Warga Desa Taba Kelintang Laporkan Kades ke Kejari

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara, GC – Karena diduga selewengkan anggaran dana desa tahun 2018. Warga Desa Taba Kelintang, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (9/7/2019) menyampaikan surat laporan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Utara, terkait hal tersebut.

Dengan membawa surat laporan, 5 orang mewakili warga desa Taba Kelintang mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara di jalan Sudirman nomor 236 kecamatan kota arga makmur. Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan penyelewengan dana desa tahun 2018 lalu.

Dalam laporannya, Jonaidi selaku ketua Karang Taruna di Desa Taba Kelintang menyebutkan, dugaan penyelewangan yang dilakukan kepala desa yang paling menyolok ialah masalah penggunaan dana desa untuk pembuatan WC sebanyak 107 kepala Keluarga (KK) yang total biayanya sebesar Rp.536.284.000.

“Mengapa kami menduga adanya indikasi korupsi pada pembuatan WC, karena dari 107 KK hanya dibuat WC nya sebanyak 61 KK. Sedangkan yang 46 KK lagi hanya diberikan uang sebesar Rp.3 juta diatas kwitansi kosong,”jelas Jonaidi.

Parahnya lagi, selain tidak ada keterbukaan tentang anggaran dana desa. Malah tanpa sepengetahuan warga desa setempat. Kepala Desa juga telah menjual aset milik desa berupa besi kerangka jembatan gantung Air Bintunan yang dibangun pada tahun 2016 semasa Pjs. Kades yang lalu, sekitar 1 ton lebih.

“Kami berharap kepada pihak Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara, untuk memproses laporan kami itu serta dapat melakukan pemeriksaan sesuai aturan hukum yang ada,”kata Jonaidi.

Sementara kepala kejaksaan Negeri Bengkulu Utara, Fatkhuri, SH melalui kasi intel Denny Agustian,SH,MH dengan awak media menyampaikan, untuk masalah laporan dari warga desa Taba Kelintang. Pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu, sejauh mana dugaan korupsi yang dilaporkan oleh warga tersebut.

“Semua laporan yang masuk akan kita pelajari dulu, setelah itu baru kita proses melakukan penyelidikan dan penyidikan,”ujar Kasi Intel. (Ben)

Latest News

Pertarungan melawan ‘Berita HOAX’ di Indonesia

Indonesia benar-benar gagap, berada ditengah perkembangan dunia tehnologi saat ini. Media sosial dan berbagai sistem, yang memungkinkan...

Ada banyak jenis kanibalisme, selain orang makan orang

Mungkin Anda sedikit gugup atau hanya sekedar kebiasaan, lalu mengigit kuku. Meskipun ini mungkin tampak seperti tindakan yang tidak berbahaya, itu bisa...

Menyibak rahasia konspirasi hening pembunuhan massal Indonesia [PKI]

Pengantar - Tidak ada yang benar-benar tahu, kecuali mereka pelaku sejarah. Namun, pernah tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tentang pembantaian...

Lahan Pulau Dua Enggano Diduga Dijual Oknum Secara Ilegal

Bengkulu, GC - Terkait soal dugaan lahan pulau dua yang dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab secara ilegal. Kapala Dinas Kelautan...

Momen Spektakuler Festival Tabut Bengkulu 2019 Berakhir

Bengkulu, GC - Perayaan Tabut muharam digelar selama 10 hari berturut-turut di Provinsi Bengkulu sejak malam satu suro atau malam satu muharam...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -