Connect with us

Nasional

Si jenius itu bernama Muhammad Tito Karnavian

Published

on

Presiden Jokowi memang bukan manusia yang bisa melakukan semuanya sendirian, presiden Jokowi bukan seorang jenius di bidang akademik, bukan juga seorang ahli peperangan atau pengerahan massa sebagaimana para para panglima atau petinggi-petinggi organisasi di Indonesia.

Tapi ketulusan hati seorang Jokowi untuk membangun negara ini dibuktikan salah satunya dengan mengangkat orang-orang terbaik di negara ini untuk menempati posisi posisi penting dari mulai mentri-mentri yang jenius, pro rakyat dan (sejauh ini) terbukti bersih, hingga kapolri kita yang satu ini yang akan saya kupas lebih lanjut mengenai pribadinya dan kejeniusannya dalam mengatasi berbagai persoalan diantaranya yang paling kekinian yaitu aksi 212.

Tito karnavian merupakan seorang lulusan terbaik akabri angkatan 1987 yang memiliki segudang prestasi baik di bidang akademik maupun pekerjaan. Ketika tamat SMA, Tito Karnavian mendaftar ke 3 universitas berbeda, selain mendaftar ke AKABRI, Tito juga mendaftar kedokteran di Unsri, fakultas hubungan internasional di UGM dan juga mendaftar ke STAN. Semua lulus, tinggal pilih, tetapi Tito muda lebih memilih masuk AKABRI untuk meringankan beban orang tuanya. Beliau juga seorang pemegang gelar Master of art (M.A) in police studies dari sebuah universitas di inggris (UK), Bachelor of Arts (B.A.) in Strategic Studies dari universitas di New Zealand dan Ph.D in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization dari sebuah universitas di Singapore dengan predikat magna cum laude, serta berderet gelar lainnya, bahkan menuliskannya saja saya ikut merasa bangga.

Prestasi di bidang pekerjaan juga sangat mentereng sehingga karirnya sangat ngebut. beliau merupakan orang pertama di angkatannya yang mendapat bintang tiga, dan melompati banyak seniornya dengan mendapatkan bintang 4 dan jabatan kepala kepolisian republik Indonesia.

Saya pribadi tau dari sebuah sumber yang akurat bahwa pak Tito merupakan seorang yang taat dalam beragama dan sangat sederhana, beliau biasanya sering “kabur” dari ajudannya karena tidak mau di kawal-kawal.

Sebenarnya saat Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun saya sudah berdo’a presiden Jokowi akan menunjuk pak Tito untuk menjadi kapolri, tetapi rasanya mustahil mengingat Tito merupakan jendral bintang tiga paling junior dan tidak mempunyai back up politik yang besar. Ternyata do’a saya terkabul dan saya menjadi semakin YAKIN seyakin yakinnya presiden Jokowi memang akan memperbaiki Indonesia apapun resikonya. salah satunya melalui institusi Polri dibawah seorang Kapolri yang jujur, tegas, dan cerdas bernama Tito Karnavian.

Terbukti presiden Jokowi mempercayakan tugas Saber Pungli kepada kepolisian dibawah Tito sebagai ujung tombak (walaupun secara teknis menkopolhukam menjadi kepalanya) dan di respon dengan sangat cemerlang. Bahkan kepolisian tidak segan menindak oknumnya sendiri jika ada yang main main dengan pungli. kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian pun InsyaAllah akan semakin meningkat kedepannya.

Sungguh menujukkan keterbelakangan intelektual kalangan yang mengangkat HT ingin Tito dicopot dari posisinya.

Aksi bela Islam 2 dan 3 selain menunjukkan kualitas leadership presiden Jokowi yang tinggi juga mempertontonkan kejeniusan Tito dalam meredam dan memukul balik terhadap kelompok kelompok yang ingin mengacau dan merongrong NKRI.

Presiden telah mengangkat orang yang tepat, jika Kapolri bukan pak Tito, saya yakin outcome aksi aksi tersebut akan berbeda, mungkin sedikit mungkin banyak, yang jelas tindakan tindakan Kapolri sangatlah tepat dan mematikan langkah lawan.

Aksi bela Islam 1, 14 oktober 2016

Aksi bela Islam ini yang paling kecil karena masih belum disusupi banyak kepentingan, para aktor aktor politik busuk melihat potensi gerakan ini dan mencoba memanfaatkannya demi kepentingan masing masing. Posisi pemerintah dan kepolisian masih wait and see dalam fase ini.

Aksi bela Islam 2, 4 November 2016

Diluar perkiraan, aksi ini mengundang massa dalam jumlah sangat, sangat besar. sungguh luar biasa betapa manusia sangat mudah dimobilisasi jika sudah menyangkut isyu agama. Besarnya aksi dan mencekamnya suasana pra aksi ini direspon tito dengan mengambil alih pengamanan dari polda metro jaya ke tangan mabes polri dan memanggil personel brimob dari seluruh penjuru tanah air. Tito tau yang dihadapinya bukan orang-orang sembarangan dan skalanya sudah nasional. Kuncinya adalah pada meminimalisir pengerahan kekuatan secara represif sehingga tidak menimbulkan korban dari kalangan demonstran. Tito tau jika sampai banyak korban dari kalangan demonstran maka isyu itu akan digoreng lagi dan akan menimbulkan chaos yang lebih besar. Belajar dari arab spring, semakin represif pemerintah menghadapi demonstran maka pemprotes akan semakin banyak dan militan. Di sisi lain presiden Jokowi juga melakukan konsolidasi dengan ulama ulama dan ormas Islam untuk menyuarakan kesejukan.

Menang, ya walaupun nampak pemerintah sedikit ditekan tetapi aksi selesai dan tidak menimbulkan dampak lanjutan yang tidak diinginkan.

Lalu ditetapkanlah ahok menjadi tersangka.

Jujur saya merasa pemerintah tidak menyangka aksi 411 akan sebesar dan seberpengaruh itu

Aksi Rush Money dan 2511 yang gembos

Aksi rush money yang tujuannya hanya ingin merusak berhasil digagalkan dan provokatornya ditangkap.

dengan ditetapkannya ahok sebagai tersangka pun aksi 2511 diundur. mungkin karena stamina dan logistik pihak sana tidak akan kuat jika harus demo tiap 2 atau 3 minggu sekali, Disamping itu pemerintah memenangkan perang opini karena dapat membuat orang awam dan netral mencap kelompok sana lah yang memaksakan kehendak dan ingin mengintervensi Polri.

Sebelum aksi 212

Pemerintah dan Kepolisian tidak mau kecolongan lagi, konsolidasi di level atas semakin di intensifkan oleh presiden Jokowi, Tito mulai memukul balik dengan mengatakan ada rencana makar yang menunggang aksi bela Islam. statement ini berhasil memancing komitmen dari pihak demonstran bahwa aksi mereka akan “super damai” dan tidak sedikitpun akan melakukan makar. Disamping itu Tito terlihat jelas melakukan bargaining yang cemerlang dengan pihak sana, dimulai dari menyambangi MUI dan melakukan negosiasi sehingga aksi 212 BATAL dilakukan di sudirman-thamrin, dan membuat komitmen bahwa aksi akan sangat damai dan bahkan pada praktiknya aksi 212 sudah tidak nampak seperti demonstrasi lagi. Poin kelima adalah kuncinya.

5. GNPF-MUI dan Polri bersepakat bahwa jika ada gerakan pada 2 Desember di luar kesepakatan yang sudah dibuat bersama, GNPF menyatakan itu bukan bagian dari ‘Aksi Bela Islam 3’, dan GNPF-MUI tidak bertanggung jawab, serta Polri, memiliki hak dan kewajibannya untuk mengambil langkah-langkah mengantisipasi dan mengatasinya.

Ya, GNPF mengizinkan Polri untuk menindak jika ada provokator dan anarkisme dan menyatakan provokator dan anarkis bukan bagian mereka. Titik. Dengan poin ini matilah harapan orang orang yang ingin agar aksi ini berujung chaos seperti 411 kemarin. Poin poin ini adalah buah dari kepiawaian Tito dalam bernegosiasi dan melakukan bargaining dengan pihak demonstran.

Penangkapan aktor makar.

