Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Kartini,melakukan kunjungan ke RSUD Bendan, dengan menghibur pasien anak anak.
Kota Pekalongan GC – Momentum peringatan Hari Kartini ke 139 dijadikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan Hj. Khusnul Khotimah, untuk mengunjungi dan menghibur pasien anak-anak di RSUD Bendan,  Sabtu (21/4) kemarin.
Kegiatan yang kali pertamanya dilakukan ini sempat mengejutkan orang tua dan pasien anak yang sedang dirawat, karena kedatangan Ibu Ketua TP. PKK Kota Pekalongan tanpa sepengetahuan jajaran manajemen dan perawat RSUD Bendan.
Di tuturkan oleh Kabag TU RSUD Bendan Dwi Yuniastuti, S.K.M.
“Kedatangan Tim Penggerak PKK memang tidak pernah diagendakan sebelumnya, pagi tadi dapat informasi sekitar jam sembilan jika Ketua TP. PKK Kota Pekalongan mau datang untuk mendongeng dihadapan pasien anak,” terang Yuni.
“Tentu hal ini mengejutkan kami semua, walaupun memang kegiatan mendongeng untuk pasien anak sudah sejak lama diadakan di RSUD Bendan,” 
Lebih lanjut Yuni menerangkan bahwa RSUD Bendan bekerjasama dengan TBM Dimurti pimpinan Ibu Sri Widiati selalu mengadendakan kegiatan mendongeng untuk pasien anak minimal dua kali dalam satu bulan dan sudah berjalan sejak 2014 yang lalu.
 “Dengan kedatangan TP PKK Kota Pekalongan, kami dari jajaran manajemen dan perawat RSUD Bendan menyampaikan terimakasih kepada Ibu Ketua TP. PKK Kota Pekalongan, tepat di hari Kartini ini beliau menyempatkan hadir disini untuk menghibur pasien,” kata Yuni.
“Harapannya, semoga anak-anak yang sedang sakit, dapat termotivasi dan semangat untuk segera sembuh dan sehat setelah dikunjungi Ibu Ketua TP. PKK,”
Ibu Ketua TP. PKK Kota Pekalongan tidak sungkan untuk mendongeng bersama anak-anak dengan membacakan buku “Karunia Allah”. Seusai mendongeng, beliau menjelaskan tentang kunjungannya yang mendadak di RSUD Bendan.
“Saya mendengar kalau hari ini ada kegiatan mendongeng di RSUD Bendan, saya juga ingin ikut andil dalam kegiatan tersebut,” papar Hj. Khusnul Khotimah.
Istri Walikota Pekalongan tersebut teringat cucu-cucunya ketika sedang berkumpul di rumah. Karena memang kebanyakan cucunya berada di luar kota.
“Cucu saya sudah lima, masih kecil-kecil, dan hampir semua ada di luar kota. Saya merasa tergerak untuk ikut mendongeng supaya anak-anak yang sakit tidak bosen selama dirawat di rumah sakit,” terangnya. HL