Warga Taba Kelintang Terkesan Dipaksa Tanda Tangani Kwitansi Kosong

0
288
Warga Taba Kelintang Terkesan Dipaksa Tanda Tangani Kwitansi Kosong

Bengkulu Utara, GC – Sebanyak 61 Kepala Keluarga (KK) penerima pembuatan WC yang bersumber dari ADD dan DD di Desa Taba Kelintang, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, ternyata  diduga dipaksa oleh Kepala Desa (Kades) setempat menandatangani kwitansi kosong yang nilai uangnya tidak sesuai yang mereka terima.

Menurut keterangan salah seorang warga desa Taba Kelintang dengan media ini mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah yang dipimpin oleh ketua BPD pada tanggal 28 September tahun 2018 lalu. Agar pembuatan WC 107 di setiap KK dikerjakan sesuai dengan RAB dengan besaran biaya senilai Rp. 4.750.000 per satu unit WC.

Namun pada kenyataannya warga desa penerima pembuatan WC hanya menerima uang senilai Rp. 3 juta diatas kwitansi kosong yang disertai surat pernyataan yang telah dibuat oleh Kades bersama bendahara desa.

“Waktu itu kami dipanggil oleh Bendahara Desa agar datang kerumah pribadinya. Namun sampai di rumahnya itu, Bendahara desa langsung bilang ini perintah kades tolong tanda tangani kwitansi kosong beserta surat pernyataan yang telah mereka buat. Setelah usai tanda tangan, kami lansung di berikan uang senilai Rp. 3 Juta,”terang warga yang namannya tak ingin di publikasikan.

Aneh..Ketua BPD Mengklaim Soal Laporan Warga

Namun anehnya, setelah warga menyampaikan surat laporan dugaan korupsi ADD dan DD Desa Taba Kelintang ke kejaksaan pada tanggal 9 Juli tahun 2019 lalu. Akhir-akhir ini ketua BPD desa setempat, sempat mengklaim yang menyatakan, bahwa laporan warga desa soal pembangunan WC tersebut tidak sesuai dengan Fakta.

“Kami sempat kaget, kok secara tiba-tiba akhir-akhir ini ketua BPD mengklaim laporan warga soal pembuatan WC. Padahal, pada waktu itu ketua BPD sendiri yang mengajak warga mengadakan musyawarah untuk mendesak Kades, agar pembangunan WC di kerjakan sesuai dengan RAB dan anggaran yang sudah ditentukan,”beber warga Desa Taba Kelintang.

Berita Acara Musyawarah Ketua BPD Desa Taba Kelintang Dengan Warga Soal Pembuatan WC

Selain itu warga juga berharap agar pihak aparat penegak hukum untuk dapat mengusut terkait persoalan ini. Begitu pula masalah kades yang telah menjual Besi jembatan yang menjadi aset desa taba kelintang tempo lalu.

“Meskipun telah dilaporkan ke Kejaksaan, tapi Kalau kami lihat Kades saat ini santai-santai aja. Namun kami yakin pihak Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara akan memproses laporan warga itu,”harap Warga.(Ben)