Senjata Penghancur Massal Itu Bernama Hoax..

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Belum hilang dari ingatan kita tentang photo bocah di Suriah tertidur di antara kuburan kedua orang-tuanya yang terkena bom pasukan pemerintah. Sempat menjadi viral diberbagai media sosial. Photo yang menyedot simpati publik itu ternyata HOAX. Alias, hanya sinetron yang di setting dengan apik.

Untuk apa? Ya untuk sebuah kepentingan tertentu. Yang jelas, jika dilihat dari caranya, sepertinya termasuk strategi ‘busuk’ dengan target pasar manusia yang memang gampang terprovokasi.

Bahkan dimata penulis kritis Denny Siregar, HOAX sangat berbahaya. Sama berbahayanya dengan senjata penghancur massal. Berikut penuturannya tentang HOAX sebagaimana ia tulis dalam salah satu status facebooknya. 

Senjata Penghancur Massal Itu Bernama Hoax..

Sebenarnya contoh mencari simpati melalui penderitaan anak2 bukan merupakan barang baru di negara berkembang termasuk Indonesia.

Coba lihat di pinggir2 jalan. Seorang ibu menggendong balita di terik matahari dan mengemis meminta uang. Pasti trenyuh kan ? Dan secara otomatis tangan kita terulur untuk memberikan lebih dari yang biasanya kita beri.

Padahal sesungguhnya menggunakan balita atau anak2 dalam mengemis adalah bagian dari trik untuk mendapatkan uang. Banyak terbongkar bagaimana balita itu disewa sebagai “aktor cilik” menjadi peran pembantu. Lebih dramatis dan lebih mengharu biru.

Bahkan di India lebih sadis. Balita bisa dipatahkan kedua kaki dan tangannya demi meraih lebih banyak simpati. Pernah nonton film Slumdog Millionare ? Dimana seorang anak matanya diberi lelehan besi panas supaya buta. Dengan kebutaannya, maka ia diharapkan mendapat lebih banyak uang bagi kelompok preman yang mengkoordinir pengemis.

Pesan dramatis itu bukan hanya ada di jalan2 tapi juga di medan perang…

Anak2 dan orang terluka dijadikan sebagai alat propaganda. Selain situasi mereka akan menaikkan rating pada media internasional dengan sudut pengambilan gambar yang seru, situasi mereka yang menyedihkan juga dijadikan alasan untuk membenci kelompok tertentu.

Menyedihkan ?

Ow, jangan tertipu. Keterbatasan sudut pandang kamera bisa menentukan kemana anda berpihak. Begitu juga ketersediaan aktor dan aktris sebagai penunjang drama.

Perang di Suriah adalah drama terbesar dan terkompleks di abad ini. Bukan saja banyak yang kebingungan siapa yang benar dan siapa yang salah, perang Suriah adalah perang propaganda terbesar yang dibangun media.

Selain ada perebutan kekuasaan terhadap pemerintahan yang sah, disana ada media2 internasional seperti Al-Jazeera yang men-dramatisir keadaan dengan menampilkan perang lebih seru dari situasi sebenarnya. Ban2 dibakar dan asapnya yang hitam membumbung dieksploitasi sebagai “pemboman terhadap satu rumah yang berisi keluarga”.

Diluar media, ada juga LSM HAM seperti White Helmets yang menyediakan aktor dan aktris dengan “darah dan balutan luka” ala sinetron Raam Punjabi. Selain untuk menaikkan rating media, sinetron ini ditayangkan untuk mendapatkan donasi internasional dan like, shares untuk mendapatkan auto surga. Gambar dan video terbaru yang menjadi viral adalah “Anak kecil terluka yang duduk dii kursi oranye”.

Satu pola yang sama, drama itu diciptakan untuk mendiskreditkan pihak tertentu, dan dalam hal Suriah untuk membunuh karakter Bashar Assad Presiden Suriah.

Jika akal mau sedikit bekerja, perhatikan keanehannya, bagaimana bisa Bashar Assad mengusir ISIS dari wilayah yang diduduki sekaligus di waktu yang sama membantai warganya yang ia lindungi ?

Tapi sinetron itu harus terus tayang, kalau perlu LSM penyedia aktor seperti White Helmets mendapat Nobel Perdamaian, sebagai penguat.Tujuannya mencari simpati dunia bahwa betapa kejamnya Bashar Assad terhadap rakyatnya sendiri, jauh lebih kejam dari ISIS yang menyerang negaranya. Dan ketika simpati dunia didapat, maka didapatlah restu PBB untuk menyingkirkan Assad.

Mirip dengan penyingkiran Saddam Hussein dengan alasan memiliki senjata pemusnah massal, yang akhirnya dianulir sendiri oleh AS dan sekutunya.

Kasihan memang rakyat Suriah. Selain diserang dari luar dengan senjata berat, mereka juga harus berperang melalui media sosial untuk melawan hoax dan propaganda media internasional.

Secangkir kopi pagi dan kita harus terus bertanya dalam hati, “bagaimana jika ini terjadi di Indonesia ?”

Seruputtt….

Sama seperti postingan "anak di Suriah yang terluka dan duduk di kursi oranye" adalah akting semata. Si anak yang tidak tahu apa2 dijadikan aktor untuk dijual kepada dunia dengan provokasi kekejaman Bashar Assad Presiden Suriah. Video ini terbongkar waktu chaos di Mesir oleh para pendukung Mohammed Morsy...
Sama seperti postingan “anak di Suriah yang terluka dan duduk di kursi oranye” adalah akting semata. Si anak yang tidak tahu apa2 dijadikan aktor untuk dijual kepada dunia dengan provokasi kekejaman Bashar Assad Presiden Suriah. (Photo Denny Siregar)

Video ini terbongkar waktu chaos di Mesir oleh para pendukung Mohammed Morsy…

Latest News

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun...

Apa itu numerologi? Dan apa hubungannya dengan ARC Bali

Numerologi adalah sistem angka untuk mengukur getaran huruf-huruf alfabet, ini dipercaya dapat mengungkap; kepribadian manusia, keinginan, pikiran, tindakan dan pengalaman. Dapat dipahami...

8 Desa Merigi Ujan Mas Minta Perbaikan Jalan, Rudi : 2020 Belum Di Anggarkan

BedahBerita.Co.Id, Ketua Kelompok Tani Genting Surian R Sumantri meminta pihak pemerintah Kabupaten Kepahiang dapat mengabulkan permohonan mereka terkait pembangunan jalan yang di...

Kasus Alkes Rejang Lebong Kembali Ke KPK

BedahBerita.Co.Id, Ishak Burmansyah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKAT Rejang Lebong saat Orasi di depan Gedung Merah Putih KPK Jakarta meneriakkan beberapa...

DID, Hutang SMI, Fee, Lahan Dan OTT Dilaporkan FPR Ke KPK Item Indikasi Korupsi

BedahBerita.Co.Id, Hari ini 1 November 2019 sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bengkulu memasukan sejumlah laporan kasus yang tak jelas penyelesaiannya dan indikasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -