Puisi Sri Sudarianti

0
670
BULAN SUASA

hati laksana sumur tanpa dasar
katamu
lalu aku tengok hatiku
gelap, tak terlihat
entah

aku surut langkah
dipersimpangan waktu, rindu membeku kalah

ah
hari-hari adalah keringat
lengket
masam
karena rindu yang tak tenggelam

gerimis tak lelap, pada malam gelap
penat enggan mendekap
kuhirup nafas
rohmu terhisap

bayang-bayang penuhi kaca jendela
mendekat
penuhi selasar jiwa
lalu aku mabuk !

tubuhku terguling-guling cumbui gelisah

darah melesat
membentur dinding dan langit-langit kasat
di luar kelelawar terbang, hinggap
pada buah ranum masak

lalu bulan adalah suasa
pucat
pepohonan layu, mati tengadah
pada pijak bumi, yang tak pernah ada

Gerung, Feb ’13