Connect with us

Berita

Terbang 100 Meter di Atas Permukaan Tanah: Pemkab Rejang Lebong Garap Potensi Wisata Olahraga Petualangan Baru

Published

on

Wisata Olahraga Petualangan

Rejang Lebong, GarudaCitizen.com – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong siapkan wisata olahraga petualangan di Danau Mas Harun Bastari. Paralayang dengan ketinggian hingga 100 meter jadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Sektor Pariwisata Baru

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terus berinovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah. Terbaru, Pemkab Rejang Lebong akan menggarap potensi wisata olahraga petualangan berbasis udara, yakni paralayang di kawasan Danau Mas Harun Bastari (DMHB).

Olahraga udara ekstrem ini tidak hanya menawarkan tantangan bagi para penggemar kegiatan luar ruang, tetapi juga menyuguhkan pengalaman berbeda dengan sensasi terbang hingga 100 meter di atas permukaan tanah, sembari menikmati panorama alam Rejang Lebong dari ketinggian.

Paralayang: Wisata Petualangan Bernilai Tinggi

Inisiasi pengembangan wisata paralayang ini disambut baik oleh Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, SE, MAP, yang meyakini bahwa olahraga ekstrem ini memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Kami melihat bahwa olahraga paralayang sangat berpotensi mendatangkan wisatawan, khususnya mereka yang menyukai tantangan dan keindahan alam dari perspektif berbeda,” ujar Bupati Fikri.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kehadiran wisata olahraga petualangan seperti paralayang diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi masyarakat. Dampak ini meliputi peningkatan okupansi penginapan, pertumbuhan usaha kuliner lokal, serta terbukanya lapangan kerja baru di sektor jasa dan pariwisata.

Wisata Olahraga Petualangan

Target Peresmian pada Momen Hari Kemerdekaan

Bupati Rejang Lebong juga menyampaikan harapan agar peluncuran wisata paralayang ini dapat dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.

“Kami sedang berkoordinasi agar momen Hari Kemerdekaan nanti menjadi waktu yang tepat untuk melakukan launching wisata paralayang ini. Hal ini sekaligus menjadi simbol kemajuan sektor pariwisata Rejang Lebong,” ujar Bupati Fikri.

Dengan demikian, momen nasional tersebut tidak hanya menjadi ajang peringatan sejarah, tetapi juga pembuka bagi pengembangan potensi wisata baru di daerah.

Baca Juga: Wisata Canyoneering Belirang Rejang Lebong: Sensasi Petualangan Ekstrem di Air Terjun Sumber Air Panas

Multiplier Effect terhadap Ekonomi Daerah

Paralayang sebagai bagian dari wisata olahraga petualangan Rejang Lebong diproyeksikan akan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian lokal. Selain peningkatan kunjungan wisatawan, kegiatan ini juga akan mendorong tumbuhnya usaha mikro seperti jasa pemandu wisata, sewa kendaraan, hingga pelatihan tandem paralayang untuk warga lokal.

Pemkab juga membuka peluang kolaborasi dengan investor, pelaku usaha, dan komunitas olahraga udara guna menciptakan ekosistem wisata petualangan yang berkelanjutan.

Ketinggian Terbang Capai 100 Meter Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu nilai jual utama dari wisata paralayang ini adalah ketinggian terbang yang diperkirakan bisa mencapai 100 meter dari permukaan tanah. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Komite Paralayang Provinsi Bengkulu, Muhammad Diansyah, dalam kunjungan survei awal ke lokasi.

“Danau Mas Harun Bastari memiliki ketinggian dan arah angin yang mendukung. Estimasi awal, ketinggian terbang mencapai 100 meter. Bahkan, jika kondisi angin mendukung, pilot dapat terbang lebih jauh dan lebih tinggi,” jelasnya.

Dengan ketinggian tersebut, wisatawan akan disuguhi lanskap Danau Mas Harun Bastari yang indah, kawasan perbukitan, dan vegetasi hijau khas dataran tinggi Rejang Lebong, menciptakan pengalaman terbang yang menenangkan sekaligus memacu adrenalin.

Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Travel Agent: Modal + Strategi Sukses

Lokasi Strategis dan Fasilitas Memadai

Selain kondisi alam yang mendukung, lokasi Danau Mas Harun Bastari juga telah memiliki aksesibilitas yang baik. Jalan menuju kawasan wisata tersebut telah beraspal dengan baik, tersedia fasilitas parkir, penginapan, serta warung makan yang dapat melayani kebutuhan pengunjung.

“Ini adalah salah satu lokasi terbaik yang kami temukan di Provinsi Bengkulu. Infrastruktur pendukung relatif siap, tinggal menyesuaikan titik take off dengan standar keselamatan paralayang,” tambah Diansyah.

Rencananya, sebelum diluncurkan secara resmi, Komite Paralayang Provinsi akan melakukan survei lanjutan dan uji coba awal guna memastikan semua aspek teknis, termasuk keamanan dan kenyamanan, telah terpenuhi. (red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply