Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dimiliki Kabupaten Batang terancam tidak bisa menampung sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang.

KAB.BATANG GC – Persoalan TPA yang sudah Over LiveTempat Pembuangan Akhir (TPA)  yang sudah Over Live milik Kabupaten Batang, kini terancam tidak bisa menampung sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang.
Pasalnya TPA Randu Kuning Tegalsari ialah merupakan satu-satunya TPA yang dimiliki Kabupaten Batang. kondisinya hampir penuh dan tersisa hanya 5000 meter persegi untuk menampung sampah dari seluruh daerah Kabupaten Batang.
” Kita Masih memetakan TPA untuk kecamatan – kecamatan dan solusi mencarikan lahan untuk pembuatan pembangunan Sub TPA, ” Kata Wakil Bupati Batang Suyono saat meninjau lokasi rencana Sub TPA Desa Dlisen Kecamatan Limpung Senin ( 28/5)
Lebih lanjut Suyono mengatakan Pemkab sudah melakukan kerjasama dengan Perhutani dalam rangka mengatasi permasalahan sampah, sehingga dua kecamatan rencananya sampah bisa di titipkan ke Perhutani dengan pola dan sistem pengelolaan sampah yang modern.
” Pengelolaan sampah modern akan kita pilah – pilah yakni, sampah organik akan dijadikan pupuk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sistem buka tutup, yaitu digali tanahnya, sampah organik dimasukan dan ditutup kembali dengan tanah lalu ditanami,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Agus Riyadi, didampingi Kabid Pengelolaan Sampah dan B3M Sofii, mengatakan,  TPA Randu Kuning Tegalsari luas lahannya hanya 3 hektar. Sementara 2,5 hektar sudah tidak bisa menampung sampah karena penuh.
“Diprediksikan 2-3 tahun lagi akan penuh karena lahan tersisa hanya 5000 meter persegi,” Kata Agus Riyadi
Ia menerangkan jika setiap harinya sampah yang masuk ke TPA sekitar 200 meter kibik atau setara 40 ton,maka harus dilakukan pemetaan. Setelah itu baru mengusulkan kepada Bupati untuk membuat sub-sub TPA guna menampung sampah dari beberapa daerah.
“Mengingat TPA hanya satu dan semua sampah dibuang kesana,maka kami mengusulkan untuk membuat sub TPA di lima lokasi yaitu, Subah, Ginngsing, Limpung, Blado dan wialayah Batang sendiri,” paparnya.
Penambahan sub TPA tersebut dirasa perlu karena satu TPA pusat dirasa terlalu jauh untuk ditempuh mobil pengangkut sampah.
“Kemungkinan ada 5000 meter persegi di setiap sub TPA, jika dibangun sub TPA  maka bisa menampung sampah sekitar 10 tahun untuk kelima lokasi tersebut,” jelasnya.
Untuk bisa memenuhi pembuatan Sub TPA sesuai harapan, di taksir membutuhkan biaya 1 milyar, ini masih dalam perencanaan. demikian kata Agus Riyadi ( bg )
loading...