Sidang Judi Online Memanas, Saksi Ahli: Minta Bukti Forensik Digital

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...
- Advertisement -

Sidang lanjutan soal kasus judi online yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, mengalami perdebatan cukup panas. Pasalnya, Arbijoto selaku salah satu dari pihak saksi ahli yang dihadirkan, mendebat Frederik Aldhar selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ruang sidang cukup tegang, saat Arbijoto yang juga pernah menjabat sebagai Hakim Agung itu, kurang berkenan dengan pertanyaan yang diajukan Frederik Aldhar. Khususnya, terkait pendapat tentang pembuktian pada terdakwa judi online.

Persidangan yang digelar pada Selasa (4/2/2020) itu, menghadirkan 2 saksi ahli pidana. DR Dwi Seno Widjanarko, SH, MH  saksi ahli lainnya, secara tegas mengatakan bahwa, pembuktian judi online harus dilakukan dengan mekanisme online atau digital forensik.

Pembuktian dakwaan judi online, tidak bisa dilakukan dengan metode konvensional, seperti gaple, remi, judi koprok, atau lainnya.

“Dakwaan juga harus dapat dibuktikan adaanya uang, ada bandar, dan pemainnya. Kalau tidak dapat dibuktikan secara fakta, maka sebagaimana KUHP Pasal 81, harus diabaikan,” tegas Dwi Seno Widjanarko di pesidangan kemarin.  

Dalam kesempatan tersebut, Seno Widjanarko mengemukakan pendapatnya,  sesuai UU No. 11 tahun 2008 dakwaan perjudiaan, harus ada bukti fakta berupa uang yang digunakan untuk ‘bertaruh’ dalam perjudian itu sendiri. Serta harus juga ada bandar dan pemain.

“Kasus seperti ini bisa disebut sebagai ‘Lex spesialis derogat legijenerale’. Artinya, sesuatu hukum khusus harus mengenyampingkan hukum umum.” Ujarnya.  

Seno Widjanarko yang juga lulusan Universitas Trisakti dari fakultas Doktor Ilmu Hukum, menekankan bahwa, UU Perjudiaan Konvensional tidak bisa digunakan untuk perjudian online. Pasal 27 Ayat 2 Junto Pasal 45 Ayat 2 tentang Perjudian Online, bukan Pasal 303 KUHP.

Pada persidangan itu, kuasa hukum dari 4 terdakwa judi online, CFP, SH, Alvin Lim, MSc, mempertanyakan, “Apakah dakwaan tentang penjualan rekening tabungan di Bank BCA dalam BAP yang dipalsu bisa masuk kategori pelanggaran pidana.”

Seno Widjanarko malah balik bertanya. “Apakah rekening tabungan tersebut legal atau ilegal? Jika rekening tabungan tersebut legal, maka, tidak bisa disebut pelanggaran pidana. Tetapi harus dapat dibuktikan dengan lengkap,”

Kepada media, Alvin Lim, mengatkan bahwa, kasus yang sedang berlangsung tersebut, sudah dibuat terang dan jelas oleh saksi ahli. Dimana, selain pelaksanaan pasal yang salah, diduga adanya rekayasa oleh penyidik. Yang jelas, tidak ada bukti sah.

“Ini seharusnya, menjadi pelajaran pada penyidik Polda Metro Jaya dan Jaksa Peneliti Kejati, agar tidak sembarangan menahan warga tanpa proses penyidikan yang sejalan dengan hukum formiil dan materiil.

Sementara itu, Advokat Tandry Laksana yang saat itu ikut mendampingi Alvin Lim, mengungkapkan bahwa, selain melakukan pembelaan, empat oknum penyidik yang diduga membuat berkas BAP palsu juga telah dilapor ke SPK Polda Metro Jaya untuk diproses dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kapolda baru mestinya, melakukan pemeriksaan dan mendisiplinkan oknum penyidik. Karena dapat merusak citra Polri itu sendiri,” ujarnya.

Sebagai Lawyer, Alvin Lim mengaku merasa bertanggung jawab melakukan pembelaan. Alvin juga menghimbau hendaknya, warga yang mengalami korban kriminalisasi, tidak takut berjuang untuk membela hak-haknya. Kendati mungkin mendapat ancaman.

“Dapat menghubungi kantor LBH atau lembaga hukum terdekat. Karena mendapat pendampingan dari pengacara sudah merupakan hak setiap warga negara. Apalagi jika ancaman 5 tahun keatas. Jelas wajib disediakan pengacara oleh pihak aparat penyidik. Ini sesuai dengan pasal 56 KUHAP,” tegas Alvin.

Persidangan kasus judi online ini, rencananya akan berlanjut pada hari Kamis (6/2/2020). Dengan agenda pembacaan tuntutan.

Sumber: breakingnews.co.id

Fakta menarik tentang judi

Mengapa judi bisa menjadi candu?

Fenomena judi itu sudah terjadi sejak dahulu. Peraban manusia, sepertinya, tidak bisa lepas sepenuhnya dari gaya hidup ini.

Pun demikian di era seperti saat ini. Ada sedikit pergeseran dalam aplikasi judi. Era digital telah memungkinkan orang melakukan judi online. Seperti bola tangkas, slot online, sbobet, casino, poker dan lain sebagainya. Ini sederet judi online yang tengah di mewabah.

Di Indonesia sendiri, dulu perjudian jenis togel pernah legal. Namanya SDSB. Sekarang judi jenis ini, seperti toto gelap (togel), sudah dilarang oleh pemerintah. Walau pun, diam-diam masih ada yang nekat untuk melakukannya.  

Didunia olah raga sendiri, pertaruhan yang dapat disebut sebagi judi sering terjadi. Ada banyak orang memanfaatkan permaian seperti bola basket, sepak bola, tenis, badminton, pacuan kuda, mogo gp, balap sepeda, baseball, boxing, golf, rugby, ice hockey, bola voli, dan lainnya sebagai ajang untuk berjudi.

Intinya, setiap moment dalam kehidupan sosial masyarakat, ada banyak hal yang digunakan oleh orang untuk bertaruh. Bahkan pemilihan presiden mu, dijadikan ajang judi.

Apa yang membuat judi itu menarik?

Anda mungkin berpikir judi adalah soal menang, tetapi sejumlah studi menunjukkan bahwa segala sesuatunya tidak sesederhana itu. Mengapa penjudi, bahkan yang gagal, terus mendapatkan perhatian?

Tidak ada yang suka kehilangan – bahkan penjudi patologis. Namun mereka terus berjudi. Jika bandar yang selalu menang, mengapa melempar orang-orang tetap mau berjudi?

Orang yang kecanduan judi sering mengaku bahwa, meskipun mengalami kerugian, ada dorongan yang terus membawa mereka kembali main judi atau kembali ke meja poker.

“Saya ingin bertaruh sepanjang waktu,” kenang seorang mantan pecandu pada Scientific American pada 2013. “Saya menyukainya – saya suka dengan sensasi yang dirasakan.”

Bahkan pernah terjadi, seorang eksekutif Wall Street mengaku menipu keluarga, teman, dan lainnya dari $100 juta untuk memenuhi keinginan untuk berjudi.

“Itu hanya cara bagi saya untuk mendapatkan uang untuk memenuhi hasrat berjudi,” katanya kepada pengadilan.

Tetapi jika seseorang pada akhirnya kehilangan uang – mungkin bahkan kehilangan pekerjaan atau rumah mereka karena mengikuti hasrat kecanduan judinya – bagaimana membuat itu menjadi benar-benar penting dibanding apa yang dikorbankan?

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bahwa, orang tidak hanya berjudi untuk prospek menang. Mark Griffiths, seorang psikolog di Nottingham Trent University yang berspesialisasi dalam perilaku kecanduan menunjukkan bahwa, para penjudi melakukan untuk kebiasaan mereka karena berbagai motivasi.

Bahkan ketika Anda kalah saat berjudi, tubuh Anda masih memproduksi adrenalin dan endorfin – Mark  Griffiths, Universitas Nottingham Trent

Dalam survei terhadap 5.500 penjudi, prospek peluang untuk “memenangkan banyak uang dalam judi” adalah faktor terkuat. Tetapi diikuti oleh “karena itu menyenangkan” dan “karena itu menarik”.

“Orang-orang membeli hiburan.”

Ini didukung oleh penelitian tahun 2009 oleh para peneliti dari University of Stanford di California, yang menemukan bahwa, sekitar 92% orang memiliki “kehilangan ambang batasan” untuk dapat menolak hasrat berjudi.

Ada fakta menarik, bahwa, meski para penjudi kehilangan banyak uang saat berjudi di casino, misalnya, itu tidak serta merta mempengaruhi kenikmatan pengalaman mereka secara keseluruhan.

“Orang-orang tampaknya puas dengan kemenangan yang relatif kecil, dan akan mentolerir kerugian yang bahkan lebih kecil,” kata rekan penulis Sridhar Narayanan saat itu. “Mereka cenderung sadar bahwa, dalam jangka panjang, mereka lebih cenderung kalah daripada menang.”

Dan kekalahan sebenarnya bisa, setidaknya untuk sementara, meningkatkan respons positif terhadap kemenangan. Ini karena bagaimana optimisme mereka akan berkurang dengan kenyataan kekalahan yang beruntun.

Robb Rutledge, seorang ilmuwan saraf di University College, London, dan rekan-rekannya melakukan percobaan dengan 26 subyek yang otaknya dipindai, sementara mereka membuat serangkaian pilihan, masing-masing dapat menghasilkan hasil tertentu atau tidak pasti – semacam judi.

Peserta juga diminta untuk mengambarkan perasaan bahagia mereka, setelah setiap detik atau ketiga saat melakuakan tindakan menabk. Percobaan serupa – tanpa pemindaian otak – juga dilakukan pada lebih dari 18.000 peserta melalui aplikasi smartphone, The Great Brain Experiment.

Di antara berbagai temuan menarik, tim menemukan bahwa, ketika peserta memiliki harapan yang lebih rendah, dalam hal kemenangan, respons mereka untuk memenangkan hadiah yang sama meningkat. Ini dibuktikan oleh laporan subyek sendiri, tentang betapa bahagianya mereka merasa dan data dari fMRI memindai.

Pemindaian ini menunjukkan peningkatan aktivitas di area otak yang terkait dengan neuron dopamin. Dopamin, neurotransmitter yang kompleks, dalam hal ini dapat dikaitkan dengan perubahan keadaan emosional.

“Jika orang kehilangan banyak dan itu menurunkan harapan mereka, itu akan meningkatkan betapa bahagianya mereka ketika akhirnya mereka menang,” kata Rutledge.

Ini saja menggiurkan.

“Jika beberapa hal buruk berturut-turut terjadi pada Anda, maka harapan akan turun – tetapi kemudian ketika Anda benar-benar mendapatkan beberapa hasil yang baik, Anda mungkin akan lebih bahagia,” jelasnya.

“Meskipun kamu mungkin harus pergi pada saat itu.”

Tetapi apakah perangkat seperti mesin judi juga manipulatif?

Judi Online
Ilustrasi Judi Online

Griffiths telah menulis tentang isyarat yang diberikan mesin game elektronik kepada pemain. Banyak yang masih belum diketahui tentang bagaimana desain mereka memengaruhi perilaku pemain, tetapi, misalnya, banyak mesin dan kasino menggunakan warna merah dan warna serupa – dianggap lebih membangkitkan gairah. Lalu ada peran suara. Griffiths bertanya-tanya, apakah ejekan mesin umum yang merujuk The Simpsons memiliki efek antagonis terhadap pemain.

