Kota Pekalongan- Berjalan acara ramah tamah Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfuds bertempat di Guest House Jl. Bahagia No. 19 Pekalongan. Ramah tamah yang di gelar untuk kali keduanya ni, Wali Kota Pekalongan melalui Bagian Humas dan Protokol Pemkot. Mengundang para awak mess media ( Wartawan )

Selain Wartawan juga di undang Kepala OPD dan tokoh masyarakat. Di sepenanjung acara di hibur musik organ tunggal yang cukup bisa menyenangkan suasana ramah tamah.

Dalam sambutanya Wali Kota Pekalongan Saelany Maghfuds didamping Ibu Sekda menyatakan keinginanya membangun Kota Pekalongan kedepan lebih baik. Saelany juga berharap didalam melaksanakan pembangunan meminta agar masyarakat juga turut membantu untuk bsa bersinergi didalam upayanya mewujudkan pembangunan bisa berjalan sesuai harapan. Papar saelany

Dalam kesempatan itu juga di buka tanya jawab langsung kepada wali kota. Berbagai masukan dan kritikan di lontarkan oleh beberapa elemen masyarakat, tentang fenomena Rob dan Upaya Pembangunan tanggul penanggulangan rob. Seperti yang disdampai M. Yusuf dari salah satu pengamat lingkungan hidup, pertanyaanya yang cukup menghujam. Dikatakan Pembangunan tanggul penanggulangan rob yang cukup menelan biaya milyaran rupiah, kata dia belum menampakkan hasil yang siknifikan, sebagaimana harapan masyarakat pantura khusunya di wilayah rob.

Katanya lagi lebih menegaskan bahwa proyek tanggul yang kini sedang berlangsung pengerjaanya, harus ditinjau kembali secara teliti, sehingga nantinya tidak ada kesan tidak sesuai perencanaan dan banyak membuat masyarakat lebih banyak kecewa.

Tidak hanya itu, Yusuf juga menyinggung tentang pengembangan Destinasi yang menurut pantauanya kawasan Obyek Wisata (OW) Pantai Slamaran itu perlu menjadi preoritas penataan Destinasi. Hal ini juga langsung di tujukan kepada Kepala Dinas Dinparbudpora Tjuk Hindarto yang juga hadir di acara tersebut.

Hadi Lempe wartawan juga sebagai pelaku kesenian berkesempatan menyampaikan tentang eksistensi para penggiat kesenian di Kota Pekalongan. Meminta agar Wali Kota tidak memandang sebelah mata, semestinya di akui dan diberikan ruang pembinaan dan kepercayaan sebagai aset budaya daerah asli Kota Pekalongan.

Hadi Lempe juga menyinggung tentang Dewan Kesenian, Wali Kota seharusnya bisa mengakomodir para pelaku kesenian. Dewan kesenian bukan kewenangan Pemerintah Daerah yang berhak membentuk, melainkan pemerintah daerah hanya berkewajiban sebagai fasilitator dan pembinaan. Dengan begitu Dewan Kesenian yang sekarang ini terbentuk harus ditinjau kembali dengan memperhatikan mekanisme secara benar dengan diadakanya Musda. Bukan dibentuk atas dasar kewenangan Wali Kota juga azas suka dan tidak suka. Kata hadi Lempe

Diakhir acara Saelany Machfuds tak lupa menyampaikan niatnya terkait Perda tentang larangan Iklan Rokok di Kota Pekalongan. Saelany Machfud malam itu juga disaksikan para tamu undangan menyatakan jika dirinya sebagai Wali Kota dengan tegas akan mencabut Perda larangan iklan rokok di Kota Pekalongan. Hal itu disambut baik oleh seluruh hadirin tamu undangan sepakat menyatakan setuju. (HL)