Syaprianto Daud Muak Pernyatan Sonti Bakara Soal Aset Hilang Rp 610 M

0
572
Syaprianto Daud Muak Pernyatan Sonti Bakara Soal Aset Hilang Rp 610 M
syaprianto Daud
ads

Bengkulu Utara,GC – Pernyataan keras Sonti Bakara yang mengatakan adanya aset kabupaten Bengkulu utara yang hilang sebesar Rp 610 Miliar pada saat sidang paripurna penyampaian kata fraksi di gedung DPRD Bengkulu Utara lalu, membuat mantan ketua DPC PDIP Bengkulu Utara, Syaprianto Daud geram serta muak mendengarnya.

Bahkan jika memang benar apa yang telah disampaikan oleh salah satu anggota DPRD Bengkulu Utara, Sonti Bakara tersebut, kata Syaprianto Daud, dirinya meminta pihak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti atas hal tersebut. Hal ini diungkapkan Syaprianto Daud, pada Garuda Citizen, (16/9/2016) di kediamannya.

“Saya muak atas perkataan Sonti yang mengatakan ada aset yang hilang Rp 610 miliar, sementara pada akhirnya mereka setujui juga. Kalau memang benar sampaikan rekom ke aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti atas keterangan sonti itu,” ujar syaprianto

Syaprianto Daud : Sonti Bakara Tidak Menjalani Seorang Anggota Lembaga Pengawasan

Sebagai mantan ketua DPC partai PDIP Bengkulu Utara, Syaprianto Daud menambahkan, ucapan Sonti Bakara terkait  adanya aset yang hilang hampir 1 triliun itu, membuat masyarakat tidak percaya lagi dengan pihak dewan. Sebab, setelah usai melontarkan statemen yang keras, bahkan sempat mengatakan jangan ada dusta diantara kita, namun pada akhirnya dia membungkam.

“Sebagai anggota dewan, Sonti sudah tidak menjalani tugasnya seorang lembaga pengawasan yang baik. Kalau kita menilai statemen keras yang di ucapkannya itu, hanyalah modus belaka,” Kata Syapriato.

Minta Aparat Penegak Hukum Menindaklanjutinya

Hal senada yang di sampaikan oleh,ketua laskar anti korupsi cabang Bengkulu Utara, Kasrinuddin Karseno, pada media ini menjelaskan, seharusnya jangan disetujui terlebih dahulu jika permasalahan itu belum jelas. Apa lagi yang katanya sudah 1 tahun menunggu, namun sampai saat ini belum juga mendapatkan kejelasan dari pihak DPKAD tentang aset yang katanya hilang tersebut.

Bila perlu menurutnya (kasrinuddin karseno,Red). Sebagai wakil rakyat selebih baiknya serahkan permasalahan itu sekarang ke pihak aparat penegak hukum agar sebagai lembaga pengawasanya memang benar-benar berjalan.

“Kalau hal ini tidak ada tindak lanjutnya lagi, berarti sonti bakara sebagai anggota dewan di duga hanya mengundang kegaduhan saja,” terang kas.

Ketika garudacitizen.com ingin mengkonfirmasikan hal ini kepada Sonti Bakara, hingga sampai saat ini belum dapat menemuinya dan selalu mengelak bila ingin di temui. Bahkan ketika di hubunngi melalui Via hand ponenya selalu tidak aktif, sehingga berita ini di turun kan belum mendapatkan jawaban terbaru lagi dari Sonti Bakara.(BEN)