Kemarin saya bertambah kagum dengan adanya penangkapan para aktor yang ingin mengupayakan makar kepada pemerintahan yang sah dipilih oleh rakyat Indonesia.

Timingnya yang membuat saya kagum, Jika lebih cepat sehari saja mungkin akan ada yg menggoreng mengenai penangkapan itu untuk memicu emosi massa. Pagi hari sebelum aksi dimulai sangat tepat karena membuat para penunggang politik menjadi ciut untuk macam macam di hari itu, dan para provokator tidak punya cukup waktu untuk menjalankan aksinya. Mayoritas peserta aksi pun pastinya tidak akan terlalu update dengan perkembangan berita karena sedang khusyu menjalani do’a dan zikir akbar sehingga sulit di provokasi dengan isu penangkapan orang-orang itu. Mana mau massa dibelokkan menjadi “aksi bela ahmad dhani” atau “aksi bela ratna sarumpaet”.

Jika terlalu lambat juga dikhawatirkan para peramu makar akan keburu berhasil menjalankan aksinya. Timingnya pas, dan saya yakin pemikiran pak Tito ada dibalik ketepatan waktu ini.

Walaupun massa lebih besar tetapi berkat peredaman oleh Presiden, Kapolri dan Panglima TNI, aksi kemarin damai dan dampaknya ini tidak sebesar 411 kemarin. lihat, selesai begitu saja, semua cooling down. Suasananya berbeda, bahkan sekarang payung presiden pun lebih banyak dibicarakan daripada kata “tangkap ahok”. aksi kemarin lebih besar  massanya tetapi kehilangan substansinya.

Demikian analisa saya mengenai kejeniusan Kapolri Tito Karnavian dibawah leadership presiden Joko Widodo. semoga institusi polri dibawah bapak Muhammad Tito Karnavian semakin bersih, professional dan dicintai masyarakat, serta bisa menjadi perpanjangan tangan presiden dalam pemberantasan pungli, premanisme dan kriminalitas lainnya.

Sebenarnya saya pribadi ingin pak Tito mendampingi Presiden Jokowi di 2019, tetapi itu hanya keinginan pribadi saja, Pak Tito tetap di Polri pun sudah sangat bagus dan tepat. Semoga kedepannya Indonesia semakin dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang berintegritas dan berkualitas menduduki posisi-posisi penting di negara ini, Aamiin.

Garuda Citizen truly of Indonesia » politik, hukum, sosial, wisata, budaya, dan berbagai berita peristiwa menarik dan penting untuk dibaca.

Daerah

Camat Seberang Musi Ke KASN, Jalal Ke Plt Bupati, Hasil Kajian Laporan Bawaslu

Published

on

KEPAHIANG BB, Laporan Tim Advokasi Paslon 01 Ujang Sarifudin dan Firdaus Djailani tertanggal 19 Oktober terkait
dugaan pelanggaran ketidaknetralan ASN pada pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Kepahiang tahun 2020 berujung sudah, pasalnya Bawaslu Kepahiang sudah menyelesaikan pemeriksaannya terhadap laporan yang masuk dan hasil kajian Bawaslu Kepahiang sudah di rekomedasikan ke KASN untuk Camat Seberang Musi Gunawan dan Ke PLT Bupati Kepahiang untuk Jalal.
Ketua Bawaslu Kepahiang Rusman Sudarsono SE membenarkan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat rekomendasi ke KASN untuk Camat Gunawan dan Jalal ke PLT Bupati.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/18/netral-masih-ada-oknum-camat-yang-berani-kampanyekan-calon-video-oknum-camat-sm-viral/

” Benar sudah ditindak lanjuti ke instasi lain yaitu KASN dan PLT Bupati pada tanggal 26 Oktober yang lalu, karena kami Bawaslu Kabupaten Kepahiang telah menemukan indikasi dugaan pelanggaran netralitas ASN yang di lakukan oleh yang bersangkutan untuk itu di teruskan ke KASN beserta barang bukti berupa video rekaman,” ujar Rusman.

