Mengapa Togel Masih Banyak Digemari oleh Masyarakat Miskin?

0
23
togel digemari masyarakat miskin
togel digemari masyarakat miskin

Togel menjadi jenis perjudian yang sudah lama dikenal. Togel banyak digemari masyarakat miskin yang menginginkan hasil instan. Meski demikian, banyak juga kalangan menengah ke atas yang ikut bermain togel.

Togel atau toto gelap merupakan salah satu jenis judi yang cukup tua. Permainan ini dilakukan dengan menebak angka. Angka yang benar akan dinyatakan sebagai pemenang dan mendapat hadiah.

Sebelum memasang angka togel, pemain harus membeli kupon pada bandar togel. Harganya pun bervariasi tergantung dengan hadiah yang ditawarkan. Meski peluang menang tidak bisa diprediksi, togel memiliki banyak peminat.

Dalam banyak kasus, togel memberikan dampak buruk berupa kebangkrutan. Tak jarang pemain togel dan judi jenis apapun mengalami kekalahan yang lebih banyak. Jika dibuat presentase kemenangan dan jumlah total kalah, tentu jumlah menang sangat sedikit.

Fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa togel lebih banyak memberikan pengaruh buruk. Tetapi, masih banyak pemain judi yang bermain di dalamnya. Apa saja motif yang melatarbelakangi masyarakat tetap bermain togel, khususnya kelompok miskin?

Motif Bermain Togel pada Orang Miskin

Uang saat ini menjadi barang pokok bagi semua orang. Berbagai cara dilakukan agar mendapatkan uang untuk membeli kebutuhannya. Bagi banyak orang, berusaha dengan bekerja adalah salah satu upaya mendapatkan uang.

Tetapi, bagi sebagian lagi ingin mendapatkan uang dengan cepat dan mudah. Maka munculah usaha negatif agar mendapat uang dengan instan, salah satunya dengan togel.

Togel memberikan iming-iming hadiah besar dan berlipat dari uang taruhan. Maka pemain togel yang putus asa dan ingin mendapat banyak uang akan memilih cara ini. Keinginan ini didorong dengan harapan bahwa jika ia menang, akan mendapat banyak uang.

Sedangkan hasil togel tidak menunjukkan demikian. Kemenangan yang diperoleh sangatlah terbatas dan kecil. Ketika pemain tersebut kalah, maka ia akan kehilangan semua uangnya. Setelah itu, ia akan kembali bermain dengan harapan mengembalikan modal. Padahal cara ini sangat keliru.

Perjudian jenis apapun, termasuk togel, memiliki citra buruk di masyarakat. Pemain togel digambarkan sebagai orang yang pemalas dan tidak mau berusaha.

Mereka hanya mau hasil instan, yaitu dengan ikut bermain togel. Hal inilah yang menjadi lingkaran setan kemiskinan di masyarakat.

Togel hidup dan berkembang di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Pemikiran kelompok ini masih terlalu pragmatis dan sederhana. Mereka menganggap dengan berhasil menebak angka, akan mendapat uang, tetapi mereka tidak memikirkan kemungkinan kalah.

Hal ini hanya didasari pada spekulasi atau perkiraan semata. Mereka juga menganggap togel sebagai peruntungan yang bisa memberikan uang. Pemikiran panjang mengenai kerugian seringkali tidak dipikirkan lebih matang.

Lingkungan Masyarakat Miskin sebagai Pembentuk Budaya Togel

Kehadiran togel di tengah masyarakat sudah dikenal sejak lama. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam permainan ini tak menghilangkan keasliannya, yaitu taruhan. Jenis taruhan yang paling banyak digunakan tentu saja uang.

Bagi sekelompok masyarakat, togel menjadi sebuah cara untuk memperoleh uang. Cara ini tentu saja melanggar norma dan aturan masyarakat. Masyarakat menengah ke bawah menjadi sasaran togel.

Keinginan mereka untuk memperoleh hasil instan tentu saja karena tuntutan ekonomi. Ketika salah seorang mulai bermain togel, maka ia akan memberikan pengaruh pada lingkungannya.

Cara sederhananya adalah ia akan mengajak temannya untuk ikut bermain. Sehingga akan muncul pemain-pemain togel yang lain. Kumpulan orang ini kemudian secara tidak langsung akan membentuk komunitas semu.

Komunitas inilah yang kemudian melanggengkan kegiatan togel. Ditambah lagi dengan kehadiran bandar togel di dalamnya, akan semakin memperkuat budaya togel.

Adanya rasa senasib sepenanggungan bagi sesama orang miskin ini yang menumbuhkan rasa untuk berani bermain togel. Lingkungan dengan budaya togel yang kuat akan membentuk masyarakat miskin penuh penyimpangan.

Togel bukan Alternatif Menyelesaikan Kemiskinan

Bandar togel biasanya mengincar pemain togel yang kurang terdidik. Alasannya tentu saja agar mudah untuk dipengaruhi dan mau untuk memasang taruhan. Kalangan terpengaruh ini biasanya berasal dari kelompok menengah ke bawah.

Dengan iming-iming hadiah, mereka akan tertarik. Harapannya adalah mendapat keuntungan dan bisa mendapat uang. Sedangkan keuntungan terbesarnya berada di pihak bandar togel.

Roda kemiskinan kemudian hanya akan berputar dengan siklus yang sama dengan budaya togel ini. Masyarakat tidak akan pernah kaya dengan hasil togel. Karena selama mereka kecanduan, maka akan terus bermain sekalipun itu menang.

Kerugian demi kerugian akan banyak dialami sehingga tidak membantu perekonomian menjadi lebih baik. Sebaliknya, dengan ikut togel online akan semakin melanggengkan kemiskinan.

Perlu sekali memberikan edukasi kepada kelompok menengah ke bawah yang terhimpit masalah ekonomi. Tujuannya tentu saja agar mereka tidak terlibat di dalam togel dan terjebak di dalamnya.

Baca juga: Representasi Togel dalam Kemiskinan Masyarakat

Sehingga bagaimanapun, togel bukan menjadi alternatif dalam mengentaskan kemiskinan. Semakin terjebak seseorang dalam permainan togel, maka semakin miskin juga ia dibuatnya. Hasil instan yang ditawarkan bukanlah sebuah jaminan, tetapi menjadi perangkap dalam menciptakan kemiskinan lebih parah lagi.