‘Jerit Tangis’ Dibalik Pabrik Semen Terbesar Dunia – Indocement (Bag.4)

Indocement berlindung dibalik penguasa yang tidak berpihak pada rakyat kecil

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Dalam persoalan sengketa tanah antara warga Desa Lulut Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor – Jawa Barat dengan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, ada sebuah pertanyaan menarik. Kenapa pabrik semen terbesar dunia itu tetap berdiri kokoh? Kendati diterpa badai perlawanan dari masyarakat yang seolah tanpa henti.

“Mereka punya uang! Dan kebanyakan dari orang-orang masih tergiur dengan itu,” demikian ungkap Suhendar kepada Garuda Citizen dalam sebuah perbincangan panjang di kediamannya.

Tudingan tersebut bukan tanpa alasan atau kemarahan membabi buta. Menurut Suhendar, ia menilai begitu karena belajar dari pengalaman. Perjuangan panjang yang seolah tidak berujung selama ini memberi dia gambaran bahwa hukum cenderung berpihak pada orang-orang yang memiliki uang.

“Dalam melawan warga, Indocement berlindung dibalik penguasa yang tidak berpihak pada rakyat,” ujar Suhendar ketus.

Buktinya, lanjut Suhendar, salah satu contoh kecil dalam sengketa areal tanah seluas 4 hektar milik kakak kandungnya Alm. Idi Supriadi dengan Indocement. Kasus tersebut terjadi juga ada peran besar penguasa. Dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Saat ini, tanah Alm. Idi Supriadi sebelum meninggal telah dihibahkan kepada Suhendar.

Indocement jelas berada diatas langit. Perusahaan tersebut secara hukum sah berkuasa diatas tanah milik Alm. Idi Supriadi (Suhendar). Karena mengantongi sertifikat sebagai bukti kepemilikan yang dikeluarkan oleh BPN.

Yang menjadi persoalan adalah keabsahan sertifikat tersebut. Baik dilihat dari cara proses pembuatannya, maupun bukti-bukti. Dimana menurut Suhendar, dia sebagai pemilik syah tanah tersebut masih memegang SPT (Standard Penetration Test/Uji Penetrasi Standar) dan Girik Tanah. Dimana sejatinya, sebagai landasan dasar pembuatan sertifikat.

Ditegaskan Suhendar, ia adalah salah satu orang yang menjadi saksi hidup berbagai kejanggalan dalam proses pembebasan tanah di desa-nya puluhan tahun silam. Sebut saja salah satu contoh, dalam pembuatan sertifikat tanah.

Kendati ditengah berbagai konflik, pembuatan sertifikat dilakukan cukup singkat. Pembebasan tanah dimulai tahun 1974 dan sertifikat sudah jadi ditahun 1975.

“Ada banyak mekanisme pembuatan sertifikat yang diduga keras tidak sesuai prosedur,” ujar Suhendar.

Trauma Dengan Hukum

Dikatakan Suhendar, sejak dikalahkan dalam persidangan dia telah beberapa kali menyurati pihak Indocement dengan kelengkapan bukti-bukti baru tanah. Dimana dengan harapan ada itikad baik dari perusahan untuk menyelesaikan masalah tanah secara musyawarah. Namun mereka tetap menantang untuk ditempuh melalui proses hukum.

“Kami rakyat kecil. Miskin dan tidak paham dengan permainan hukum. Sidang butuh modal besar,” ujarnya.

Suhendar berkata, pihaknya trauma dengan proses hukum. Mereka telah banyak habis biaya dan waktu. Namun selama ini, pesidangan kesannya cenderung melemahkan pihaknya.

Katanya lagi, usianya saat ini sudah 74 tahun. Sudah cukup tua. Sengketa tersebut dihibahkan oleh kakak kandungnya Alm. Idi Supriadi. Dan jika pun sepanjang usianya tetap tidak mendapatkan keadilan. Maka setumpuk berkas-berkas, rekaman-rekaman, bukti, dokumentasi, catatan sejarah, akan menjadi warisan kelam untuk generasi kedepan. Agar dituntaskan.

Kedepan, lelaki yang kondisi fisiknya semakin menurun akibat digerogoti penyakit sesak napas (asma) ini mengungkapkan, akan memasang patok-patok pembatas di atas tanah miliknya. Kendati tanah tersebut berada didalam areal sangat berbahaya. Yakni berada disisi belakang gudang bahan peledak milik Indocement.

“Saya ingin dunia tahu. Bahwa ada jerit tangis kami dibalik pabrik semen terbesar dunia yang hebat itu,” ujar Suhendar.

Latest News

Keunikan Tari Reog Ponorogo yang Spektakuler

Tari Reog Ponorogo merupakan salah satu seni tradisional yang berasal dari Kabuaten Ponorogo, Jawa Timur.

Tari Merak dan Keindahannya yang Unik

Tari Merak adalah salah satu tarian khas daerah Jawa Barat. Seni tari daerah ini cukup populer di Indonesia.

Tari Gantar Dayak, Khas dan Penuh Mitos

Di Kalimantan Timur ada sebuah tarian yang cukup populer, khususnya di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Yaitu Tari Gantar Dayak.

Kehangatan yang Ditampilkan Tari Sekapur Sirih Khas Jambi

Jambi merupakan salah satu propinsi di Indonesia. Memiliki banyak warisan budaya yang menarik untuk diulas, salah satunya ialah kesenian tarinya. Salah satu...

50 Cara Meningkatkan Traffic Website | Panduan Lengkap

Jika Anda sudah melakukan berbagai cara meningkatkan traffic website, tapi belum mendapatkan lalu lintas yang memuaskan, Anda sudah berada di halaman yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -