Soal Beasiswa, Puluhan Mahasiswa UNRAS Hearing Bersama DPRD

0
126

Bengkulu Utara,(GC) – Puluhan mahasiswa asal Universitas Ratu Samban Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (14/2/2017) hearing Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bagian komisi 1 setempat untuk mempertanyakan persoalan Bantuan beasiswa yang bersumber dari APBD tahun 2017 lalu kepada pemerintah daerah melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Hearing yang dipimpin oleh, Sonti Bakara selaku anggota dewan bagian komisi 1 yang dihadiri anggota dewan bagian komisi 1 lainnya bersama kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),Kisro Zanito dan jajarannya di gedung DPRD berlangsung sengit.

Saat hearing, Yoki dari jurusan Tehknik Selaku ketua BEM UNRAS terus mempertanyakan mengapa sebagai penerima bantuan Beasiswa dari Pemda Bengkulu Utara tahun 2017 lalu hingga saat ini mereka belum menerimanya bahkan terkesan berbelat-belit untuk menerima jawaban dari pihak pemerintah setempat.

Padahal, jika dibandingkan bantuan Beasiswa dari pemerintah daerah tahun-tahun sebelumnya, yang mana  pada waktu, Haryadi selaku kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bengkulu Utara yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu Utara juga sebagai pencetus pertama sekali melakukan MoU pihak yayasan dengan pemda saat itu sedikit pun tidak ada permasalahan seperti saat ini.

“tujuan kami kesini tetap ingin mempertanyakan bantuan beasiswa dari Pemda tahun 2017 lalu hingga saat ini belum ada kejelasannya, sebab kalau benar-benar pihak Pemda sudah mencairkannya kenapa SPP kami hingga saat ini belum dibayar dan kenapa hak kami itu diberikan kepada Yayasan?,” jelas Yoki.

Lanjut yoki, agar permaslahan ini segera selalesai dan tidak berlarut-larut, selaku perwakilan dari mahasiswa dirinya berharap dalam waktu dekat ini agar pihak pemerintah daerah segera melakukan rapat duduk berasama, antara pihak mahasiswa penerima bantuan beasiswa dengan Yayasan Ratu Samban Arga Makmur (YRSA) sebagai perantaraan penerima bantuan beasiswa dari Pemda tahun 2017 lalu.

“Kami berharap pemerintah daerah dalam waktu dekat ini dapat bertemu dengan kami selaku mahasiswa penerima bantuan beasiswa, sekaligus duduk bersama dengan pihak YRSA  untuk membahas bagai mana menyelesaikan persoalan ini, sebab jika berlama-lama, takutnya nanti kami dikeluarkan dari universitas karena SPP kami belum dibayar,” Harap Yoki.

Sementara kapala BPKAD, Kisro Zanito saat dikonfirmasikan oleh awak media menjelaskan, pihak pemerintah daerah menyalurkan dana bantuan beasiswa ke YRSA pada saat itu sudah sesuai dengan prosedur.

“Pemda menyalurkan bantuan beasiswa itu sesuai prosedur, bahkan sebelum menyalurkan bantuan tersebut kami dari Pemda telah berkonsultasi dengan pihak BPK, sehingga sesuai dengan surat kemendikti, maka bantuan beasiswa tersebut kami serahkan dengan YRSA yang rektornya sugeng suharto,” demikian Kisro.(Ben)

loading...