6.9 C
Alba Iulia
Senin, Maret 30, 2020

‘Jerit Tangis’ Dibalik Pabrik Semen Terbesar Dunia – Indocement

“40 Tahun Lebih Tanah Kami Diserobot Dan Dikuasai PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk”

Must Read

Beredar Foto Seronok di Duga Siswi SMK Kandeman Kabupaten Batang

Sekolah perlu memberikan pengawasan ketat terhadap para siswa dalam lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah, bila ada keterkaitanya anak...

Umat Islam Diambang Kehancuran?

Belakangan ini konflik atas nama agama sering kali mencuat. Baik di dunia maupun di Indonesia. Islam menjadi salah satu...

Tari Topeng Cirebon dan Makna Dibaliknya

Tari Topeng Cirebon dengan gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab,...

Setidaknya ada 4 hektar milik Suhendar dan ratusan Hektar tanah lainnya milik warga Desa Lulut Kecamatan Klapa Nunggal Kabupaten Bogor – Jawa Barat yang statusnya masih dalam sengketa.

Sebagaimana dikatakan Suhendar, tokoh masyarkat desa setempat, dia telah berjuang setidaknya 40 tahun untuk menuntut keadilan dan memperjuangkan haknya. Namun karena keterbatasan eknomi dan pemahaman tentang hukum, membuat pihaknya berada diposisi korban tidak berdaya.

Kasus Indocement
Kiri: Jeffry Lengkong Ketua Umum LSM Pajajaran Muda, Kanan: Suhendar tokoh masyarakat desa Lulut – Klapa Nunggal Kabupaten Bogor – Jawa Barat

“Tanah kami dengan sewenang-wenang diserobot dan dikuasai oleh PT. Indocement. Kami telah melakukan berbagai upaya, namun nampaknya segala sesuatu seolah berpihak kepada mereka. Kami hanya bisa menjerit dan menangis meratapi nasib,” ungkap Suhendar miris.

Menurut Suhendar, baik dari bukti-bukti, hingga sejarah tanah maupun dari pengakuan saksi setingkat Kepala Desa, serta hasil verifikasi yang telah dilakukan oleh Pihak Pemda Kabupaten Bogor bersama BPN, Polres Dan Kodim setempat,  tanah seluas 4 hektar yang masuk dalam wilayah yang dikuasai PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. tersebut, jelas merupakan miliknya.

Namun, entah bagaimana, kemudian pihak Indocement dengan kemampuannya, mampu memanipulasi data. Sehingga, mereka memiliki surat bukti kepemilikan berupa sertifikat. Dan secara hukum diakui syah dibawah kekuasaan mereka.

Memang, lanjut Suhendar, pihak Indocement memiliki bukti pembelian tanah. Namun, mereka membeli tanah ke orang lain, bukan kepada pihaknya selaku pemilik tanah. Dan dalam administrasi, tanah yang dibeli Indocement lokasinya tidak sesuai dengan tanah miliknya yang dapat dibuktikan dalam buku letter C yang tercatat di pemerintahan.

“Tapi, mereka bersikukuh dengan bukti pembelian dan sertifikat tidak syah tersebut. Kami rakyat kecil tidak berdaya. Tapi kami tidak akan pernah rela dan akan terus berjuang, sampai kapan pun,” tegas Suhendar.

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Karena Corona, Pilkada Serentak 2020 Ditunda

garudacitizen.com – Kesimpulan rapat kerja dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan...

Menkeu RI Hentikan Proses Lelang Barang Jasa DAK Fisik 2020

GARUDACITIZEN.COM – Upaya mencegah dan menanggulangi wabah penyeberan virus corona atau Covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, mengeluarkan surat edaran...

Paripurna LKPJ 2019, Bupati Sinjai Siap Terima Kritikan dan Saran

Sinjai, GC – Bertempat di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten Sinjai. Bupati Andi Seto Ghadista Asapa, SH,LLM, dihadapan 30 anggota DPRD...

DPRD dan Pemkab Sinjai Sepakat Bangun kios Pasar Darurat

Sinjai, GC - Hasil rapat Komisi gabungan DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, sepakat Membangun Kios Pasar Darurat sebanyak 24 Yunit, Selasa...

FPTI RL Gelar Kompetisi Panjat Tebing NGORBIT 2020

GarudaCitizen - Sebagai bentuk rasa syukur atas selesai dibangunnya sarana prasarana wall panjat tebing di area sport centre Dataran Tapus, Bermani Ulu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -