Berita
Seru! Bocah SD Ikut Terbang Tandem Paralayang di Wisata DMHB

Rejang Lebong, Garuda Citizen – Siapa bilang olahraga ekstrem cuma buat orang dewasa? Dua bocil asal Kota Curup ini membuktikan sebaliknya! Dalam gelaran Open Tandem Paralayang di kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari (DMHB), Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong, dua murid SD sukses bikin heboh penonton setelah berani terbang tandem bareng pilot profesional.
Mereka adalah Brilian Aldebaran Al-Hanif (8) dari SDTQ Salsabilla Rejang Lebong, dan Ananta Daviandra Pradipha (8) dari SDN 72 Rejang Lebong. Siswa SD ini yang datang awalnya cuma mau nonton kegiatan paralayang bareng keluarga. Tapi siapa sangka, setelah melihat beberapa peserta lepas landas dari tebing Villa Diklat DMHB, keduanya langsung angkat tangan dan bilang, “Aku mau coba juga!”
Setelah melalui pemeriksaan dan izin dari orang tua, serta pengarahan dari tim Komite Paralayang Indonesia (KPI) Kabupaten Rejang Lebong, dua bocil ini pun bersiap. Helm terpasang, harness dikunci, dan tak lama kemudian keduanya terbang di bawah payung warna-warni, melayang bebas di atas danau yang berkilau.
Penonton yang memenuhi area pendaratan langsung bersorak dan bertepuk tangan saat para bocil ini mendarat dengan aman. Banyak yang tak menyangka anak sekecil itu bisa seberani itu. Beberapa penonton yang hadir bahkan sempat mengabadikan momen tersebut, bahkan aksi keduanya dengan cepat berseliweran di beberapa postingan di media sosial.
Penanggung Jawab Paralayang Rejang Lebong (Pararel), Ruly Sumanda menjelaskan, keikutsertaan dua anak ini adalah bagian dari edukasi dan promosi olahraga udara sejak dini.
“Kita ingin paralayang dikenal bukan cuma sebagai olahraga ekstrem, tapi juga aktivitas wisata yang aman dan seru. Anak-anak ini membuktikan bahwa dengan pengawasan dan perlengkapan yang tepat, siapa pun bisa menikmatinya,” ujarnya.
Menurut Ruly, Open Tandem Paralayang di DMHB ini sekaligus jadi ajang promosi wisata unggulan Rejang Lebong. Panorama danau yang dikelilingi perbukitan hijau memang sempurna untuk dijadikan spot take off, apalagi ketika cuaca begitu bersahabat.
“Kita saat ini juga lagi survei spot baru di Bukit Basah dan Bukit Kaba. Kalau cocok, bisa jadi destinasi paralayang berikutnya di Rejang Lebong,” tambahnya.
Tak hanya peserta lokal, kegiatan ini juga menarik perhatian wisatawan dari Bengkulu, Lubuklinggau, hingga Palembang. Banyak di antara mereka yang datang sekadar ikut terbang tandem setelah melihat keseruan di langit Bumei Pat Petulai.
“Alhamdulillah sejauh ini minat wisatawan terhadap paralayang terus mengalami tren positif. Saat ini mayoritas tamu yang ikut andil dalam open tandem ini berasal dari luar Kabupaten Rejang Lebong,” beber Ruly.
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong Riki Irawan, S.Sos menyebut, momen seperti ini penting untuk membangkitkan semangat wisata berbasis petualangan.
“Anak-anak seperti Brilian dan Ananta ini bisa jadi inspirasi. Mereka membuktikan kalau wisata paralayang itu bukan menakutkan, tapi menyenangkan dan penuh edukasi,” ujarnya.
Riki juga mengatakan, bahwa wisata paralayang ini terbuka untuk semua usia. Ia juga memastikan bahwa para pilot yang melakukan penerbangan di DMHB sudah memiliki sertifikasi dan lisensi sebagai pilot paralayang.
“Ditambah lagi dengan tim teknis yang membantu di lokasi pun sudah dibekali dengan pengetahuan mengenai safety procedure dalam pengelolaan wisata minat khusus,” bebernya.
Sementara itu, Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, SE, M.AP yang juga mengikuti perkembangan kegiatan ini, memberikan apresiasi atas semangat masyarakat dan komunitas paralayang yang terus menghidupkan pariwisata daerah.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa Rejang Lebong punya potensi besar di sektor wisata alam. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memajukan pariwisata daerah kita, karena keindahan alam Rejang Lebong adalah milik bersama dan harus kita jaga serta promosikan bersama,” singkat Fikri.(**)





You must be logged in to post a comment Login