Warga Protes, Pembangunan Drainase Batu Galing Terkesan Asal Jadi

0
108
Pembangunan Drainase Batu Galing Curup
Ket Foto : Pasangan Lama Drainase Tidak Dibongkar, Hanya Ditutup Dengan Plasteran Saja.

Rejang Lebong, garudacitizen.com – Proyek pembangunan drainase senilai Rp.1 Miliar Lebih dari APBD Provinsi Bengkulu 2018, di Jalan Batu Galing Kelurahan Talang Rimbo, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, menuai protes dari warga setempat.

Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh CV. Rebusa Karya tersebut, dinilai warga dikerjakan asal-asalan. Sehingga bangunan drainase yang baru saja selesai, diduga tidak akan bertahan lama.

Seperti yang diungkapkan salah seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya mengatakan, dirinya menduga ketebalan lantai drainase kurang dari 15cm. Parahnya lagi, lantai drainase  tersebut tidak ada sama sekali dilakukan pengacian. Begitu juga pada dinding cor atau pasangan drainase, juga tidak dipalster.

“Bagaimana mau tahan lama pembangunan drainase ini, kalau dikerjakan saja seperti ini. Lihat itu lantainya saja tidak diaci. Bayangkan pada saat hujan turun, air dari atas pasti deras. Ini contoh lantai drainase bagian atas, sudah banyak yang hancur, begitu juga dindingnya,”terang salah satu warga sekitar yang dibincangi di lokasi, Minggu (6/1/2019).

Warga pun menilai, pembangunan drainase di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka itu tak melalui ukuran yang sesuai dalam rencana pembangunan Pemerintah Daerah rejang Lebong. Sebab, selain hasil pekerjaanya tidak baik, diduga ukuran lahan pekarangan sdikit masuk dalam bangunan drainase.

“Kemaren pada saat pihak rekanan sedang melaksanakan pekerjaan, kami sempat menegur agar dinding drainase yang sudah rusak dapat direhap kembali, tapi tampaknya tidak respon oleh mereka,”keluhnya.

Selaku warga, sambung dia, masyarakat khususnya di sekitar lokasi, meminta kepada pihak pelaksanan pembangunan proyek drainase tersebut, agar dilakukan perehapan kembali pada bagian-bagian yang telah rusak.

Begitu juga para tim TP4D yang melakukan pengecekan proyek ini, jangan lansung diterima saja laporan hasilnya, jika pada bagian yang sudah rusak belum dilakukan perehapan oleh pihak pelaksana pekerjaan.

“Setiap Proyekkan ada masa pemeliharaannya, jadi tolong kontraktor yang mengerjakan, direhap kembali bagian drainase yang sudah rusak,” demikian harapnya. (Maeng)

loading...