Usai Pembahasan 3 Raperda, Dewan Bentuk Pansus Proyek

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara,(GC) – Keluhan masyarakat atas banyaknya proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang bermasalah lantaran  tidak selesai tepat waktu tahun 2017 lalu, tampaknya mendapat perhatian serius dari komisi III Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bengkulu Utara.

Pasalnya, Proyek bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2017 lalu tersebut, selain tidak bermutu karena dikerjakan tidak tepat waktu, diduga juga proyek tahun 2017 itu sarat Korupsi.

Dikatakan Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Utara, Mohtadin dengan wartawan media ini di ruang sidang gedung Dewan menjelaskan, dengan banyaknya proyek dari Dinas PUPR yang bermasalah, maka setelah usai melaksanakan pembahasan 3 raperda ini nantinya, pihak dewan dari komisi III akan segera membentuk panitia khusus (Pansus) proyek.

“kami dari komisi III akan berkoordinasi dahulu dengan pimpinan, dan setelah itu kami memastikan dalam bulan ini juga akan segera membentuk pansus proyek,” ujar Mohtadin, Selasa (13/3/2018)

Selain itu, Muhtadin juga menilai, banyaknya proyek yang bermasalah tahun 2017 lalu itu, seperti proyek Dam Irigasi Desa sengkuang, Proyek peningkatan jalan Hotmix  kota bani-suka baru dan proyek peningkatan jalan SP.7 Air Sabai, merupakan akibat dari pihak Dinas PUPR menggunakan kontraktor yang tidak bermutu serta minimnya pengawasan secara teknis dari dinas yang terkait.

“Menurut saya, banyaknya proyek PUPR yang bermasalah, karena menggunakan kontraktor dari daerah luar yang tidak bermutu,”tutup Mohtadin.(Ben)

Latest News

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun...

Apa itu numerologi? Dan apa hubungannya dengan ARC Bali

Numerologi adalah sistem angka untuk mengukur getaran huruf-huruf alfabet, ini dipercaya dapat mengungkap; kepribadian manusia, keinginan, pikiran, tindakan dan pengalaman. Dapat dipahami...

8 Desa Merigi Ujan Mas Minta Perbaikan Jalan, Rudi : 2020 Belum Di Anggarkan

BedahBerita.Co.Id, Ketua Kelompok Tani Genting Surian R Sumantri meminta pihak pemerintah Kabupaten Kepahiang dapat mengabulkan permohonan mereka terkait pembangunan jalan yang di...

Kasus Alkes Rejang Lebong Kembali Ke KPK

BedahBerita.Co.Id, Ishak Burmansyah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKAT Rejang Lebong saat Orasi di depan Gedung Merah Putih KPK Jakarta meneriakkan beberapa...

DID, Hutang SMI, Fee, Lahan Dan OTT Dilaporkan FPR Ke KPK Item Indikasi Korupsi

BedahBerita.Co.Id, Hari ini 1 November 2019 sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bengkulu memasukan sejumlah laporan kasus yang tak jelas penyelesaiannya dan indikasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -