Kota Pekalongan GC- Wilayah Kota Pekongan bagian utara kiranya masih belum terselesaikan persoalan penanggulang rob. Pembangunan tanggul rob kini masih terus berjalan dan belum menunjukan hasil yang siknifikan, sehingga pembangunan tanggul rob masyarakatenilai tidak efisien.

Masyarakat masih terus bertanya juga berharap kepada Pemerintah Daerah sejauh mana dalam menanggulangi sehingga bisa terbebas dari rob.Yang terus melanda berdampak mengisolir rumah rumah warga wilayah pesisir pantai

Sejak minggu pertengahan April air pasang laut tinggi dan Senin (23/4) mulai pukul 15..00 wib merukapan rob besar. Beberapa wilayah kelurahan yaini, kelurahan panjang wetan,kelurahan bangengan, kelurahan pasir sari,kelurahan panjang baru,kelurahan dukuh kraton dan kelurahan krapyak merata di kurung rob dengan ketinggian air rata rata 30 hingga 50 Cm, merendam rumah rumah warga.

Sebagian warga di daerah kelurahan pasir sari,bandengan,panjang baru banyak yang mengungsi. Warga takut jika rob akan terus semakin tinggi.

Dari pantauan garudacitizen hingga pukul 01 dini hari, air yang menggenangi rumah rumah warga sudah mulai surut. Menurut salah satu aktifis KOMPAK , Ferri Fanta, yanh juga aktif dalam pemantauan mengawal pembangunan tanggul rob. Dia mengatakan jika rob hari Senin ini merupakan rob besar dan merata merendam wilayah bagian utara. Dan kemungkinan juga akan kembali yang lebih besar lagi, katanya

Ferri menambahkan kondisi rob ini adalah PR Bagi Pemeeintah Kota, untuk lebih serius dan tanggap terhadap masyarat. Jangan bermain diatas kesensaraan masyarakat yang setiap waktu direndam oleh pasang air laut. Maka tunyaskan pembangunan tanggul penanggulangan rob dengan benar  selesai tanpa masalah, tegasnya. (HL)