Beritakan Soal Pungli, Guru SMP 5 Lebong Permalukan Anak Wartawan

0
390
Guru Permalukan Anak wartawan

Lebong, GC – Terkait kisruh dugaan pungli yang terjadi di SMP N 5 Lebong, sepertinya semakin memblunder. Setelah disambangi tim saber pungli, kemudian disidak oleh dewan bagian Komisi I. Tapi pihak sekolah tetap saja bertahan, dan menganggap apa yang dilakukannya itu bukan pungli dengan berdalih sudah kesepakatan komite.

Dengan adanya peristiwa tersebut, pihak sekolah tampaknya tidak terima dan mencari upaya pembenaran. upaya itu dilakukan dengan cara mengundang wali siswa yang katanya telah membocorkan dengan media masalah kwitansi pungutan tersebut, hadir ke sekolah.

Namun, Pada saat wali siswa menghadiri undangan dari pihak sekolah, ternyata di sekolah wali siswa terkesan dipaksa oleh pihak sekolah untuk menandatangani surat pernyataaan, bahwa bukan dia yang melapor. Selain itu, isi surat penyataran tersebut juga menyatakan, sebagai wali siswa tidak keberatan dengan pungutan yang diadakan oleh pihak sekolah, meskipun hal itu dilarang oleh pemerintah.

Kalau kita menilai dari apa yang telah dilakukan oleh pihak sekolah pada wali siswa, tampaknya pihak sekolah risih dan cepat-cepat ingin cuci tangan, ketika kesalahan mereka diketahui oleh awak media.

Parahnya lagi, ketika borok pungli pihak sekolah terbongkar, mereka mulai selalu mempermalukan siswa yang dianggapnya membocorkan dengan awak media soal dugaan pungli tersebut.

YM, salah seorang guru olahraga kelas 9 SMPN 5 Lebong, tiap hari mempermalukan siswa kelas 9 berinisial IC. Siswa tersebut dipermalukan lantaran orang tuanya bekerja seorang wartawan disalah satu media yang ikut memberitakan soal pungli di SMP 5 ini.

Bahkan, YM setiap hari melontarkan kata-kata menuduh IC yang membocorkan dugaan pungli tersebut, kepada awak media. Bahkan, YM juga melontarkan kata-kata yang kurang mengenakkan kepada IC di depan teman-temannya serta menitipkan pesan kepada IC agar menyampaikan kepada orang tuanya untuk berhenti memberitakan dugaan pungli tersebut.

Atas Kejadian tersebut diatas, IC merasa malu dan sangat terpukul, Sehingga pada akhirnya dia menceritakan kepada orang tuanya dan meminta agar orang tuanya untuk berhenti memberitakan terkait dugaan pungli di sekolahnya itu lantaran dirinya selalu dipermalukan oleh gurunya di sekolah.

“Kamu kan yang memberitakan hal ini, orang tua kamu tu ibaratkan mau nendang ngak kena, bilang sama orang tua mu tak usah ikut-ikut nasalah ini, nanti kamu sasarannya. Bapak yakin pasti banyak guru-guru ingin ketemu mempermalukan kamu,”cerita IC menirukan kalimat yang disampaikan YM padanya.

Apakah Begini Cara Sikap dan Tingkah Laku Seorang Guru di Kabupaten Lebong?….

Tidak hanya sekali itu saja, malah setiap hari dan setiap jam  peraktek di luar kelas pun YM kembali terus-terusan mempermalukan IC dengan kata-kata yang kurang mengenakkan.

“Untuk IC ini pelajaran untuk mu, jangan diulang lagi, kalu kamu tidak sekolah disini,  boleh saja orang tua mu seperti itu, tapikan kamu sekolah disini, nah burukkan sekolah kita akibat diberitakan oleh orang tua mu. Sekali lagi bilang sama orang tua mu, sudahlah, tidakkan bisa merubah apa yang sudah jadi ketentuan kami, masa orang 100 lebih kalah denga orang dua,” sumbar YM yang diceritakan oleh IC sembari menangis di depan orang tuanya.

Sementara, YO, orang tua IC ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, beliaupun mengaku anaknya menceritakan kepadanya sembari menangis dan meminta dirinya untuk berhenti memberitakan terkait kasus dugaan pungli yang telah meraja lela di SMP 5 tersebut.

“Saya heran kok gurunya mengaitkan hal ini kepada anak saya yang tidak tahu apa-apa, kalau merasa keberatan dengan pemberitaan yang beredar, pihak sekolahkan bisa klarifikasi dan memberikan hak jawab, bukannya dengan cara mempermalukan anak saya di sekolah,”kesal YO.

YO menambahkan, dirinya  tidak ada maksud untuk mempermalukan SMP 5 Lebong itu, tapi apa yang telah diberitakan, itulah fakta yang terjadi. Kalau memang mereka merasa apa yang terjadi di sekolahnya bukan pungli kenapa harus malu.

“Seharusnya seorang guru yang orangnya berpendidikan, bukan seperti ini caranya kalau tidak terima atas pemberitaan yang ada,”tegas YO.

Orang Tua Siswa Berharap APH Lidik Dugaan Pungli di SMP N 5 Lebong

Dengan adanya hal ini, YO selaku orang tua IC berharap agar pihak aparat penegak hukum (APH) benar-benar melakukan pemeriksaan kepada pihak sekolah tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum, sehingga dapat menemukan titik terangnya masalah ini. Sehingga nanti, apakah pihak media yang salah, atau pihak sekolah memang benar-benar melakukan pungli.

“Saya berharap pihak aparat penegak hukum Saber Pungli, benar-benar dapat bekerja secara profesional dalam menyikapi hal ini, agar nanti publik juga tau siapa yang benar dan siapa yang salah,”harap YO

Data terhimpun hari ini (23/1/2019) diumumkan kepada siswa kelas 9 SMP Negeri 5 Lebong, agar menyampaikan kepada orang tuanya untuk ikut rapat besok (24/1/2019) di sekolah tapi disampaikan secara lisan, namun untuk undangan tertulis dijanjikan besok pagi.(Eluban RI)