Connect with us

Daerah

Soal Kasus PT Sentral Bra Makmur, Ajis: Harus Ada SPD Dulu

Published

on

Surat-Sentral-Bra-Makmur

Manager HRD PT. Sentral Bra Makmur diwakili Ajis pada 20 Juni 2016 saat ditemui, LSM Pajajaran Muda di Pos Satpam, mengungkapkan bahwa tertundanya pembayaran hak upah hasil kerja (gaji) Heni Nuraini, hanya soal miss komunikasi saja.

Baca juga: PT. Sentral Bra Makmur Langgar Kontrak Kerja

Ada sistem management di perusahaan kami, ujar Ajis. Apalagi, status perusahaan ini adalah cabang dari Hongkong. Jadi sebelum mengambil keputusan, harus terlebih dahulu koordinasi ke kantor pusat. Sistem administrasi kami kirim melalui email ke kantor pusat.

“Untuk gaji Heni Nuraini, kami akan bayar tanggal 30 nanti (Juni 2016),” kata Ajis.

Kenapa pembayaran gaji tersebut tertunda? Menurut Ajis, karena pihak bersangkutan belum pernah mengajukan SPD (Surat Pengunduran Diri). Jika surat pengunduran diri sudah ada, maka pihaknya baru bisa melaporkan ke kantor pusat, dimana kemudian baru bisa dibayar.

“Pembayaran gaji bulan tertunda dan bulan berjalan, baru dapat dibayar setelah adanya SPD (Surat Pengunduran Diri),” demikian alasan Ajis.

Saat dipertanyakan, selain Heni Nuraini, apakah masih ada karyawan lain yang mengalami kondisi serupa. Ajis tidak mengiyakan. Namun hal tersebut, menurut dia bisa saja terjadi.

“Karyawan disini banyak. Ada ribuan. Saya tidak tahu data administrasinya,” pungkas Ajis.

Sementara itu, ditempat terpisah Jeffry Lengkong Ketua Umum LSM Pajajaran Muda yang diberi kuasa oleh Heni Nuraini, mengatakan, pihak perusahaan memang dapat saja mengemukan alasannya. Mereka punya management dan bisa diatur sedemikian rupa yang dapat saja menguntungkan pihak perusahaan.

Baja juga: Jeffry Lengkong: “Kami akan usut tuntas kasus PT. Sentral Bra Makmur”

Namun, disini faktanya tidak terlihat adanya itikad baik dari perusahaan untuk membayar gaji dengan segera.

“Jika memang ada itikad baik, seharusnya mereka dapat saja membuat semacam pengumuman atau pemberitahuan kepada yang bersangkutan. Apa saja administrasi untuk dilengkapi, agar gaji tersebut bisa cepat keluar,” kata Jeffry.

Faktanya, hal itu tidak dilakukan, lanjut Jeffry. Dia yakin, jika persoalan tersebut didiamkan maka tidak akan ada upaya pihak perusahaan untuk membayar.

“Jangan-jangan ada permainan salah satu oknum di PT. Sentral Bra Makmur untuk mengeruk keuntungan pribadi. Jika sistem penggajian melalui kantor pusat di Hongkong, bisa jadi selama proses penundaan, gaji karyawan tetap diajukan dipusat karena dianggap belum mengundurkan diri. Jadi semakin lama penundaan maka semakin menguntungkan mereka,” ungkap Jeffry.

Yang jadi persoalan, apapun itu modusnya, mereka telah menganiaya Heni Nuraini. Demikian pendapat Jeffry.

Garuda Citizen truly of Indonesia » politik, hukum, sosial, wisata, budaya, dan berbagai berita peristiwa menarik dan penting untuk dibaca.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending