Soal DO Mahasiswa UNRAS, Ini Tanggapan Sugeng Suharto

2
444

Bengkulu Utara,(GC) – Persoalan ancaman Rektor Universitas Ratu Samban (UNRAS), Imron Rosyadi Versi Yayasan Ratu Samban (YRS) yang akan drop out (DO) terhadap 90 orang mahasiswa lantaran belum membayar uang SPP selama 2 semester hanyalah sebuah isapan jempol saja alias beropini semata.

Hal ini disampaikan oleh rektor UNRAS, Sugeng Suharto Versi Yayasan Ratu Samban Arga Makmur (YRSA) saat dikonfirmasikan oleh wartawan media ini melalui Via handponenya.

“Saya rasa itu hanyalah beropini saja, kalau memang benar-benar Ia berani Coba dia buktikan mendrop out (DO) 90 orang mahasiswa itu,” ujar Sugeng, selasa (6/3/2018).

Selain itu sugeng juga mengatakan, jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya, yang mana ketika Rahmadanus menjadi ketua yayasan dan Imron Rosyadi selaku pembina yayasan pada waktu itu telah menunjuk dirinya (Sugeng Suharto,Red) menjabat sebagai rektor, pihak rektorat UNRAS tidak pernah mengancam para mahasiswa di DO. Padahal, sewaktu itu menurut Sugeng Suharto sangat banyak sekali mahasiswa UNRAS yang menunggak SPP nya lebih dari 2 semester.

“katanya tidak mau mengorbankan mahasiswa, tapi baru 2 semester saja mahasiswa menunggak mau di keluarkan, kalau memang ngak mampu ya jangan dipaksakanlah,” cetus Sugeng.

Sugeng juga mengatakan, dirinya sangat setuju atas gagasan rektor, Imron Rosyadi versi YRS yang ingin melakukan DO kepada mahasiswa. Dengan adanya terjadi demikian masyarakat bisa memahami yang sebenarnya siapa aktor dibalik kericuhan ini, bahkan masyarakat juga bisa menilai dimana letak posisi beberapa orang mahasiswa yang sebenarnya ketika yayasan terjadi Dualisme saat ini.

“Sekali lagi saya katakan,sillahkan dia mau mendrop out para mahasiswa, agar masyarakat bisa menilai siapa aktor terjadinya Dualisme ini, kemudian kenapa mahasiswa diam saja ketika mau di DO,” Tutup sugeng.

loading...