Yal Aziz : Suhu Politik di Dharmasraya Sumbar Mulai Membara

Persoalan pribumi dan pendatang lah yang menjadi pemicu memanasnya suhu politik di Dharmasraya.

0
1085
Yal Aziz Suhu Politik di Dharmasraya Sumbar Mulai Membara
Photo: Tour de Singkarak
Banner BPKAD

SUHU politik di Kabupaten Dharmasraya boleh dikatakan sudah mulai membara begitu Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyatakan sikap maju pada pemilihan Bupati Dharmasraya 2015-2020. Kemudian Sutan Riska didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, PAN dan Hanura memilih berpasangan dengan Amrizal Datuk Rajo Medan.

YAL AZIZ
YAL AZIZ : wartawan Tabloid Bijak dan Padang Pos.com

Sementara bakal lawannya Adi Gunawan mantan Bupati Dharmasraya yang berpasangan dengan H Jonson Putra yang berlatar belakang seorang birokrasi, didukung Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Golongan Karya.

Munculnya sosok Marlon mantan Bupati Dharmasraya untuk mendukung pasangan Sutan Riska Sutan Kerajaan dengan Amrizal Datuk Rajo Medan, punya pengaruh besar dan membuka peluang keturunan raja Dharmasraya ini untuk memenangkan perebutan kursi kekuasaan bupati.

Perkiraan peluang pasangan Sutan Riska Sutan Kerajaan dan Amrizal Datuk Rajo Medan yang lebih populer dengan sebutan pasangan SUKA-AMAN, lebih karena derasnya arus dukungan dari masyarakat Kecamatan Sungai Rumbai dan Kecamatan Kota Besar yang merupakan daerah tansmigrasi. Bahkan, untuk dukungan kepada Sutan Riska Sutan Kerajaan masyarakat di Kecamatan Kota Besar sudah terang-terangan memberikan dukungan kepadanya dengan bahasa dan kalimat. “Keluarga kerajaan telah menghibahkan tanahnya kepada kami, dan sudah sepantasnya pula kami memberikan dukungan kepada Sutan Riska Tuanku Kerajaan.”

Begitu juga dengan dukungan kepada Amrizal Datuk Rajo Medan dari Kecamatan Pulau Punjung. “Kami tentu mendukung datuk kami, apalagi datuk kami didukung pak Marlon.”

Berdasarkan dialog dengan beberapa tokoh di Dharmasraya, terekam kalau sosok atau figur Marlon bagi masyarakat Dharmasraya, memang sangat populer, terutama dikalangan masyarakat. Sebagai contohnya, sewaktu Marlon jadi Bupati di Dharmasraya, setiap ada acara di kabupaten, Marlon sengaja memerintahkan stafnya untuk membeli nasi bungkus dari rumah makan di sepanjang jalan atau yang berjualan nasi di Pulau Punjung. Kondisi ini membat, sosok Marlon bagi masyarakat rumah makan sangat terkenal.

Kemudian sosok Marlon bagi beberapa tokoh masyarakat, seorang pemimpin yang peduli dengan kesejahteraan masyarakat dari semua lapisan, meskipun dalam berbagai kebijakannya mendapat ganjalan dari para politisi di lembaga dewan.

Sementara pergerakan politik dari Adi Gunawan yang berpasangan dengan H Jonson, belum muncul betul kepermukaan dan terkesan barmain dengan penggalangan masa secara diam-diam, karena memang suasana kampanye belum ditabuh KPU Kabupaten Dharmasraya. Bahkan, ada yang menduga pasangan Adi Gunawan dan Jonson menggalang dukungan dari kalangan PNS atau birokrasi, karena dirinya mantan bupati yang waktu jadi bupati punya kekuatan untuk menggalang dukungan.

Kondisi politik di Dharmasraya makanya mulai membara, karena ada bahasa politik pribumi dengan pendatang, Maksudnya pasangan SUKA-AMAN merupakan pibumi yang notabene keturunan raja.

Sementara Adi Gunawan, meskipun lahir dan di besarkan di Dharmasraya, tapi leluhurnya berasal dari Kabupaten Solok.

Jadi persoalan pribumi dan pendatang inilah yang menjadi pemicu memanasnya suhu politik di Dharmasraya. Kini, mampukah, PJ Bupati Dharmasraya, Drs H Syafrizal MM meredam gejolak politik ini jadi kondusif?. Kita tunggu lakek tangan Syafrizal Ucok yang telah malang melintang di dunia politik.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here