Warga Mengaku Bukan Petugas Kesehatan Yang Bagikan KIS

0
754
Warga Mengaku Bukan Pihak Dinkes Yang Bagikan KIS, Tapi Caleg

Bengkulu Utara, GC – Damiri (40) Salah seorang warga Desa Air Lakok, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara Mengaku, Kartu KIS yang diterima sekitar 50 orang warga, bukan dari petugas Dinas Kesehatan (Dinkes). Tetapi dari salah satu caleg DPRD Bengkulu Utara

Pasalnya, menurut keterangan Damiri, pada saat salah seorang caleg membagi – bagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di salah satu rumah warga desa pada waktu itu, Dirinya tidak ada melihat satu orang pun petugas dari dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara berada di lokasi.

“Yang membagikan KIS dengan kami itu Caleg DPRD Bengkulu Utara dari PDI-P nomor urut 3, bukan dari petugas Kesehatan. Selain KIS kami juga dibagikannya satu orang satu kalender,”ujar warga, Jumat (1/3/2019).

Semantara, Elfa, selaku petugas monitoring kartu KIS dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara, ketika dikonfirmasikan oleh awak media terkait dalam hal ini membantah, bahwa pembagian KIS dan kalender caleg di wilayah Desa Air Lakok, Kecamatan Batik Nau, terjadi dalam satu momen.

Artinya, Petugas Kesehatan dan Caleg membagikan kartu KIS dan APK berupa kalender, dalam waktu dan tempat yang bersamaan. Dimana kartu BPJS atau KIS dibagikan oleh Petugas Kesehatan, sementara kalender dibagikan oleh sang caleg bernama Raden Roro Ayu Dewi Widorini sendiri.

“Memang ada kami membagikan KIS diwilayah Batik Nau, tapi Yang membagikannya itu saya sendiri, bukan caleg. Namun pada saat saya membagikan KIS, turut pula caleg membagikan kalendernya,”terang Elfa, Jumat (1/3/2019) ketika ditemui oleh awak media.

Selain itu Elfa juga mengatakan,”Semuanya ini kebetulan dan cobaan bagi saya. Akan tetapi, semua kejadian ini sudah saya sampaikan kepada pihak Bawaslu, dan saya tidak ingin menyampaikan semuanya, karena saya takut memperkeruh suasana,”kilahnya.

KIS Boleh Dibagikan Melalui Perangkat Desa

Tetapi Yang menjadi pertanyaannya, apakah di daerah Kecamatan Batik Nau tidak ada Puskesmas atau Polindes untuk sebagai tempat melakukan pembagian kartu BPJS atau KIS???..

Meskipun pihak Dinkes memang benar ada pada waktu itu membagikannya, mengapa membagikan Kartu BPJS atau KIS tersebut di salah satu rumah warga? kenapa tidak di kantor Desa atau di Puskesmas?. Kemudian, mengapa tidak melalui perangkat desa???..

Sedangkan, menurut keterangan dari Plt. Kepala Dinkes Bengkulu Utara Syamsul Maarif, ketika dikonfirmasikan awak media menjelaskan, pihak dinas kesehatan melakukan pembagian kartu BPJS atau KIS, boleh dibagikan melalui Puskesmas yang ada di wilayah tersebut, atau melalui perangkat Desa setempat. (Ben)

Baca : Kartu BPJS Yang Dibagikan Caleg Pada Warga, Diduga Palsu