Beranda Seni Tari Keunikan Tari Reog Ponorogo yang Spektakuler

Keunikan Tari Reog Ponorogo yang Spektakuler

0
412

Tari Reog Ponorogo merupakan salah satu seni tradisional yang berasal dari Kabuaten Ponorogo, Jawa Timur.

Tarian ini selalu digelar di area terbuka karena formasi penarinya yang banyak. Selain itu tarian tersebut juga kerap ditampilkan sebagai hiburan rakyat.

Tariannya dipercaya memiliki unsur magis yang membuat tari Reog begitu menarik.

Penari utama dalam gelaran tari Reog ini memakai topeng yang sangat besar mirip kepala singa dan berhiaskan bulu merak di bagian atas.

Selain itu juga diiringi beberapa penari yang memakai topeng serta membawa kuda lumping. Ingin tahu lebih dalam tentang keunikan tari Reog ini? Simak ulasan berikut selengkapnya.

Sejarah Reog dan Asal Usul Kisahnya

Menurut cerita yang populer di masyarakat, ada beberapa versi tentang Reog dan Warok serta asal usulnya.

Cerita yang cukup populer ialah tentang kisah pemberontakan Ki Ageng Kutu, abdi kerajaan Majapahit ketika Bhre Kertabhumi berkuasa sekitar abad ke 15.

Pertunjukan tari Reog dibuat oleh Ki Ageng Kutu sebagai simbol perlawanan dan juga sindiran pada sang raja yang tak berkutik karena pengaruh sang permaisuri yang bersal dari Tiongkok yang begitu kuat.

Versi Tari Reog Ponorogo

Versi lain dari tarian Reog Ponorogo yang kini banyak berkembang ialah kisah tentang Raja Klono dari Ponorogo yang ingin melamar seorang putri Kediri, bernama Dewi Ragil Kuning, tetapi di tengah jalan ia dihadang Raja Singa Barong yang juga dari Kediri.

Raja Singa Barong ini bersama merak dan singa, sedang dari Kerajaan Ponorogo, ada Raja Klono serta Bujang Ganong, yang dikawal oleh beberapa warok yang memiliki ilmu hitam yang hebat dan mematikan(di dalam tarian, warok digambarkan dengan pria yang berpakaian hitam-hitam).

Seluruh tarian Reog ini menggambarkan peperangan antara dua kerajaan besar yakni Kerajaan Ponorogo dan Kerajaan Kediri yang saling adu kekuatan ilmu hitam. Bahkan di dalam tariannya beberapa penari kerap mengalami  “kerasukan” ketika sedang membawakan tariannya.

Pagelaran Seni Reog

Tari Reog modern umumnya digelar dalam banyak acara, misalnya saja seperti acara pernikahan, khitanan, serta peringatan hari besar Nasional. Kesenian tari Reog sendiri terdiri dari 2 hingga 3 rangkaian tarian pembuka. Berikut diantaranya.

#1 Tarian Warok

Tarian pertama umumnya dipentaskan oleh 6 sampai 8 pemuda dengan gagah dan berpakaian serba hitam, serta wajah yang dipoles dengan warna merah menyala. Para penari tersebut menggambarkan karakter singa yang pemberani.

#2 Tarian Jaran Kepang

Lalu rangkaian berikutnya, dibawakan oleh 6 sampai 8 pemudi sambil menaiki kuda(Jaran Kepang). Di pagelaran tari Reog tradisional, biasanya penari ini dibawakan oleh laki-laki namun memakai pakaian wanita. Rangkaian tarian tersebut dikenal dengan jathilan atau tari jaran kepang, tarian ini berbeda dengan kesenian tari Kuda Lumping.

#3 Tarian Ganongan

Selanjutnya ialah tarian Ganongan atau Bujang Ganong, yang biasanya dibawakan oleh seorang anak kecil yang menari dengan adegan yang lucu dan menghibur.

#4 Tarian Inti

Setelah rangkaian tarian pembuka tersebut selesai dibawakan, baru kemudian ditampilkan adegan inti dari tari Reog. Tarian inti ini sendiri tergantung kondisi  dan situasi acara di tempat tari Reog digelar.

Ketika acaranya berupa acara pernikahan, maka cerita inti adegan tarian akan berhubungan dengan cerita percintaan. Sedangkan untuk acara lainnya biasanya menyuguhkan cerita pendekar.

#5 Tarian Penutup

Sebagai penutup dalam rangkaian tari Reog, biasanya akan ditutup dengan adegan Singa Barong. Tarian ini dibawakan seorang penari yang meggunakan topeng raksasa dengan bentuk seperti kepala singa yang bermahkota bulu merak.

Topeng tersebut memiliki berat mencapai 50 hingga 60 kg, dan dibawa dengan digigit oleh sang penari menggunakan giginya. Tentu tak banyak penari yang bisa membawa topeng Singa Barong ini karena bebannya yang berat dan hanya bisa dilakukan dengan latihan yang rutin dan tirakat.

Baca juga seni tari lainnya;

Tari Reog Ponorogo dan Tokoh-tokoh di dalamnya

Keunikan yang dimiliki tarian khas Ponorogo ini ialah tokoh-tokoh yang ada di dalam tarian tersebut. Setiap tokoh memiliki karakter unik dan memiliki sisi magis yang begitu kental. Berikut tokoh-tokoh dalam tarian Reog, diantaranya.

#1 Jathil

Karakter yang pertama ialah Jathil, tokoh ini digambarkan sebagai prajurit berkuda. Sedangkan Jathilan merupakan gerakan tarian yang dibawakan tokoh tersebut yang menggambarkan ketangkasan para prajurit yang tengah berlatih dari atas kuda.

Gerakan tarian Jathilan ini biasanya dibawakan secara berpasangan. Mulanya karakter Jathil ini dibawakan oleh penari pria dengan perawakan halus dan lebih mirip wanita.

Namun belakangan, dengan alasan agar lebih feminim peran karakter ini dimainkan oleh penari wanita.

#2 Warok

Karakter selanjutnya ialah Warok, nama Warok sendiri asal kata dari “wewarah”, maknanya ialah seseorang yang memiliki tekad suci, mampu memberi tuntunan serta perlindungan yang tanpa pamrih.

Warok sendiri merupakan tokoh “wong sugih wewarah” atau orang yang banyak memiliki wewarah. Maknanya, ketika seseorang yang memerankan tokoh Warok karena ia mampu memberikan petunjuk pada orang lain tentang arti hidup yang lebih baik.

Karakter Warok bagi masyarakat Ponorogo sudah sejak dulu menjadi bagian penting hingga mendarah daging, dan diwariskan turun temurun oleh nenek moyang.

#3 Barongan atau Dadak merak

Karakter utama dan paling dominan dalam rangkaian seni tari Reog ialah Barongan atau Dadak merak, karakter tersebut berupa topeng raksasa yang terdiri dari dua bagian.

Diantaranya Kepala Harimau atau caplokan yang tersusun dari kerangka kayu, bambu dan rotan yang ditutup menggunakan kulit dari Harimau Gembong.

Lalu Dadak merak, yang tersusun dari kerangka rotan dan bambu sebagai alas untuk menempatkan bulu merak.

Sehingga menggambarkan seperti burung merak yang tengah memekarkan bulunya yang cantik serta untaian tasbih atau manik-manik.  

Kemudian ada Krakap, yang berupa kain beledru berwarna hitam yang disulam dengan monte, dan menjadi aksesori untuk menuliskan identitas dari grup Reog tersebut.

Dadak merak ini sendiri memiliki panjang hingga 2,25 m dan lebar 2,30 m, dengan berat hampir 50 kg bahkan lebih.

#4 Klono Sewandono

Karakter selanjutnya ialah Raja Klono atau lebih dikenal dengan sebutan Klono Sewandono, ia adalah seorang raja yang sakti mandraguna dan memiliki pusaka yang sangat sakti berupa cemeti yang memiliki sebutan Pecut Samandiman.

Karakter sang Raja yang gagah berani digambarkan melalui gerakan tari yang penuh wibawa sekaligus lincah.

#5 Bujang Ganong atau Ganongan

Karakter berikutnya ialah Bujang Ganong atau Ganongan yang juga kerap disebut Patih Pujangga Anom merupakan karakter yang kocak, energik sekaligus memiliki keahlian bela diri yang tinggi.

Di setiap pagelaran selalu di tampilankan oleh dua orang anak-anak dengan gerakan yang lincah dan lucu.

Demikian tadi sekilas informasi tentang keunikan tarian asal Ponorogo yakni Tari Reog yang melegenda dan penuh nuansa mistis yang kental.

Kesenian Tari Reog Ponorogo ini termasuk salah satu kesenian tari yang kolosal yang menggabungkan antara seni tari yang indah dan atraksi spektakuler topeng raksasa Singa Barong.

Tarian daerah menjadi salah satu warisan budaya yang sangat penting untuk dilestarikan agar bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya. Semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR