6.9 C
Alba Iulia
Sabtu, April 4, 2020

Waketum Gerindra: Pidanakan Jokowi, Jika Gaji PNS Tertunda Akibat Pemotongan DAU

Must Read

Beredar Foto Seronok di Duga Siswi SMK Kandeman Kabupaten Batang

Sekolah perlu memberikan pengawasan ketat terhadap para siswa dalam lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah, bila ada keterkaitanya anak...

Umat Islam Diambang Kehancuran?

Belakangan ini konflik atas nama agama sering kali mencuat. Baik di dunia maupun di Indonesia. Islam menjadi salah satu...

Tari Topeng Cirebon dan Makna Dibaliknya

Tari Topeng Cirebon dengan gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab,...
Beni Irawanhttps://www.garudacitizen.com/bengkulu/
Penulis adalah Wartawan Garuda Citizen untuk wilayah provinsi Bengkulu dan sekitarnya. Lahir di Peraduan Binjai 29/12/1985 tinggal di Jl. Saberang Baru Kelurahan Purwodadi Arga Makmur Bengkulu Utara

Garuda Citizen-Jika gaji PNS dan pegawai honorer tertunda pembayaran akibat pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) di sejumlah Pemda dan Kota, maka President Joko Widodo bisa dipidanakan oleh Kepala Desa,PNS ,Guru ,Satpol PP hingga pegawai honorer.

Seruan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono melalui siaran pers (30/08). Pemidanaan terhadap Presiden Jokowi itu berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan (PP 78/2015).PP 78/2015 mengatur bahwa “Pengusaha” yang terlambat membayar dan/atau tidak membayar upah dikenai denda. Dalam hal ini, pemerintah diposisikan sama dengan pengusaha pemberi kerja.

Arief menegaskan,selain tertundanya pembayaran gaji, pembayaran tagihan proyek-proyek pemerintah oleh kontraktor dan rekanan Pemda/Pemkot juga tertunda. Akibat penundaan ini, akan ada banyak muncul kredit macet di bank sebagai konsekuensi dari kontraktor tidak bisa mengembalikan pinjaman.

Tak hanya itu, kata Arief, dampak lain yang paling buruk akibat penundaan DAU adalah pengangguran di pedesaan. Di mana, dana alokasi desa akan tertunda dan program pembangunan di desa akan terhenti selama empat bulan. Dana alokasi desa untuk membangun infrastruktur desa banyak memberikan dampak terhadap lapangan kerja bagi penduduk desa.

“Akibat tidak ada pekerjaan di desa maka akan bisa meningkatkan angka kemiskinan di desa serta urbanisasi penduduk desa ke kota-kota besar,” Tegas Arief.

 Terkait hal itu, Arief mengingatkan, jika Presiden Jokowi tidak ingin dipidanakan oleh PNS dan pegawai honorer di daerah, serta terjadi ledakan pengangguran di daerah, maka penundaan DAU harus dibatalkan.

“Pemangkasan DAU harus berpegang pada prinsip anggaran untuk yang produktif yang memberikan imbas lapangan kerja dan mendukung perekonomian di daerah, seperti pembangunan pasar, irigasi dan lainnya dipertahankan. “Sementara yang non produktif seperti membuat tugu pembatas Kota Solo bergaya Mahkota Raja seperti di Solo yang dibangun Joko Widodo itu harus dibatalkan,” pungkas Arief Poyuono.

Sumber Dari : Posmetro Info

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Ini Daftar 48 Media Massa Yang Kerja Sama di DPRD BU 2019

Bengkulu Utara, GC – Anggaran publikasi media massa di sekretariat DPRD Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tahun 2019...

Karena Corona, Pilkada Serentak Tahun 2020 Ditunda

garudacitizen.com – Kesimpulan rapat kerja dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan...

Menkeu RI Hentikan Proses Lelang Barang Jasa DAK Fisik 2020

GARUDACITIZEN.COM – Upaya mencegah dan menanggulangi wabah penyeberan virus corona atau Covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, mengeluarkan surat edaran...

Paripurna LKPJ 2019, Bupati Sinjai Siap Terima Kritikan dan Saran

Sinjai, GC – Bertempat di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten Sinjai. Bupati Andi Seto Ghadista Asapa, SH,LLM, dihadapan 30 anggota DPRD...

DPRD dan Pemkab Sinjai Sepakat Bangun kios Pasar Darurat

Sinjai, GC - Hasil rapat Komisi gabungan DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, sepakat Membangun Kios Pasar Darurat sebanyak 24 Yunit, Selasa...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -