Tips Bepergian Dengan Pesawat Terbang

Penyebab dan tips cara mengatasi rasa sakit di telinga saat pesawat take off/landing

0
3213
Tips bepergian dengan pesawat

Bagi yang sering bepergian jauh, khususnya dengan alat transportasi pesawat terbang ada beberapa masalah yang terjadi. Diantaranya ketika pesawat take off atau landing kita sering kali merasa sakit telinga. Bahkan pada beberapa kasus, merasakan nyeri yang luar biasa.

Memang tidak semua merasakan efek seperti ini. Namun sebagai pengetahuan,  ada baiknya untuk mengetahui. 

Traveller dengan pesawat memang jauh lebih efektif dibanding alat transportasi lain. Apalagi dewasa ini harga tiket cukup terjangkau. Namun ya itu tadi, efek yang ditimbulkan saat pesawat naik atau turun, kita merasakan rasa sakit pada telinga hingga kepala.

Jangan heran, sebenarnya hal seperti ini banyak juga yang mengalaminya. Penyebabnya bukan karena telinga kita ‘congek’, ada kotoran, atau karena suara bising pesawat. Ini masalah alami karena adanya perubahan signifikan tekanan udara yang terjadi.

Apakah normal keadaan ini? Ya… ini sangat normal sekali. Dan semua orang akan mengalaminya, namun efeknya tidak sama antara satu orang dengan yang lain. Keadaan ini disebut Oklusi Tuba atau adanya sumbatan pada saluran tuba yang berada di telinga.

Tuba eustachius/Eusthacian tube adalah saluran yang dimulai dari telinga tengah dan berakhir dibelakang hidung atau didaerah pangkal tenggorok. Saluran ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga tengah dan tekanan udara di luar. Bila terjadi perbedaan tekanan maka saluran ini akan membuka dan membiarkan udara masuk ke telinga tengah sehingga tekanan menjadi seimbang.

Ini sistem otomatis yang luar biasa dalam jaringan tubuh kita, menurut saya.

Kapan bisa terjadi perbedaan tekanan tersebut? Kalau kita mau naik pesawat, pada saat pesawat hendak take off atau landing atau ketika pesawat naik turun diudara, telinga kita akan terasa seperti penuh atau buntu atau agak kurang mendengar. Ini diakibatkan karena terjadi perbedaan tekanan didalam pesawat.

Secara reflek, biasanya kita akan langsung merespon dengan menelan ludah sehingga pendengaran kita menjadi normal kembali. Dengan menelan ludah ini akan menyebabkan tuba terbuka dan udara luar dapat masuk ketelinga bagian tengah.

Pada beberapa orang dengan gangguan pada Tuba eustachius atau pada orang yang lagi kena flu/pilek akan terjadi kesulitan untuk menyeimbangkan tekanan tersebut (pada saat pesawat diudara). Sehingga, udara tidak dapat masuk ke telinga tengah dan berakibat telinga tengah menjadi vakum. Pada keadaan seperti ini saluran tuba tadi akan merespon dengan memperkecil ruang telinga tengah dan menarik jaringan sekitarnya agar tekanan agak seimbang, dan respon ini yang menyebabkan rasa nyeri luar biasa seperti kepala mau pecah. Bagaimana solusinya??

Solusinya :

Tisu Dan Air Hangat

Ahli kesehatan penerbangan dari TNI AU, Dr Wawan Mulyawan, SpBS memberikan cara praktis untuk membebaskan udara yang terperangkap di telinga saat naik pesawat. Cukup dengan menggunakan tisu dan gelas berisi air panas, yang semuanya tersedia di ruang pramugari.

Caranya, selembar tisu dimasukkan ke dalam gelas hingga air panas di dalamnya terserap masuk ke serat-seratnya sehingga tidak tumpah jika sewaktu-waktu terjadi guncangan di kabin pesawat. Dekatkan gelas berisi tisu dan air panas itu ke dekat telinga, lalu biarkan uap panas mengisi rongga telinga.

Uap panas ini akan meredakan sumbatan di tuba eusthacia, sehingga udara yang terperangkap di dalam rongga telinga bisa dikeluarkan. Rasa nyeri dan berdenging akan berkurang ketika udara yang terjebak telah dikeluarkan dengan bantuan udara panas.

Menutup Hidung

Alternatif lainnya, jika tidak ada tisu dan air panas maka cukup dengan menutup hidung dengan salah satu tangan. Kemudian dengan hati-hati hembuskan napas dari paru-paru dengan mulut tertutup agar tekanannya mendesak tiba eusthacii sehingga sumbatannya terbuka.

Permen

Agar tuba membuka terus menerus, perbanyaklah menelan ludah, salah satu cara sederhana adalah dengan mengulum permen. Karena dengan mengulum permen maka akan keluar ludah dan mau tidak mau kita akan menelan ludah tadi.

Karena itu sebelum pesawat take off pasti pramugari akan membagikan permen senyum, kadang permen yang dibagikan oleh pramugari dianggap sebagai bagian dari service dan langsung cepat-cepat dihabiskan sebelum pesawat take off.

Padahal idealnya permen tadi dikulum pelan-pelan selama perjalanan agar kita menelan ludah terus menerus atau menelan sesuatu. Atau bisa juga mengunyah permen karet. Cara ini cukup mudah dilakukan, namun kadang-kadang tidak banyak membantu pada orang tertentu yang telinganya sensitif atau sedang mengalami infeksi sinus.

Gunakan Ear Plug

Gunakanlah penutup telinga yang khusus dipakai untuk terbang.

Menguap

Cara lainnya yaitu dengan menguap, karena bila kita menguap maka udara akan keluar dari telinga, sehingga tekanan akan tetap terjaga.

Khusus pada anak-anak atau bayi tidak perlu telinga ditutup dengan kapas (cara ini banyak di nasehatkan oleh orang tua) tetapi cukup dengan diberikan minum yang banyak pada saat pesawat di udara, karena dengan menelan, tuba akan terbuka terus menerus. Menutup telinga dengan kapas tidak efektif untuk mengatasi oklusi tuba pada anak, cara ini hanya berguna untuk mengurangi suara bising pesawat. Jadi bila membawa anak kecil naik pesawat dan anaknya mulai rewel sebaiknya diberi minum air atau susu, karena ada kemungkinan dia mengalami oklusi tuba.

Jika Anda sudah mendarat dan masih merasakan sakit, bisa gunakan cara berikut :

1. Bersihkan telinga Anda dan teteskan air hangat ke dalam telinga Anda, agar telinga Anda menjadi hangat dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Pada umumnya, jika suhu lingkungan tujuan Anda hangat, maka tips ini sangat tepat untuk dilakukan.

2. Minumlah tylenol (obat sakit kepala) atau ibuprofen (obat pencegah peradangan). Minumlah tylenol 30 menit sebelum Anda mendarat. Tylenol membutuhkan waktu untuk bereaksi. 30 menit adalah waktu yang cukup untuk membiarkan tylenol bereaksi.

Kesimpulan: Rasa nyeri di telinga saat naik pesawat terjadi akibat perbedaan tekanan, bukan karena suara mesin pesawat yang bising, apalagi congek yang menggumpal.
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here