Virus Bule Serang Tanaman Cabe,PPL Tak Pernah Turun

0
278
kebun cabe milik Bambang Asnadi. warga Desa Penanjung Panjang.

Kepahiang,GC-Keluhan petani atas serangan virus bule (kuning) atau Binisia Tabaci pada tanaman cabe di wilayah Kabupaten kepahiang hingga sekarang belum ada obatnya.

Akibat virus bule atau binisia tabaci,sekitar 24 ribu pohon cabe milik Bambang Asnadi,warga Desa Penanjung Panjang Kecamatan Tebat Karai berbuah tidak optimal seperti cabe yang subur dan sehat bahkan hasil panennyapun menurun tidak sesuai dengan harapan. Padahal, saat ini harga cabe di tingkat petani cukup tinggi.

“Kalau cabe ini tidak kena virus bule, buahnya bisa mencapai 1 kg perbatang bahkan ada juga yang lebih dari 1kg,” kata Bambang,(12/12/2016) di salah satu pondok lahan cabenya.

Selain itu,Bambang,juga mengatakan,sejauh ini pihak terkait seperti dari dinas pertanian kabupaten kepahiang tidak pernah turun untuk melihat kondisi mereka. Begitu juga dengan penyuluh (PPL),sama sekali juga tidak pernah turun kelapangan melihat kondisi dan mendengar keluhan para petani yang ada di kecamatan tebat karai khususnya desa penanjung panjang.

“Kalau menururt saya, PPL saat ini serta anggarannya lebih baik dihapuskan saja, karena sampai saat ini saya tidak pernah melihat PPL turun ke lapangan untuk mendengar keluhan-keluhan petani,” Ungkap salah seorang mantan anggota DPRD ini.

Lanjut Bambang,turunnya seorang PPL ke desa-desa hanya pada waktu ada bantuan yang masuk kekelompok tani di desa tersebut,itupun hanya sebatas rumah kepala desa dan ketua kelompok tani, yang kepentingannya hanya untuk menyelesaikan urusan administrasinya saja.

“PPL itu datang hanya sebtas rumah kepala desa dan ketua kelompok tani,setelah itu pulang,dan itupun hanya setahun sekali kapan ada bantuan untuk petani saja,” Tutup Bambang.(Gale/Ben)

loading...