Ketika seorang pemain kalah, misalnya, karakter Tuan Smithers mungkin menyatakan, “Anda dipecat!”

“Sejalan dengan hipotesis yang mendukung teori frustrasi dan penyesalan kognitif, ini mungkin membuat mesin game elektronik lebih menarik,” tulis Griffiths dalam satu makalah.

Salah satu faktor kunci dalam kecanduan apa pun jenis perjudian, mungkin adalah seberapa sering pemain dapat memasang taruhan. Karena, ketersediaan peluang untuk berjudi dikaitkan dengan tingkat masalah judi dalam komunitas tertentu, Griffiths berpendapat bahwa, itu adalah jumlah ganjaran potensial – bukan ganjaran aktual atau bahkan jenis taruhan – yang mendorong penjudi kecanduan.

Jika Anda memberi banyak hadiah kecil yang belum tentu finansial, itu akan membuat orang merespons – Mark Griffiths

Game dan mesin juga sering dirancang untuk membuat pemain tertarik dengan menawarkan hadiah pengganti, seperti kredit tambahan atau – setelah kalah – kemungkinan menang lebih besar dari biasanya di waktu berikutnya.

Dan, yang menarik, ada kasus-kasus di mana para penjudi mungkin mencoba mengembangkan “keterampilan semu” sebagai semacam pembenaran untuk menargetkan imbalan potensial itu.

Griffiths memberikan contoh mesin game Inggris yang dirancang dengan logika adaptif, yang berarti mereka mungkin membayar lebih dari yang mereka ambil dari pelanggan, selama periode tertentu, setelah itu mereka akan kembali ke sistem yang sebenarnya.

Ini berarti bahwa, beberapa pemain mencoba mencari (atau melakukan “skim”), berharap saat mesin mengeluarkan jackpot, mereka ada disana.

Semua ini berkontribusi pada gagasan bahwa, banyak perjudian bukan tentang menang sama sekali. Ini tentang proses bertaruh itu sendiri – dan semua faktor yang ada, itu yang membuatnya menyenangkan.

Sementara pecandu judi, tidak dapat dijelaskan dengan begitu sederhana – sering ada banyak alasan mengapa kecanduan berkembang pada diri seseorang – tentu menarik untuk mengeksplorasi bagaimana kegembiraan seorang pemain dapat dikaitkan dengan gaya dan struktur permainan apa pun yang sedang dimainkan. .

Dan bahkan, ketika itu bukan obsesi yang bermasalah, judi tampaknya masih menghibur mereka yang pulang dengan kantong kosong.

Sourcebbc.com

Latest News

16 Tempat Ngopi Paling Asik di Jogja | COFFEE SHOPS YOGYA

Jika Anda mencari rekomendasi tempat ngopi paling asik di Jogja, mungkin 16 Coffee Shops ini layak untuk...

Apa itu internet marketing? Explore Strategi Pemasaran Online!

Apa itu internet marketing? Ini menjadi pembahasan paling menarik bagi para pelaku bisnis beberapa dekade belakangan ini. Strategi pemasaran online dianggap menjadi...

Tempat Wisata Malam Jogja | Tempat Nongkrong Asik

Berikut adalah rekomendasi tempat wisata malam Jogja. Cocok untuk tempat nongkrong menikmati suasana kunjungan Anda. Jogja adalah...

Apa Itu Bisnis RT RW Net? Prinsip Dasar dan Potensinya

Apa itu Bisnis RT RW Net, kenapa ia menjadi buah bibir ditengah masyarakat. Dimana mendorong sebagian besar orang, menggali lebih jauh tentang...

Perpanjangan Waktu Habis, Kontraktor Proyek GOR Segera Bayar Denda

Bengkulu Utara, GC – Pemberian kesempatan perpanjangan waktu proyek pembangunan gedung olahraga (GOR) Kabupaten Bengkulu Utara yang menelan anggaran Dana Alokasi Khusus...

More Articles Like This

- Advertisement -