Lanjut Rusman, Bawaslu akan menunggu rekomendasi dari KASN yang biasanya disampaikan ke Sekda dan ditembuskan Ke Bawaslu, jika sudah ada itu Bawaslu akan ikut mengawasi sangsi yang diberikan tersebut apakah di terapkan apa tidak.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/19/oknum-camat-sm-resmi-dilaporkan-rusman-laporan-sudah-registrasi/

Sementara itu Ketua Tim Keluarga Paslon 01 Edwar Samsi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan ke KASN Jakarta dan meminta agar KASN dapat segera menindaklanjuti apa yang telah dikaji oleh Bawaslu Kepahiang.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/21/bawaslu-proses-pendalaman-kasus-oknum-camat-sm-apakah-ke-kasn-atau-ada-unsur-lain/

” Saya sudah ke Jakarta dan berkoordinasi dengan KASN untuk bisa segera melakukan kajian dan memberikan sangsi terhadap ASN yang telah melakukan dugaan ketidaknetralannya dalam Pilkada 2020 ini,” papar Edwar.

Lanjut Edwar pihaknya juga meminta agar ASN, Tenaga Kontrak yang ada di Kepahiang bekerja saja sesuai dengan tugas dan kewajiban mereka, karena kinerja yang bagus akan tetap mendapatkan tempat dan jabatan yang sesuai siapapun Bupatinya.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/24/kasus-video-camat-sm-lanjut-pelapor-dimintai-klarifikasi-oleh-gakkumdu/

” Dan kita dari Paslon 01 akan melaksanakan UMR Propinsi untuk tenaga kontrak yang ada, kebetulan saya juga merupakan ketua K-SPSI Kabupaten Kepahiang, Kita akan perjuangkan itu untuk Kepahiang, UMR Propinsi,” tutup Edwar. (bcp)

Continue Reading

Daerah

Polres Kepahiang Bekuk SL Pelaku Tindak Pidana Pencabulan Anak Dibawah Umur

Published

on

KEPAHIANG BB, Pukul 14.00 Wib Unit Reskrim PPA Polres Kepahiang Bersama Dengan Kanit Intel Polsek Kabawetan telah membekuk dan mengamankan pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, kamis (22/10). Pelaku yang berinisial SL (55) di bekuk dirumah kontrakan korban dan keluarganya di Kecamatan Kepahiang. Mirisnya tindakan pencabulan ini dilakukan oleh ayah tiri (SL) ke anak tirinya Bunga (nama disamarkan,Red) sejak tahun 2016 hingga bulan agustus 2020 dengan kata lain lebih kurang 4 tahun, pelaku terancam PASAL 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang – Undang RI No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang undang.

Kapolres Kepahiang AKBP Suparman S.IK, M.AP melalui AKP. Umar Fatah SH. MH membenarkan adanya penangkapan dalam kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur yaitu SL (55).
Kronologis Kejadian, Pada tahun 2016 sampai dengan bulan Agustus tahun 2020 tersangka telah melakukan pencabulan terhadap anak tiri tersangka setiap kali ibu anak korban pergi ke pasar dan pernah di bulan Mei 2020 Anak tiri ke 3 dari tersangka pernah melihat tersangka didalam kamar bersama anak korban, saat melewati kamar anak korban ia melihat ada celana tersangka di kamar tersebut dan tersangka sedang memakai celana dalam sebatas lutut dan setelah kejadian tersebut anak tiri ke 3 tersangka selalu diperintahkan untuk pulang mengikuti ayah kandung nya, dan kejadian tersebut terus berulang hingga terakhir pada bulan agustus sebelum anak korban pergi ke suatu daerah provinsi jambi.

Berdasarkan LP / B- 892 / X / 2020 / BKL / KPH / KPH, tanggal 17 Oktober 2020 yang sudah dikantongi Polres Kepahiang maka pada hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2020 pada puku 14.00 Wib, Anggota unit PPA Reskrim Polres Kepahiang mendapatkan informasi tentang pelaku yang diduga keras telah melakukan Pencabulan terhadap anak tersebut sedang berada dirumahnya di Kecamatan Kepahiang, maka anggota unit PPA sat Reskrim Polres Kepahiang langsung bergerak menuju Ketempat yang di duga tempat Tersangka berada.
Setelah tiba disana petugas langsung menangkap terduga pelaku.
Pelaku di tangkap tanpa melakukan perlawanan sedikitpun dan mengaku bahwa benar telah melakukan aksi pencabulan terhadap anak tirinya Bunga. Pelaku langsung dibawa ke Polres Kepahiang guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.
” Saat ini pelaku sudah di tahan di RTP Polres Kepahiang (24/10) untuk proses lebih lanjut,” jelas Umar.(bcp)

Continue Reading

Daerah

Kasus Vidio Camat SM Lanjut, Pelapor Dimintai Klarifikasi Oleh Gakkumdu

Published

on

KEPAHIANG BB, Kasus Camat Seberang Musi Gunawan Yang diduga melanggar kenetralan sebagai ASN yang dilaporkan tim Advokasi Paslon No 01 sepertinya berlanjut, hal ini ditandai dengan pemanggilan pelapor Kasmir ke Gakkumdu (23/10) untuk dimintai keterangan dan klarifikasi atas laporannya tertanggal 19 Oktober 2020.
Saat dikonfirmasi Kasmir membenarkan hal tersebut.
” ya benar saya dipanggil untuk memberikan klarifikasi sehubungan dengan laporan yang telah saya layangkan ke Bawaslu (19/10). Dalam konfirmasi kemarin (23/10) di sentral Gakkumdu Kabupaten Kepahiang pihak kepolisian meminta pendapat saya sebagai pelapor sehubungan dengan konten video ASN Gunawawan Supriadi selaku camat SM, selain yang telah dilaporkan ke bawaslu Kepahiang.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/18/netral-masih-ada-oknum-camat-yang-berani-kampanyekan-calon-video-oknum-camat-sm-viral/

Menurut saya oknum Camat Gunawan disamping melakukan tindakan yang mengarahkan ke calon bupati Kepahiang No. 02, terlapor sambil berjoget juga membagi-bagikan uang dalam masa kampanye, yang disaksikan oleh Hidayatullah dan Isteri selaku calon bupati no 02, dan atas perilaku oknum Camat Gunawan Hidayatullah sama sekali tidak melakukan tindakan pencegahan hanya membiarkan saja. Kemudian di dalam kondisi bencana non alam COVId -19 oknum Camat Gunawan, Jalal, dan calon bupati Hidayatullah, isteri tidak mengindahkan protokol Kesehatan sebagaimana maksud PKPU No 05 tahun 2020, tidak memakai masker, tidak menjaga jarak,” papar Kasmir.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/19/oknum-camat-sm-resmi-dilaporkan-rusman-laporan-sudah-registrasi/

Lanjut Kasmir, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengeluarkan tata cara dan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) saat pandemi virus Corona (COVID). KPU akan melaksanakan pilkada pada 9 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Pelaksanaan pemungutan suara serentak yang ditunda karena terjadi bencana non alam Coronavirus Disease 2019 (COVID 19), dilaksanakan pada 9 Desember,” begitu bunyi Pasal 8C Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020.
KPU mengatakan seluruh tahapan pilkada akan diatur sesuai dengan protokol kesehatan. KPU juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.
Seluruh tahapan, program, dan jadwal pemilihan serentak lanjutan harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID 19).

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/21/bawaslu-proses-pendalaman-kasus-oknum-camat-sm-apakah-ke-kasn-atau-ada-unsur-lain/

Protokol kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh KPU setelah berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID 19) dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan
Selain itu, seluruh tata cara dan teknis pelaksanaan telah diatur. Protokol kesehatan juga diterapkan pada pelaksanaanya nanti. Selanjutnya ketentuan mengenai tata cara teknis pelaksanaan seluruh tahapan, program, dan jadwal pemilihan serentak lanjutan yang menerapkan protokol kesehatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID 19) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan KPU.

“Selebihnya Kita percayakan kepada Tim gakkumdu kabupaten Kepahiang untuk bekerja, apakah nanti nya perkara ini mengarah ke ranah pidana pemilukada atau kah tidak sebagaimana ketentuan pasal 187A UU 10/2016 Atau pasal 73 ayat (4) UU 10/2016,” jelas Kasmir (bcp)

Continue Reading

Trending