Daerah PT. Sentral Bra Makmur Langgar Kontrak Kerja

PT. Sentral Bra Makmur Langgar Kontrak Kerja

Tunda-tunda hak upah kerja hingga 2 bulan

Setidak ada banyak karyawan PT. Sentral Bra Makmur  yang beroperasi di Jl. Marcedes Benz Km. 1,2 Gunung Putri – Bogor, Jawa Barat, merasa teraniaya akibat ulah management perusahaan yang menunda-nunda pembayaran upah hasil kerja (gaji) hingga saat ini (21/06) tercatat 2 bulan lebih.

Baca juga: Jeffry Lengkong: “Kami akan usut tuntas kasus PT. Sentral Bra Makmur”

Hal ini terungkap dari keluhan Heni Nuraeni (24) kepada Wartawan. Menurut dia, hal ini bermula pada 26 April 2016 dimana ketika dirinya sakit dan meminta izin pulang, kemudian secara sepihak dianggap mengundurkan diri oleh perusahaan.

Tidak hanya sampai disitu, hak upah hasil kerja (gaji) yang sudah dijalani tidak kurang dari 1 bulan, ditunda-tunda pembayaran dengan alasan yang tidak jelas.

“Setiap ditanya, selalu di undur-undur. Dengan alasan tidak jelas,” ungkap Hani yang merupakan kerabat dari LSM Pajajaran Muda itu.

Terakhir, karena tidak ada kejelasan yang pasti, tambah Heni, ia memutuskan persoalan tersebut diserahkan ke LSM Pajajaran Muda untuk membantu mendesak perusahaan agar membayar segera gaji saya.

“Saya orang kecil dan awam. Cenderung tidak anggap. Walau pun gaji itu adalah hak saya, tapi kesannya saya mengemis ke perusahaan,” ujar Heni dengan dengan nada kecewa.

Dikatakan Hani, belakangan setelah pihak LSM Pajajaran Muda turun tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan gaji tersebut yakni mendatangi PT. Sentral Bra Makmur pada (17/06), pihak perusahaan terkesan menghindar dan tidak mau menemui mereka.

“Kami tidak diperkenankan masuk. Hanya batas pos Satpam,” ungkap Hani.

Dalam hal ini, management perusahan melalui petugas Satpam beralasan bahwa gaji belum bisa dibayar karena tidak adanya surat pengunduran diri dari dirinya.

Dan anehnya, lanjut Hani, setelah surat pengunduran diri dibuat saat itu juga, saat diminta tanda bukti terima surat, pihak management malah keberatan untuk memberikan.

Saat ditanya, apakah persoalan tersebut hanya dialami dirinya saja? Menurut Hani, kasus seperti ini juga  menimpa beberapa rekan kerjanya yang lain. Cukup banyak, mungkin mencapai puluhan. Dia mengaku tidak tau pasti.

Adminhttp://www.garudacitizen.com/
Garuda Citizen truly of Indonesia » politik, hukum, sosial, wisata, budaya, dan berbagai berita peristiwa menarik dan penting untuk dibaca.