Puisi Sri Sudarianti

0
280
BULAN SUASA

hati laksana sumur tanpa dasar
katamu
lalu aku tengok hatiku
gelap, tak terlihat
entah

aku surut langkah
dipersimpangan waktu, rindu membeku kalah

ah
hari-hari adalah keringat
lengket
masam
karena rindu yang tak tenggelam

gerimis tak lelap, pada malam gelap
penat enggan mendekap
kuhirup nafas
rohmu terhisap

bayang-bayang penuhi kaca jendela
mendekat
penuhi selasar jiwa
lalu aku mabuk !

tubuhku terguling-guling cumbui gelisah

darah melesat
membentur dinding dan langit-langit kasat
di luar kelelawar terbang, hinggap
pada buah ranum masak

lalu bulan adalah suasa
pucat
pepohonan layu, mati tengadah
pada pijak bumi, yang tak pernah ada

Gerung, Feb ’13

loading...