pada akal yang dihangatkan bara
dan dibasuh berkas sinar
segala nalar dan pengetahuan dibekalkan
memperjalankan kaki dan gerak tangan
menyusun waktu

pada tiap jendela dan pintu
udara menyusup menghimpun segala
beradu dalam serambi dan rongga

inilah, peperangan dalam tubuh
dalam pikiran dan nalar
yang membakar hasrat
di atas tungku rasa

Pekalongan, 12/03/2013

Alamat Lupa

aku lupa mencantumkan alamat
atau sekadar nomor telepon
dan aku lupa alamat rumah
selepas aku dalam kembara
tiga puluh tiga tahun lamanya

aku tak tahu pula
apakah jalanku pulang
telah berubah atau berpindah jalur
di setiap tikungan kutemui lampu berkedip
jalanan yang padat dan bising
rel-rel kereta baru
persimpangan baru
rumah baru
pertokoan baru
hal-hal baru aku saksikan
dari beberapa waktu lalu

ya, waktu memang
tak pernah menghambat
ia tak pula melambat
terus merambat
tetapi pasti

kini, di sebuah kafetaria
yang menjajakan minuman kopi
aku terdampar
menenggak puisi-puisi
yang lama terkapar di atas meja
lalu merenunginya lagi

aku lupa tuliskan alamat
rumah tempatku pulang
pada puisiku

Berebut waktu

Pekalongan, 11/03/2013

 

Berita sebelumyaPuisi Sri Sudarianti
Berita berikutnyaPuisi: Adi Mochtar
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Ini Daftar 48 Media Massa Yang Kerja Sama di DPRD BU 2019

Bengkulu Utara, GC – Anggaran publikasi media massa di sekretariat DPRD Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tahun 2019...

Karena Corona, Pilkada Serentak Tahun 2020 Ditunda

garudacitizen.com – Kesimpulan rapat kerja dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan...

Menkeu RI Hentikan Proses Lelang Barang Jasa DAK Fisik 2020

GARUDACITIZEN.COM – Upaya mencegah dan menanggulangi wabah penyeberan virus corona atau Covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, mengeluarkan surat edaran...

Paripurna LKPJ 2019, Bupati Sinjai Siap Terima Kritikan dan Saran

Sinjai, GC – Bertempat di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten Sinjai. Bupati Andi Seto Ghadista Asapa, SH,LLM, dihadapan 30 anggota DPRD...

DPRD dan Pemkab Sinjai Sepakat Bangun kios Pasar Darurat

Sinjai, GC - Hasil rapat Komisi gabungan DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, sepakat Membangun Kios Pasar Darurat sebanyak 24 Yunit, Selasa...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -